Seniman paling terkenal Cina, Ai Wei Wei, mengungkapkan pertanyaan provokatif tentang Cina pada pameran terbarunya di Jerman.
Sebelumnya dia selalu mendapat perlindungan dari Beijing. Tapi pencarian gigihnya atas kebenaran membuat Ai Wei Wei resmi jadi sasaran kekerasan. Laporan Marijke van der Meer.
Ai Wei Wei yang blak-blakan, dipandang sebagai seniman Cina paling penting yang masih hidup. Dia dikenal dengan kolaborasinya bersama arsitek Swiss untuk desain Bird's Nest (Sarang Burung), yaitu stadion Olimpiade Beijing 2008. Namun kemudian dia menyatakan menyesal telah ambil bagian dalam proyek dan menyebut stadion sebuah panggung propaganda untuk mengagungkan negara yang tidak adil. Dia tidak pernah mengunjungi kawasan itu.
Karya Ai Wei Wei saat ini bisa dilihat di museum Haus der Kunst di Munich, Jerman. Direktur museum Chris Dercon menekankan bahwa Ai Wei Wei adalah salah satu seniman paling berpengaruh dunia yang berkarya di berbagai bidang mulai dari seni patung hingga fotografi, dari arsitektur hingga desain. Dercon mengatakan Ai Wei Wei juga seorang seniman yang semakin sadar politik, yang karya dan pernyataannya menyerukan hak individu untuk kebebasan berpikir dan berpendapat.
Informasi yang Disembunyikan
Karya pertama yang ditemui para pengunjung adalah instalasi raksasa berjudul “Remembering” (Mengenang). Berjajar di bagian muka museum, karya memamerkan 9000 tas punggung murid sekolah dalam warna-warna primer, membentuk tulisan Cina: 'Dia hidup bahagia di dunia ini selama tujuh tahun'. Kalimat ini adalah perkataan seorang ibu dari ribuan anak yang tewas di dalam kelas akibat gempa Sechuan tahun 2008.
Ai Wei Wei berusaha memastikan jumlah korban anak-anak dan nama mereka, walau ini berarti menentang pemerintah Cina, yang menyembunyikan informasi sejenis. Daftar nama tersebut akan dipublikasikan dalam beberapa minggu mendatang. Pada sebuah jumpa pers yang membuka pameran, Ai Wei Wei ditanya apakah pernah berpikir untuk terjun ke politik di Cina. Dia mengatakan tidak akan menolak jika dengan demikian bisa mengubah kondisi kehidupan masyarakat.
Ai Wei Wei adalah putra penyair terkenal Cina Ai Qing yang dilarang dan dikucilkan selama Revolusi Budaya. Nama Ai Qing direhabilitasi tahun 1973 dan putranya percaya dirinya selamat dari penyiksaan selama ini oleh karena ayahnya. Tapi pada tanggal 12 Agustus, selagi Ai Wei Wei mengerjakan proyek nama Sechuan, 30 petugas polisi bersenjata muncul di hotelnya tengah malam dan menahan Ai Wei Wei serta sepuluh asistennya yang bekerja suka rela.
Ai Wei Wei menderita luka di kepala dan kemudian ternyata harus mejalani operasi otak. Ruang resepsi pameran di Munich memamerkan foto raksasa Ai We Wei sewaktu ditangkap. Foto ini diambil sendiri dengan kamera telepon selular. Foto juga dimuat di situs webnya, dan ini memancing perhatian hingga sepuluh ribu orang perhari.
Kontroversi Pameran Buku
Museum Haus der Kunst sendiri adalah lokasi yang penuh muatan politik. Adolf Hitler sendiri terlibat pembangunannya tahun 1937. Museum dibangun sebagai tempat pameran seni yang disetujui Nazi. Ai Wei Wei mengatakan Haus der Kunst menyediakan konteks dan kerangka baginya untuk mempertanyakan sejumlah hal tentang Cina.
Di Aula Kehormatan museum yang sangat besar, tempat Hitler pernah bicara mencela seni moderen, berdiri karya Wei Wei berjudul 'Template' (Contoh). Aslinya karya ini adalah sebuah menara, terbuat dari seribu satu pintu dari jaman dinasti Ming dan Qing (1368-1911). 'Template' rubuh tertip angin pada pameran 'Documenta' tahun 2007, dan Wei Wei memilih memamerkan karyanya dalam keadaan 'rusak' seperti sekarang.
Berita Ai Wei Wei mendadak masuk rumah sakit di Munich bertepatan dengan laporan soal sensor di Pameran Buku Frankfurt tanggal 14 s/d 18 Oktober, di mana Cina menjadi tamu kehormatan tahun ini. Ai Wei Wei dijadwalkan bicara pada pertemuan penerbit dan penulis sedunia itu, tapi kehadirannya dibatalkan dengan alasan kesehatan dan praktis, demikian katanya.
Sejumlah spekulasi mengatakan keputusan ini berhubungan dengan panitia yang ditekan pemerintah Cina untuk tidak mengundang penulis pembangkang Bei Ling dan Dai Qing ke sebuah simposium pada malam sebelum pameran. Ketika kedua penulis tetap muncul, delegasi resmi Cina meninggalkan tempat. Ini menimbulkan pertanyaan media Jerman soal panitia yang bersedia kompromi dan tradisi sensor Cina yang tak kenal ampun.
Tindakan Hukum
Judul pameran Ai Wei Wei di Munich adalah 'So Sorry' (Maaf), ini merujuk pada apa yang disebut Chris Dercon sebagai fenomena dunia. “Kita sudah jadi masyarakat peminta maaf. Dimanapun di Cina, Eropa dan Amerika, jika kita bertanya apa yang terjadi dengan uang kita, paspor kita, koran kita, kita selalu dapat jawaban: Kami minta maaf, ” katanya.
Ai Wei Wei mengatakan pada media sedang mempertimbangkan mengambil tindakan hukum jika terbukti cedera kepala yang diderita adalah akibat kebrutalan polisi. Sementara, apakah sang seniman bisa membuat pemerintah Cina minta maaf saja masih harus dibuktikan.
LINKS:
https://blog.aiweiwei.com
http://www.bullogger.com/blogs/aiww
http://aiweiwei.blog.hausderkunst.de






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.