Grimbert Rost van Tonningen adalah putra sulung kolaborator Nazi di Belanda Meinoud Rost van Tonningen. NSB, Gerakan Nasionalis Sosialis, adalah salah satu partai politik Belanda dari 1931 hingga 1945.
Sewaktu Perang Dunia II, NSB berkolaborasi dengan Nazi-Jerman. Para anggotanya bekerjasama secara terbuka dengan Nazi. Banyak warga Yahudi dan warga gerilyawan Belanda akhirnya ditangkap dan dikirim ke kamp penyiksaan setelah dilaporkan anggota NSB.
Rost van Tonningen, dulu menjabat wakil ketua NSB, berpendapat Belanda harus disatukan dalam Negara Jerman Raya dibawah pimpinan Hitler. Ia juga berkembang sebagai pemimpin oposisi radikal di parlemen Belanda menentang pemimpin NSB Anton Mussert.
Istrinya, Florrie Rost van Tonningen, dikenal dengan julukan 'janda hitam', karena selalu secara terbuka mendukung pemikiran suaminya, sosialisme nasional, hingga akhir hayatnya tahun 2007.
Tak lupa
Setelah perang selesai, sebagian besar anggota NSB diajukan ke pengadilan karena membantu 'musuh'. Para pemimpinnya eksekusi atau dihukum penjara seumur hidup. Rakyat belanda tidak mudah melupakan pengkhianatan yang dilakukan para anggota NSB sewaktu perang dunia II.
Anak-anak anggota NSB ada yang tetap mendukung pemikiran orang tuanya, tapi banyak juga menyatakan tidak mendukung. Salah satunya Grimbert Rost van Tonningen.
Berbagai media Belanda melaporkan, tanggal 4 Mei, saat memperingati para pahlawan Belanda yang gugur saat perang, Grimbert Rost van Tonningen diundang sebagai tamu kehormatan. Ia akan berpidato di alun-alun Dam di Amsterdam, tempat peringatan diselenggarakan.
Korban juga
Untuk pertama kali seorang keturunan NSB hadir secara resmi dalam peringatan tersebut. Pihak penyelenggara mengundang Grimbert, karena menurut mereka anak-anak para anggota NSB juga menjadi korban perang.
Komite Culemborg dan Oranje, penyelenggara peringatan, sadar kehadiran Grimbert Rost van Tonningen kontroversial. Rakyat belanda belum bisa melupakan kekejaman Nazi Jerman, dan topik ini masih hangat menjadi bahan diskusi, guyonan atau bahkan makian orang.
Grimbert sendiri hampir tidak mengenal ayahnya. Usianya baru 3,5 tahun ketika perang berakhir. Ayahnya langsung dijebloskan ke penjara, dan tewas gantung diri di penjara Scheveningen. Dari awal Grimbert menyatakan tidak mendukung dan mengambil jarak dari pemikiran orang tuanya.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengakui bahwa orang tua saya salah. Tapi sebagai keturunan keluarga yang punya masa lalu NSB, saya merasa seperti orang hitam diantara kulit putih."
Grimbert berharap, seperti dikutip koran Algemeen Dagblaad, peringatan 4 Mei akan punya arti baru.
"Memang pada tempatnya untuk memperingati para korban perang dunia II. Saya sangat bersimpati dengan penderitaan yang mereka alami. Peringatan 4 Mei memang selalu dihubungkan dengan penjajahan Jerman, sementara beberapa tahun terakhir juga dihubungkan dengan perang-perang lainnya. Kita juga memperingati perang di Afghanistan. Saya ingin ikut menyumbangkan pemikiran, 4 Mei sebagai hari peringatan para korban semua perang di dunia."






















Menjelang hari peringatan 4 mei 2011 mendatang, adalah sungguh bukti dan kesadaran setiap orang tentang kekejamannya perang. Penipuan, kepalsuan, pengkhianatan sesama teman, intimidasi, kebohongan, penjilat dan mencari kesempatan dalam kesempitan serta penganiayaan yang mendatangkan ketakutan dan kemiskinan. 4 mei adalah satu hari international tentang telah berakhirnya semua bentuk peperangan diatas muka bumi ini. Namun, perlu dicatat bahwa, masih ada lagi perang yang sejak dicetuskannya 4 mei sebagai hari berakhirnya semua bentuk peperangan diatas muka bumi ini, adalah INDONESIA dengan segala ketipuan dan kepalsuan serta diterapkannya system intimidasi bagi setiap orang dinegara tersebut, membuat semuanya tersenyum dalam kepanjangannya perang yang belum juga pernah berakhir. Indonesia benar benar adalah satu system pemerintahan yang tidak pernah mentaati peraturan dan perundang undangan international dan PBB sebagai menjamin ketentraman serta memlihara kedaulatan bernegara. Pemerintah Indonesia sampai dengan hari ini, adalah benar benar pemerintah pelawan dan pelanggar semua ketentuan hukum international dan peraturan PBB tentang menguasai satu negara orang lain adalah bertentangan dengan ketentuan hukum international. ***** Ada 2 hal yang menjadikan Indonesia benar benar ilegal dan system pemerintahanya adalah kriminal international *****
(1). Penyelewengannya Soekarno sehubungan dengan tindakan melikwidasi Negara Federasi Republik Indonesia tepat pada tanggal 15 februari 1950 di Jakarta dan (2). Adalah membuat penyerangan dan membom Kota Ambon dan sekitarnya ditahun 1950 dan menguasai territorial integritas Negara Republik Maluku Selatan (RMS) secara melawan hukum adalah sungguh ilegal dan kriminal international. Jadi Indonesia, benar benar berstatus ilegal dan semua system pemerintahannya adalah kriminal international bertepatan dengan hari pembebasan sedunia dari belunggu kekejamannya perang 4 mei. Jadi semua bangsa telah merasakan kemerdekaannya, hanyalah RMS, Papua Barat adalah merupakan korban kejahatan dan penipuan serta kepalsuannya pemerintah Indonesia itu. Biarlah segala sumpah serapah dari segala kutuk dan laknat menjadi bahagian pemerintah Indonesia itu baik dari presidentnya sampai kepada setiap orang yang mencintai Indonesia itu. Agar semua mereka tau bahwa, Kebenaran itu hak milik Tuihan jua adanya. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" kiranya Tuhan memberkati bangsaku RMS amin.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.