"Bapak dan Ibu Jansen, mengendarai Opel Olympia warna krem, di sekitar wilayah Bern (Swiss), dengan nomor plat **** diminta untuk segera menghubungi ANWB (Organisasi Pengendara Mobil Belanda, Red.)."
Tanyakan apa yang diingat orang-orang Belanda tentang Wereldomroep, besar kemungkinan mereka akan menyebutkan kenangan mereka mengenai berita-berita panggilan ANWB. Siaran berita itu merupakan cara populer untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga dari tempat-tempat liburan dalam saat-saat darurat. Demikian tulis harian Belanda, Trouw (10/05).
65 tahun sudah Wereldomroep siaran Belanda melakoni perannya sebagai "teman dalam keasingan" para warga Belanda yang sedang berada di luar negeri. Besok (Jumat, 10/05) merupakan hari siaran terakhir bagi redaksi Belanda Wereldomroep.
Lembaga penyiaran ini akan lebih memfokuskan diri pada penyebaran free speech di negara-negara yang masih tertinggal dalam hal ini.
Dalam siaran marathon 24 jam yang dimulai hari ini pukul 22.00 waktu setempat, diputar kembali fragmen-fragmen sejarah Wereldomroep. Apakah Wereldomroep bagi sebagian besar kalangan hanyalah nostalgia masa lalu atau masihkah mereka mempunyai arti besar?
Terganti smartphone
Bagi pasangan Fré (71) dan Ellis (64) Metselaar yang sepuluh tahun lalu bertolak dari Belanda untuk membuka tempat penginapan di Boreaux, Prancis, masa-masa di mana mereka dengan setia mendengarkan siaran Wereldomroep sudah lama berlalu.
Internet adalah cara baru mereka untuk mengakses berita dari Belanda dan menghubungi sanak keluarga.
Menurut mereka, tamu-tamu yang kerap menyambangi penginapan mereka juga sudah jarang sekali yang mengandalkan siaran Wereldomroep untuk mengakses berita. Peran radio sudah tergantikan oleh smartphone, tablet dan laptop.
Fré tetap mendengarkan Wereldomroep sesekali untuk mendapatkan ulasan mendalam mengenai topik aktual, misalnya jatuhnya kabinet Belanda.
Ia menyayangkan berakhirnya siaran Belanda dari Radio Wereldomroep. "Saya akan merindukan tradisi ini. Memang saya sudah tidak sering mendengarkan siarannya, tapi rasanya senang saja mengetahui kalau saya masih bisa sewaktu-waktu memutar radio dan mendengarkan Wereldomroep kembali. "
Tak ada Alternatif
Bagi sebagian kalangan, peran Wereldomroep tidak tergantikan. "Banyak sekali supir truk yang menjadi pendengar setia Wereldomroep siaran Belanda," kata Klaas de Waardt.
Dengan jam terbang sekitar 60 ribu kilometer tiap tahunnya, Klaas menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan raya. Dan di manapun dirinya berada di Eropa, radionya tidak pernah absen menyetel radio Wereldomroep, khususnya programa "Onderweg" (Dalam Perjalanan), tulis Trouw.
"Onderweg punya peran sosial. Seorang supir bisa mengirim berita tentang kelahiran putranya. Atau juga mengirimkan pesan untuk ketemu di suatu tempat."
Menurut Klaas, program ini merupakan acara yang paling populer di Wereldomroep. Ini cara paling mudah mencapai banyak supir di Belanda. "Kan susah buka internet di mobil sambil nyetir. Kita harus konsen. Siaran radio ini sudah cara yang paling ideal."
Terus siaran
Akhir dari siaran Belanda Wereldomroep bukanlah akhir dari acara "Onderweg". Program ini terlalu terlalu sayang untuk diakhiri, menurut para supir truk. Klaas, yang selain supir juga merupakan Ketua Perkumpulan Pengusaha Alat Transport Ringan, bersama dengan penyiar Bob van Beeten memutuskan melanjutkan acara tersebut.
"Kami akan terus menyiarkan acara ini dari Lelystad, atas inisiatif kami bersama. Memang ini tidak murah, tapi kami telah menemukan sponsor dan para supir juga akan memberikan kontribusi dana. Kami tidak sanggup kehilangan acara ini." Demikian Trouw.














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.