Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 24 Mei  
Avatar Willemien Groot
Map
hilversum, Belanda
hilversum, Belanda

Sindiran Senjata Lawan Sensor

Diterbitkan : 3 Mei 2012 - 12:55pm | Oleh Willemien Groot (Foto: Persvrijheid)
Diarsip dalam:

"Keju Gouda mendominasi pemilihan Prancis" dan "Kedutaan lolos tahanan rumah". Para pengguna internet sangat inventif dalam melawan sensor online. Istilah sehari-hari atau ejekan dipakai untuk menggantikan nama-nama dan istilah politik yang peka. Tanpa penjelasan lebih lanjut.

Kasihan para penyensor Cina. Mereka tampak kalah perang istilah dengan komunitas online. Belum pernah sebelumnya para pengguna internet ramai berdebat tentang jatuhnya politikus Bo Xilai dan – belum lama ini – tentang Chen Guangcheng, aktivis hak azasi manusia yang buta. Debat menggunakan kode untuk menghindari peraturan ketat internet Cina.

Perang istilah
Pada saat Chen melarikan diri dari tahanan rumah dan mencari perlindungan di kedutaan Amerika Serikat, Sina Weibo, Twitter-nya Cina, padat berita-berita tentang "pria buta" atau "pengacara buta". Warga Cina yang penasaran tidak mencari kata kunci Chen Guangcheng (0 hasil pencarian), tapi kata kunci "pria buta" atau sinomim yang mirip.

Karena dipermalukan, maka otoritas tidak ada pilihan lain kecuali memblokir istilah-istilah sandi.

Daftar istilah alternatif hampir tiap jam kian panjang. "Kedutaan" (Amerika) dan "Linyi", tempat tinggal Chen, masuk top 10 mesin pencari (search engine) yang paling sering digunakan.

The Shawshank Redemption dan The Great Escape, dua film terkenal Hollywood tentang melarikan diri, mendadak sangat digemari komunitas internet. Nama-nama ini pun masuk daftar hitam. Dampak sampingannya adalah kedutaan Amerika Serikat tidak bisa lagi ditemukan mesin-mesin pencari.

Julukan
Setiap orang pasti kenal seseorang yang "namanya tak boleh disebut" karena takut terjadi pertengkaran atau pemecatan. Di negara-negara yang menekan kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, sangat bahaya menyebut nama.

Debat politik menggunakan sinonim, singkatan, plesetan kata, sindiran atau mengacu pada selebriti. Kadangkala istilah-istilah itu muncul sepintas saja, kadangkala bertahan seumur hidup.

Di Suriname Ronnie Brunswijk, bekas pemimpin gerilya, masih menggunakan julukan yang dulu "Romeo Bravo" untuk karir politiknya. Di tahun 1980-an ia bersama Jungle commando pimpinannya melawan rezim diktator Desi Bouterse. Ia merebut kekuasaan melalui kudeta tahun 1980 di bekas jajahan Belanda.

Bagi Ronnie Brunswijk menggunakan abjad tentara selaku pemimpin pemberontakan bersenjata mempunyai makna ganda.

Bouterse pernah dan masih punya pelbagai nama (samaran): "De Bevel", "Baas B", "DB" atau "Pa Bouta". Terutama wartawan Suriname Johnny Kamperveen sangat lihai menciptakan nama-nama sindiran. Sebagai ejekan, tapi juga karena takut ditangkap.

Pemilihan Prancis
Siapa yang mengenal kancah politik Perancis dan mengikuti debat politik, bisa mudah mengikuti debat pemilu dua pekan lalu antara "Keju Gouda" dan "Goulash Hongaria". Di Prancis dilarang berspekulasi tentang hasil pilpres putaran pertama sampai semua TPS ditutup.

Yang melanggar dikenai hukuman denda tinggi. Tapi gara-gara internet semuanya itu mubazir. Belum lagi di Belanda dan Belgia yang exit-poll-nya diumumkan di televisi jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi yustisi bersikeras.

Pengguna internet Perancis memberi julukan kepada semua calon berdasarkan nama, asal atau karakter. Dilengkapi dengan hashtag #RadioLondres. Ini jelas menunjuk kepada Perang Dunia Kedua, ketika Perancis yang diduduki (Jerman, red) mendapat berita-berita aktual lewat siaran radio dari London.

Hashtag itu tidak hanya menunjukkan mereka sadar sejarah, tapi juga mencegah terjadinya kesemrawutan diskusi.

Goulash versus keju
Bukan rahasia lagi bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy suka barang-barang mahal dan ayahnya berasal dari Hongaria, karena itu disebut goulash, makanan khas Hongaria. Calon dari partai sosialis Francois Hollande, tak pelak lagi diasosiasikan dengan keju Gouda gara-gara namanya. Setiap orang paham julukan itu dan pihak berwenang tak berdaya. Karena di kitab hukum tidak ada larangan berkhayal tentang kemungkinan kalahnya "Rolex"?

Daftar Perancis ini dikenal sampai di Senegal, walaupun Cheikh Fall, yang lebih dikenal dengan nama twitter @Cypher007  dan pendiri platform internet Sunu2012, tampak heran melihat perkembangan di Perancis. "Kami tidak usah pakai kode. Di sini semuanya jelas."

(Sumbangan informasi dari Sam Jones dan Sophie van Leeuwen)

Hari kebebasan Pers

Setiap hari wartawan dijebloskan di penjara atau dibunuh karena pekerjaannya. Pada Hari Kebebasan Pers Internasional ini seluruh dunia menyorot kepentingan pers bebas dan risiko-risiko yang dihadapi wartawan dalam melakukan tugasnya. Tapi blogger dan pengguna internet lainnya di negara-negara dengan rezim represif tidak bisa menulis apa saja tanpa terancam hukuman. 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...