“Dengan bangga tapi juga dengan menyesal, kita berpisah di sini. Sekali lagi - terima kasih.” Penuh emosi, Kepala Redaksi Belanda Peter Veenendaal menyampaikan perpisahan dengan siaran bahasa Belanda Radio Nederland Wereldomroep setelah 65 tahun.
70 persen
Perayaan perpisahan itu ditandai dengan siaran marathon 24 jam, dihadiri oleh baik mantan karyawan maupun karyawan yang menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Akhir siaran bahasa Belanda adalah tahap awal dari keseluruhan perombakan di RNW akibat pemotongan anggaran sebesar 70 persen.
Mulai 2013, RNW hanya akan memfokuskan diri pada isu kebebasan berbicara di negara-negara yang tidak ada kekebasan berbicara terutama di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Timur.
|
Siaran Indonesia Menurut dr. Nico Schulte-Noordholt antropolog politik dan pakar Indonesia di Belanda, siaran Radio Nederland penting tidak saja bagi warga Belanda tetapi juga warga Indonesia di masa Agressi I dan Agressi II sampai penyerahan kedaulatan Republik Indonesia Serikat RIS di Amsterdam 27 Desember 1949. Indonesia diwakili oleh wakil presiden Mohammad Hatta. Itulah awal mula siaran dalam bahasa Indonesia, tegas dr Nico Schulte-Noordholt. |























Sungguh sangat disayangkan kalau RNW tutup, sebab selama ini saya dapat mendengar suara dunia melalua ranesi.
heran juga ya ....aneh gitu ! RNW di Nedreland , tapi siaran bahasa Belanda justru di hapuskan. Apakah tidak ada solusi lain untuk mempertahankan bahasa negara untuk lebih mempopulerkan ke seluruh dunia.... adu aduh
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.