Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Prita Riadhini
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Siapkah Indonesia Terima Mobil Tata?

Diterbitkan : 12 Juli 2011 - 4:45pm | Oleh Prita Riadhini (Foto: © Flickr/SOCIALisBETTER)
Diarsip dalam:

Mobil termurah di dunia, Tata, dari India berencana mengembangkan sayapnya ke Indonesia, dan sekarang, menurut ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM, sedang menjalani studi kelayakan. Namun apa jadinya kalau Tata benar-benar diproduksi di Indonesia? Ikuti keterangan pakar ekonomi Batara Simatupang dari Belanda serta Slamet Daryoni dari Institut Hijau Indonesia.

Menurut Batara Simatupang mantan pengajar di Universiteit van Amsterdam. India, tuturnya, sengaja melebarkan sayapnya ke negara berkembang lainnya. Hal ini sebetulnya sudah lama terjadi dan ini untuk meningkatkan perdagangan dan industri di antara negeri-negeri yang berkembang tersebut semakin baik.

Pasar
Tata, perusahaan India, melihat pasar Indonesia ini menarik untuk dijajaki, karena pasar di Indonesia termasuk baik di Asia Tenggara, apalagi dengan mobil murah.

Tentu saja kalau memang cocok akan ada pabrik di Indonesia dan tentu saja beberapa persen dari onderdil mobil itu harus diproduksi di Indonesia. Menurutnya Tata bisa berkembang di Indonesia, karena segmen pasar yang berbeda.

Sementara itu menurut Slamet Daryoni, hal ini adalah ekspansi dari negara-negara berkembang, seperti India, untuk meningkatkan kesejahteraan di negara-negara berkembang lainnya.

Tidak Siap
Di sisi lain banyak negara berkembang tidak siap secara ilmu pengetahuan, tidak siap secara teknologi dan tidak siap secara kemampuan sumber daya. Hal tersebut membuat negara-negara berkembang seperti Indonesia hanya sebagai pelengkap proses pembangunan industrialisasi.

Dengan demikian seringkali negara-negara berkembang menerima tawaran itu dengan hanya melihat gambaran besarnya saja. Tapi implikasinya tidak pernah dipertimbangkan secara mendalam.

"Karena di negara berkembang lahan cukup luas dan negara berkembang tidak menyiapkan skenario memadai hingga seringkali dampak-dampak lingkungan yang menimpa masyarakat dan bahkan budaya tidak dihitung secara komprehensif."

Klik tanda panah di bawah ini untuk mendengarkan wawancara lengkap:

Diskusi

tata 13 Juli 2011 - 6:33pm / bandung indonesia

kayak nama bokap gw haha....bisa2 indonesia khususnya kt2 besar speri jkt bakal tambah muaacettt..^^,,kisaran harga brapa ya..? 8

Bejo 12 Juli 2011 - 8:36pm / Indonesia

Image produk India di Indonesia rata2 bagus dibandingkan dgn rivalnya dr negara cina. Motor cina yg pernah menyerbu indonesia awal tahun 2000 sekarang hilang tak berbekas. Lain halnya dgn produk India, Bajaj dan TVS yg mampu memberikan alternatif motor murah tapi kualitas tidak murahan. Iklannya sering nongol di stasiun2 TV indo, apalagi pas jam primetime. Saya sendiri pemakai Motor Bajaj Pulsar dan saya puas akan kualitas dan performa motor ini. Jadi buat Ratan Tata, jangan ragu untuk memasukan produk2nya ke Indonesia. Saya liat produknya seperti Tata Nano, Tata Manza, atau Tata Indica cukup bisa bersaing dgn merek ternama lainnya.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET