Kalangan pegiat HAM, aktivis dan pemerhati kehidupan beragama di Indonesia, mengimbau, agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjaga kebebasan beribadah. Trend gangguan, serangan dan penggusuran gereja meningkat sejak lima tahun terakhir ini, terutama di sekitar Jakarta dan Jawa Barat.
Menurut survei terbaru Setara Institut, dalam setengah tahun ini, jumlah serangan di Bekasi melonjak, hampir dua kali lipat. Tapi, mengapa Presiden diam saja, seru mereka dengan nada hampir putus asa. Sementara itu, upaya penyegelan juga terjadi terhadap Masjid Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat.
Menyegel tempat ibadah merupakan langkah terakhir negara. Upaya menutup Masjid Ahmadyah di Kuningan, salah satu pusat Ahmadiyah di Indonesia, itu gagal, karena perlawanan kuat dari dalam kalangan Ahmadiyah sendiri.
Meningkat
Namun sebagian terbesar upaya penyegelan berhasil, terutama menyangkut tempat tempat ibadah para jemaah non-Islam. Survei terbaru Setara Institut menunjukkan serangan dan gangguan itu meningkat dari 18 kali pada tahun 2008 hingga 28 kali sepanjang Januari hingga Juli tahun ini. Para pelakunya bermacam-macam, demikian laporan Setara.
"Pelaku pelanggaran terbanyak adalah jelas pemerintahan daerah, 12 kali. Kemudian massa. Massa ini anonim, sepuluh kali. Kemudian warga, ini warga ada lima kali. Kemudian FPI, empat kali. Dan ormas-ormas Islam lainnya seperti FUI, GARIS, PERSIS, GPI, MPS, Muhammadiyah, itu masing-masing satu kali. Terus terang kami merasa concern karena pemerintah pusat tidak memberikan reaksi apa pun terhadap peristiwa yang sebetulnya sudah terjadi secara sistematis dan berulang-ulang dan terjadi dalam lima tahun terakhir ini."
Diam
Kasus-kasus hampir serupa. Celakanya, biasanya, penguasa setempat memilih diam atau membiarkan, demi ketenangan publik, ketimbang menjaga hak hak warga, demikian tutur Pendeta Luspida Simandjuntak, dari Gereja Pondok Timur, Bekasi.
"Karena apa yang kami usahakan selalu bentrokan dengan massa. Sudah hampir lebih 15, 16 tahun kita beribadah di sini. Kita tidak mempunyai tempat beribadah yang permanen. Ibadah yang ada di Pondok Timur, itu pindah rumah ke rumah."
Maka tak mengherankan kasus-kasus seperti ini diwarnai nada nyaris putus asa.
"Terakhir usaha kami, kami siap membeli satu bangunan. Tinggal menandatangani hitam di atas putih. Tiba-tiba sekelompok massa sudah membuat spanduk 'Rumah ini bisa dijual, tetapi tidak untuk gereja'. Jadi semuanya mentok di tengah jalan. Kami beribadah di tempat yang sudah disetujui oleh pemerintah. Itu lahan kami ternyata kami diganggu lagi di tempat. Dan tanggal 18 Juli kami didatangi oleh massa kurang lebih 500 orang, dikawal oleh aparat keamanan kurang lebih 200. Aparat keamanan mendesak HKBP Pondok Timur untuk keluar dari tempat supaya situasi kondusif."
Kesaksian serupa juga diberikan pegiat HAM, Ibu Ade Rostina Sitompul.
"Polisi 200 orang, kami diserang, polisinya diam. Sama sekali tidak bergerak. Polisi nonton. Begitu juga dengan kasus-kasus lain. Ini ada apa sebenarnya."
Kejahatan negara
Meninjau dari segi hukum, pengacara Saur Siagian pun mengambil kesimpulan yang tak terelakkan lagi.
"Ini kalau menurut saya kejahatan negara yang sangat luar biasa. Karena hak beribadah tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun."
Kasus kasus diatas menunjukkan negara masih juga dibelit warisan tiga dasawarsa Orde Baru yang lebih mengutamakan ketenangan masyarakat, tanpa mengindahkan hak hak konstitusional warga lainnya.
"Setara menuntut supaya negara bersikap. Anak-anak melihat sendiri. Mereka melihat apakah ini negara yang kami cintai. Sudah saatnya Presiden SBY harus menunjukkan commitment. Kalau tidak kami tidak tahu lagi apa yang akan dilihat dari republik ini."
Demikian Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institut, dan sekian pula laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta.





















Sudah bukan rahasia lagi di negara ini, minoritas khususnya orang Kristen diberangus hak - haknya, meskipun itu adalah hak yang paling mendasar, yakni hak untuk beribadah.
SKB 3 menteri adalah bukti nyata... peraturan yang dibuat untuk menghalangi/ menghambat hak - hak kaum minoritas (ditengah kaum mayoritas)
Ironis!!!
Perlukan negara campur tangan/ mengatur dengan undang - undangnya soal Hubungan Manusia dengan Tuhan... Jika ya... undang - undang yang mana? Apakah Tuhan juga harus tunduk terhadap undang - undang buatan Negara???
Stop kekerasan di negeri ini dengan mengatas namakan agama.
memprihatinkan,..minoritas menjadi bulan2an orang2 yang menganggap dirinya paling suci....
mari kita yang minoritas ini bersatu padu melawan penindasan ini...jangan takut....
Saya kira, kekerasan dan pelanggaran kebebasan beribadah yang dialami oleh umat Kristen di Indonesia pada dasarnya adalah karena umat Kristen oleh kelompok mayoritas di Indonesia dianggap sebagai orang Kafir. Maka itu, sentimen anti Kristen tidak dapat dipungkiri. Maka itu, pejabat pemerintah yang membiarkan pelarangan dan perusakan Gereja oleh masyarakat juga dibiarkan, walaupun itu adalah jelas-jelas Pelanggaran Konstitusi (Padahal, Pejabat yang melanggar amanat konstitusi selayaknya dilengserkan, bukan?)
@Anonymous : Apa yang anda maksud dengan tempat ibadah ?
Kalau anda sembahyang dan atau sembahyang berjamaah di rumah anda sendiri, apakah itu bukan ibadah ?
Kalau anda mengadakan pengajian (sering sampai dengan 40 orang atau lebih, tergantung besar-kecilnya rumah yang mengadakan pengajian) di rumah anda sendiri, apakah itu bukan ibadah ?
JANGAN MELARANG ORANG, KALAU KITA SENDIRI MELAKUKANNYA, KITA JANGAN MAU MENANG SENDIRI.
NEGARA INDONESIA BERDASARKAN pada PANCASILA dengan Undang-Undang Dasarnya UUD.45,
INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA, BUKAN NEGARA yang BERDASARKAN pada AGAMA ISLAM saja, BUKAN NEGARA dengan Undang-Undang Dasarnya Syariah Islam.
Marilah kita BACA KONSTITUSI INDONESIA dengan CERMAT, TELITI dan CERDAS.
Marilah kita BERAGAMA dengan CERDAS, BERAGAMA dengan PAKAI AKAL/(sorry) "OTAK", INGAT : AKAL/"OTAK" ANUGERAH ALLAH SWT, JANGAN SIA-SIAKAN, MENYIA-NYIAKAN AKAL/"OTAK" = MELECEHKAN ALLAH SWT.
utk tmn2 nasrani kita harus bs menyesuaikan lingkungan, memang tdk baik kl rumah tempat tinggal dijadikan tempat ibadah. dan saya mohon bagi kaum nasrani gak usah mengeluarkan komentar yg sekiranya tdk perlu diucapkan. nanti akan mengakibatkan akan terjadi permusuhan. ikuti aja apa yg ada disekelilingnya.
benar sekali, semua harus saling menghormati.
untuk teman teman Muslim, juga jangan minta dihormati saja, tapi tunjukkan juga penghargaan bagi umat lain.
Beri kesempatan mereka mendirikan tempat ibadah agar tidak sampai terpaksa memakai ruko sebagai tempat ibadah.
SBY tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya berkata-kata manis seolah-oleh keadan baik-baik saja.
Bukannya SBY tidak tau, tapi jika ia bertindak, terlalu berat beban yg harus ditanggung.
Tidak usah kita berharap pada seorang manusia, karena setiap kejadian pasti ada dalam rencanaNya, orang-orang yg "menganiaya" itu sebetulnya iman nya lebih tinggi dari pada orang kebanyakan, cuma kebetulan ada di jalan yg salah.
Percayalah Mukjizat akan segera terjadi...
Makin keras tindakan mereka ,makin besar pengampunan yang akan Tuhan berikan,dan makin banyak jiwa yang akan bertaubat.
baca artikel di http://indonesia.faithfreedom.org/doc/
Aminn...Betul sekali pak. Bukankah Paulus dulunya juga pembunuh Kristen? tapi kemudian berbalik menjadi Hamba Tuhan yang setia. Kristen semakin dibabat semakin merambat. Sejarah sudah membuktikan. semakin kristen merasa nyaman, semakin kristen lengah. tapi bukan berarti kristen tidak membalas segala tekanan. Baca juga perkembangan kristen di Indonesia diTabloid Reformata
Mengapa sby diam saja ? mengapa juga Barat/Amerika Serikat diam saja, ini bukan masalah mencampuri urusan dalam negeri orang, tapi MASALAH HAK AZASI MANUSIA, MASALAH KEBEBASAN yang MATI-MATIAN juga DIPERJUANGKAN BARAT/AMERIKA SERIKAT DI SELURUH DUNIA, setidak-tidaknya itulah yang diGEMBAR-GEMBORkan BARAT/AMERIKA SERIKAT ke seluruh dunia.
ANEH memang, ADA APA dengan sby, ADA APA dengan BARAT/AMERIKA SERIKAT ?
BARAT/AMERIKA SERIKAT memang suka ANEH, ZAMAN DULU MENDUKUNG PARA DIKTATOR, SEKARANG MENDUKUNG PEMIMPIN KORUP DAN ANTI NON MUSLIM di INDONESIA !
Padahal MENGUSIR KAUM NON MUSLIM seenaknya, MERUSAK dan MEMBAKAR RUMAH IBADAH NON MUSLIM DI INDONESIA TERMASUK KATAGORI PERBUATAN TEROR/TERORIS !
ADA APA dengan BARAT/AMERIKA SERIKAT ?
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.