Gol-gol terindah, peristiwa paling menarik serta gossip terhangat. Radio Nederland setiap minggu membahas lima hal paling dibicarakan dalam sepak bola Belanda, khusus bagi pecinta sepak bola negeri kincir angin.
5. Johan kembali di Ajax
Sang 'Juru Selamat' kembali di Amsterdam. Johan Cruijff akhirnya berperan juga di Ajax. Ia duduk dalam dewan penasehat, urusan teknis. Johan diharapkan bisa membawa angin baru pada klub yang terakhir kali tahun 2004 jadi juara Belanda. Beberapa mantan pemain bergabung dalam dewan penasehat.
Cruijff punya ambisi besar. Ia diberitakan telah meminta Guus Hiddink menjadi direktur teknis di klub Amsterdam. Jika Hiddink memilih untuk tetap di Turki, Cruijff -menurut perkiraan pakar- akan mendekati Co Adriaanse (meninggalkan Ajax tahun 2001 setelah berselisih) atau 'sang musuh bebuyutan' Louis van Gaal (keluar Ajax tahun 2004).
Apa dampak langkah ini untuk jangka panjang? Yang pasti, di jangka pendek, kedatangan Cruijff tidak berdampak apa-apa: Ajax lagi-lagi menyia-nyiakan kesempatan meraih poin-poin penting dalam perjuangan merebut kejuaraan. Ahad (13/02) Ajax dan Roda JC bermain imbang 2-2.
4. Ryo, Messi-nya Jepang
Juga di Rotterdam tiba seorang 'Penyelamat'. Begitulah kesannya jika mendengar pujian atas permainan Ryo Miyaichi. Pemain Jepang berusia 18 tahun ini, pada libur musim dingin, disewa Feyenoord dari klub Inggris, Arsenal.
Ia tampil gemilang di pertandingan kandang Feyenoord melawan Heracles Almelo (2-1). Miyaichi mencetak gol sangat indah dan selalu tampil menyerang di sisi kiri. Hasilnya: ovasi berdiri. Ia langsung diberi julukan Ryodinho, menunjuk pada pemain bintang Brasil Ronaldinho.
Sebelumnya Ryo telah disebut 'Messi-nya Jepang'. Ini berlebihan? Menurut pelatih Feyenoord, Mario Been ya. "Dia masih jauh dari Messi," kata Been sebelum pertandingan dimulai. Tapi ya, itu diungkapkan sebelum gol luar biasa yang menghasilkan kemenangan pertama Feyenoord 2011.
3. Balász maju terus
Sementara Ajax kembali gagal meraih poin dan Feyenoord masih mencari jati dirinya, PSV kembali beraksi dalam perebutan kejuaraan. Menjelang weekend sepak bola, para pengkritik mencemaskan terjadinya krisis kecil di Eindhoven.
Pekan lalu PSV kalah melawan ADO di kandang sendiri dan pekan ini klub Eindhoven harus melawan AZ di luar kandang, yang diperkirakan akan menjadi pertandingan berat. Bisa saja mereka lagi-lagi gagal meraih poin. Pelatih Fred Rutten bisa saja menghadapi tekanan! Tapi semua perkiraan meleset.
PSV mudah menang di Alkmaar dengan 4-0.
Pemain kunci klub Eindhoven tidak lain adalah Balász Dzsudzsák. Laki-laki Hungaria ini mencetak dua gol. Di libur musim dingin Balász hampir saja hengkang, tapi PSV memperpanjang kontrak pemain penyerang ini. Itu mungkin langkah paling cerdik dalam masa transfer belakangan ini.
2. Antonín Panenka dan Robbert Schilder
Akhir pekan lalu, terlihat sebuah "panenka" di lapangan sepak bola Belanda. Tendangan penalti khas pemain Ceko, Antonín Panenka dalam Piala Eropa tahun 1976 melawan Jerman Barat. Panenka menipu penjaga gawang Jerman, Sepp Maier, dengan menendang bola sangat pelan dan melengkung ke tengah gawang. Maier ketika itu sudah bergerak ke pojok gawang.
Panenka banyak pengikutnya. Namun ada satu syarat untuk membuat tendangan panenka: kiper harus bergerak ke pojok gawang. Jika tetap berdiri di tempat, maka bisa menimbulkan masalah.
Itu terjadi pada Robbert Schilder dari NAC Breda. Dengan skor 0-0, ia pikir bisa melakukan panenka. Sayang sekali, kiper Heerenveen, Kevin Stuhr-Ellegaard, tidak membiarkan dirinya tertipu. Heerenveen akhirnya menang 2-0.
1. Arjen kembali membuat gol Robben
Pernah disebut-sebut sebelumnya: Arjen Robben bangkit kembali. Itu terlihat Sabtu lalu. Robben menjebol gawang lawan dengan gol terindah kedua Eropa akhir pekan lalu. Dalam pertandingan klubnya Bayern Munchen melawan Hoffenheim ia berhasil menendang bola dari garis penalti melewati kiper. Gol khas Robben.
Arjen masih mencetak gol satu kali lagi dan tampil luar biasa gemilang.
Oh ya, gol terindah akhir pekan ini (dan mungkin dari dasawarsa belakangan) dibuat di Inggris: 2-1-nya Wayne Rooney dalam pertandingan antara Manchester United melawan Manchester City. Hampir seindah golnya Marco van Basten melawan FC Den Bosch tahun 1986.






















BELANDA MAJU TERUS ..........
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.