Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Willemien Groot
Map
Dodoma, Tanzania
Dodoma, Tanzania

Selamatkan Simpanse dengan Kredit Mikro

Diterbitkan : 2 Desember 2010 - 11:32am | Oleh Willemien Groot (Foto: © Jane Goodall)
Diarsip dalam:

Lima puluh tahun lalu Jane Goodall mengunjungi Taman Nasional Gombe di Tanzania untuk meneliti simpanse. Ia lalu menjadi salah satu peneliti primata paling terkenal di dunia. Terkejut akan kerusakan ekologi di sekitar taman nasional tersebut, awal tahun 90-an ia meninggalkan hutan rimba dan jadi aktivis. Sekarang, ia menyelamatkan monyet dengan kredit mikro.

Ia adalah seorang perempuan kurus dengan rambut beruban. Ahli simpanse ini sudah berumur 76 tahun, namun usia tampaknya tak menghentikannya. Tanpa lelah ia berkeliling dunia untuk mengisahkan suka-duka memperjuangkan kelestarian alam. Ia bercerita mengenai perubahan besar yang dialami penduduk sekitar taman Nasional Gombe, juga soal perdagangan hewan buruan.

Penebangan hutan
Pada tahun 60-an Tanzania dibanjiri pelarian dari wilayah Kongo yang dijajah Belgia. Sepuluh tahun kemudian, terlihat jelas bahwa penebangan hutan cepat sekali terjadi, kata Goodall. Jumlah penduduk meningkat pesat akibat angka kelahiran tinggi dan aliran pengungsi.

"Baru awal tahun 90-an, ketika terbang melintasi daerah ini, saya menyadari penebangan hutan besar-besaran di luar taman nasional parah sekali. Tamannya sendiri seperti oasis. Jelas sekali bahwa negara ini tidak mampu menampung penduduk. Ketika pepohonan ditebang, erosi terjadi, tanah berlumpur longsor. Pepohonan cuma bisa tumbuh di jurang-jurang terjal, dan tak seorang petani pun bisa bercocok tanam di daerah macam itu."

Jumlah simpanse terus berkurang. Ketika para peneliti tiba pada 1960, hanya tinggal dua atau tiga juta simpanse tersisa di Afrika Barat dan Tengah. Pada 1986 jumlah tersebut berkurang drastis menjadi 300.000. Waktu itu, amat jelas bagi Goodall bahwa simpanse akan punah jika hidup manusia yang berbagi tempat tinggal dengan simpanse tidak diperbaiki. Pemikiran ini mengarah ke pembentukan Jane Goodall Institute TaCare (Take Care) Programme, atau program penanganan dari Institut Jane Goodall. Program ini terinspirasi dari masyarakat Tanzania sendiri.

Kemandirian
Bukan pelestarian yang berada di daftar teratas mereka, melainkan ketahanan pangan pangan, pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan pendidikan bagi anak-anak. Menurut Goodall, hampir semua orang bereaksi sama: "Mengapa kalian tak datang dari dulu?"

Penanganan baru
Selain proyek agraris dan proyek seputar pelayanan kesehatan dan pendidikan, TaCare juga memfokuskan diri terhadap perempuan.

"Contoh terbaik adalah seorang perempuan bernama Gertruda. Ia punya keluarga besar, enam anak. Sekarang anaknya malah sudah tujuh. Ia mendengar soal kredit mikro. Ia lalu mengambil pinjaman kecil, dan mengembangkan pembibitan pohon di sekitar desa. Ia menjual pohon-pohon itu dengan murah, dan berhasil membayar hutangnya."

Hampir semua pinjaman mikro dari institut ini berakhir sukses. Menurut data mereka, sekitar 85% pinjaman dikembalikan utuh dan tepat waktu. Kredit mikro tak bisa dipisahkan dengan pemberantasan kemiskinan. Namun dengan penanganan ini, institut Goodall ingin memperlihatkan bahwa bukan cuma kemiskinan yang bisa diberantas.

Reboisasi
Walaupun hubungan kredit mikro dengan pelestarian alam masih baru, organisasi-organisasi lain juga melihat manfaatnya. Untuk pertama kalinya, proyek pelestarian alam untuk hutan Budongo di Uganda, habitat hidup sekitar 600 simpanse, menggunakan kredit mikro sejak tahun lalu.

Di sekitar Gombe sekarang banyak penanaman pohon. Beberapa jenis pohon tumbuh lebih cepat dan cocok untuk kayu bakar. Para perempuan tak perlu lagi jauh-jauh mencari kayu bakar, dan dengan begini hutan yang ada juga tidak dirusak. Jenis pohon lain digunakan untuk reboisasi. Langkah ini dikombinasikan dengan aturan pemerintah Tanzania bahwa masyarakat desa harus melindungi 10% wilayah negara untuk pelestarian alam. Ini adalah kemajuan yang bagus. Mereka menata wilayah sedemikian rupa, sehingga ada zona hijau di sekitar taman nasional dan dua koridor ke wilayah lebih terpencil, di mana monyet jenis lain hidup.

"Dua tahun lalu saya melihat daerah berbukit di belakang Gombe sama sekali gundul. Sekarang daerah itu dijejali pepohonan setinggi tiga puluh kaki. Semuanya hijau. Saya menangis terharu karena proyek ini berhasil. Kami tidak tahu apakah simpanse menggunakan koridor ini untuk berhubungan antara satu kelompok dan kelompok lain. Ini satu-satunya kesempatan mereka bertahan hidup. Sekarang, hanya ada sekitar seratus simpanse, dan mereka harus berkembang biak dengan kelompok simpanse lain untuk kelangsungan hidup jangka panjang. Jadi koridor dibangun, dan sekarang simpanse-lah yang berperan, apakah mereka mau menyelamatkan diri."

Walaupun sukses, Goodall tidak berniat istirahat. Apalagi berhenti. Ia sama sekali tidak berencana menyerah karena sekarang simpanse terancam punah akibat perburuan. Daging-daging monyet, ular, buaya dan hewan langka lainnya dari hutan Afrika sangat populer di Asia. Daging-daging ini juga bisa ditemukan di restoran-restoran mahal di Amerika dan Eropa.

Goodall tak akan menyerah. Ini demi masa depan anak-cucu, katanya.

Lihat juga:
Budongo Forest

Jane Goodall Institute
Program anak muda Roots & Shoots
Taman Nasional Gombe Stream
Roots and Shoots Tanzania

 

 

Sorry, you need to install flash to see this content.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET