Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
100 Tahun ANC
Avatar Elles van Gelder
Map
Yohannesburg, Afrika Selatan
Yohannesburg, Afrika Selatan

Seabad ANC: Dari Perjuangan ke Kekuasaan

Diterbitkan : 11 Januari 2012 - 11:10am | Oleh Elles van Gelder (Foto: Elles van Gelder)
Diarsip dalam:

Gerakan pembebasan tertua di Afrika merayakan ulang tahun yang ke-100 Minggu (08/01). Puncaknya adalah pidato dari Ketua ANC Jacob Zuma. Walau tariannya mungkin menghibur, tapi isi pidatonya tidak berisi.

Gema lagu kebangsaan menggaung di garasi milik Noma-Russia Bonase di Tokoza, Yohannesburg timur. Wanita ini mengubah garasinya menjadi ruang tamu lengkap dengan karpet, kursi dan lemari televisi besar. Para tetangga dan teman berkumpul untuk bersama-sama menyaksikan perayaan seabad ANC.

Puluhan ribu orang berpakaian hijau-emas, warna Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) berbondong-bondong menuju kota Bloemfontein untuk merayakan 100 tahunANC, yang jatuh pada akhir pekan.
Presiden Jacob Zuma hadir di Gereja Wesleyan, tempat didirikannya partai pada 1912.

Acara utama adalah pawai di stadion sepakbola dan pidato presiden.

Tidak ikut
Orang-orang yang datang ke garasi milik Tokoza tidak bisa atau tidak mau berangkat ke Bloemfontein. “Saya sebenarnya mau pergi,” kata Conrat Dlamini. “Transportasi memang gratis tapi saya tidak tahu makannya nanti bagaimana pas di sana. Saya tidak punya pekerjaan.”

Bonase memutuskan tidak pergi karena ia bisa lebih bagus mendengar pidato lewat televisi di garasinya daripada di stadion.

Ibu berumur 44 tahun beranak lima ini ingin mendengar apa yang akan dilakukan Zuma untuk memperbaiki hidupnya dan keluarganya. Ia adalah anggota Kelompok Khulumani, kelompok yang dibentuk untuk membantu para korban apartheid.

Ia berencana menganalisa pidato Zuma dalam pertemuan kelompoknya. Ia mencatat pidato Zuma.

Sementara Afrika Selatan merayakan apa yang sudah dilakukan ANC di masa lalu, ini adalah juga saat untuk melakukan refleksi tentang masa kini dan juga masa depan. Banyak warga Afrika Selatan yang berpendapat ANC belum mewujudkan janji-janji mereka sejak berkuasa pasca apartheid pada 1994.

Pertumbuhan ekonomi memang naik, tapi masih banyak orang yang tinggal di gubuk-gubuk dan jurang antara si kaya dan miskin makin besar saja.

Gagal mewujudkan janji?
Heidi Holland yang baru saja menyelesaikan buku 100 years of struggle, Mandela’s ANC (100 tahun perjuangan, ANC pimpinan Mandela) berpendapat sangat sulit bagi gerakan pembebasan ini untuk berubah menjadi pemerintah.

“Anda bisa melihat sisa-sisa praktek gerakan pembebasan tua dalam tubuh ANC,” katanya ketika ditemui di Yohannesburg. “Kita bisa lihat tanda-tanda cenderung otoriter yang harusnya digantikan dengan pendekatan demokratis liberal.”

Menurutnya kegagalan partai ini antara lain disebabkan rendahnya kualitas SDM akibat rendahnya pendidikan warga kulit hitam Afrika Selatan selama masa apartheid. Tapi, ia juga melihat kurangnya kemauan.

“Pelayanan membutuhkan kerja keras dan orang-orang dengan semangat pengabdian. Menurut saya mereka tidak begitu perduli.”

Masa depan, bukan masa lalu
Zuma terkenal sebagai penari kawakan, tapi tidak untuk pidato-pidatonya. Separuh dari penonton di garasi keluar saat Zuma mulai pidato. “Dia ngomong sejarah saja,” kata Bonase. “Kami tahu sejarah. Kami ingin tahu apa rencana ke depan untuk memperbaiki hidup kita. Saya memberi ANC kartu merah.”

Zuma sadar dengan masalah yang dihadapi ANC, ia menyatakan partainya harus “mengalahkan kepentingan kelompok” dan mengambil “langkah penting untuk memulihkan nilai-nilai utama, menghapus praktek faksionalisme dan mempromosikan disiplin politik.”

Namun kata Holland kita sering mendengar kata-kata ini tapi belum pernah ada aksi.

Ini adalah tahun politik paling penting untuk ANC. Akhir 2012 akan dilakukan pemilihan ketua partai baru. Partai ANC terpecah-pecah dan Zuma harus memfokuskan diri untuk menyatukan fraksi-fraksi yang terpisah kalau ingin terpilih kembali.

Siapapun yang menjadi ketua ANC bisa dipastikan akan terpilih menjadi presiden.

Sejarah
Dukungan terhadap Partai ANC sebagian karena sejarah perjuangan pembebasan, tapi selain itu karena warga kulit hitam Afrika Selatan tidak punya alternatif lain yang mereka percaya. Untuk generasi muda mungkin sejarah tidak akan lagi penting.

Seorang gadis 16 tahun yang tinggal di seberang Bonase menyatakan ia akan mengevaluasi kinerja ANC dalam tahun-tahun ke depan sebelum memutuskan akan memilih siapa. “Saya punya sudut pandang yang berbeda karena saya tidak merasakan rasa sakit yang mereka alami. Kalau ANC berprestasi saya akan pilih tapi kalau tidak ya saya pilih partai lain.”

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET