Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Thijs Westerbeek
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Saat-saat Indah bagi Skeptisi Iklim

Diterbitkan : 4 Februari 2010 - 4:52pm | Oleh Thijs Westerbeek van Eerten (www.flickr.com)
Diarsip dalam:

Skandal demi skandal sekitar panel iklim PBB atau IPCC, datang silih berganti. Informasi dalam berbagai laporan ternyata disembunyikan atau bias, gunung es ternyata melelehnya jauh lebih lamban.

Selanjutnya: Belanda tidak berada di ambang banjir. Kesalahan terakhir, sesudah melalui inspeksi mendalam, tidak lebih dari kesalahan ketik, berasal dari sebuah lembaga think thank Belanda mengenai Lingkungan dan Perencanaan Ruang (PBL).

Itu mencakup dua data, yaitu bagian wilayah Belanda yang saat ini berada di bawah permukaan laut, sekitar 26%, serta wilayah yang terancam bahaya apabila permukaan laut naik, sekitar 29% (bertambah 3%). Kedua prosentase itu, akibat alasan yang tidak diketahui, ditambahkan satu sama lain.

Sudah tidak bisa dicari lagi bagaimana persisnya kesalahan itu terjadi. Akibatnya, tiba-tiba saja publik menyangsikan keandalan IPCC.

Direktur Maarten Hajer dari think thank PBL menjelaskan mengapa pakar iklim PBB ceroboh.

"IPPC bukanlah sebuah organisasi birokratis besar dengan kantor pusat di mana bekerja ribuan orang, tapi adalah sebuah panel yang didirikan oleh 180 negara anggota PBB di lembaga-lembaga keilmuan di dunia. Mereka membantu dalam mengumpulkan semua pengetahuan mengenai iklim. Organisasi jejaring, begitulah, dan karena itu memiliki masalah koordinasi yang sangat besar''.


Hobi lingkungan

Struktur raksasa yang kompleks itu merupakan akibat konsensus internasional yang dibutuhkan untuk memformulasikan kebijakan lingkungan. Apabila direksi pusat berada misalnya di New York, maka negara-negara sedang berkembang akan dengan mudah berpikiran: 'itu hobi lingkungan negara-negara kaya, kita tidak akan ikut membayari'. Jadi semua publikasi ilmiah mengenai iklim dan perubahan iklim yang ditawarkan, semuanya ikut dipertimbangkan.

Hal ini tidak bisa dicegah, demikian Hajer. "Di mana orang bekerja, pasti ada kesalahan'. IPPC bisa saja melakukan kontrol kualitas sebanyak-banyaknya, membangun sebanyak mungkin 'saringan' untuk memilah-milah, tapi keslahan akan tetap saja terjadi. Namun pada garis besarnya, aras keilmuan tetap terpelihara. Demikian dikatakan direktur PBL.


Masalah Citra

Sebaliknya, panel iklim menggali kuburannya sendiri, kata skeptisi iklim Belanda Salomon Kroonenberg:
"Saya melihat bahwa IPCC sekarang tidak hanya memiliki masalah citra, yang terpenting mereka juga bermasalah dengan integritas ilmu pengetahuan. Kedua, saya juga melihat IPPC sibuk menggali kesimpulan. Kesimpulan tersebut adalah bahwa manusia bertanggung jawab atas pemanasan global."

Bingung
Peneliti Maarten Hajer juga mengakui bahwa pencemaran citra memang terjadi. Ia bisa membayangkan bahwa orang-orang bingung dan bertanya-tanya apakah mereka akan melakukan pengorbanan finansial yang sia-sia karena pondasi ilmu pengetahuan tidak cukup solid:

"Itu bukan kesimpulan yang benar. Insiden-insiden yang muncul sama sekali tidak berhubungan dengan kesimpulan umum IPCC: terutama bahwa efek rumah kaca terjadi dan bahwa kita harus melakukan sesuatu atas emisi gas asam arang.


Siapa?

Pertanyaan yang tersisa adalah: apakah ada orang yang bisa disalahkan? Haruskah IPCC menunjuk siapa yang bersalah? Menurut Maarten Hajer, itu omong kosong. Kalaupun ada kesalahan-kesalahan serius yang terjadi, itu bukan kesalahan satu orang. Tapi pendapat Salomon Kroonenberg lebih keras:

"Apa yang harus terjadi adalah re-evaluasi ilmu pengetahuan dari data-data yang sudah ada. Saya khawatir, petinggi-petinggi IPCC tidak mampu melakukan hal itu."

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET