Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle kabinet yang sarat muatan politik. Ia ingin menerapkan manajemen politik, sehingga dia tetap bisa berpengaruh setelah lengser.
Marie Elka Pangestu, Mentri Perdagangan, diisukan juga bakal diganti. Menurut Hendardi, Ketua BP Setara Institute, kalau SBY memang menggeser orang-orang yang tergolong kelompok minoritas, ini berarti presiden menyimpang dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar kabinetnya, sekalipun reshuffle ini tidak impresif. Berikut wawancara Radio Nederland dengan Hendardi.
Hendardi: "Reshuffle ini impresif penuh muatan politik. Yang penting bagi SBY adalah bagaimana dia turun dengan baik dan dengan itu dia tetap menanamkan orang-orang kepercayaannya di kabinet ini, termasuk juga di kepala BIN. Ia juga mengangkat sekian banyak wakil menteri untuk menerapkan semacam manajemen konflik, sehingga menteri itu tidak bisa terllau leluasa dan keduanya, baik menteri maupun wakil menteri akan melapor kepadanya."
Negatif
"Selanjutnya SBY juga ingin memastikan pengaruhnya terhadap kesuksesan mendatang dan kekuasaan mendatang bahwa dia tetap punya pengaruh. Nah, reshuffle ini harus dilhat dalam konteks itu," lanjut Hendardi.
Jika kita mengharapkan bahwa akan ada sesuatu yang mengejutkan dari reshuffle ini, ternyata tidak. Kejutannya justru dalam konteks negatif, bahwa sekian puluh menteri mengisi kabinet. Sementara harapan kita agar menteri-menteri yang buruk harus diganti, itu tidak akan terjadi dan sebenarnya juga bukan surprise karena bisa dilihat dari sikap SBY selama ini.
Takut
Apalagi terhadap ketua-ketua politik yang duduk dalam kabinet. "Saya kira SBY sendiri tidak berani mencopot mereka, sekalipun mereka bermasalah. Katakanlah Suryadharma Ali, di dalam konteks kebebasan agama yang sering menggiringnya ke arah kepentingan politiknya sendiri. Atau Muhaimin Iskandar yang belakangan terjadi masalah korupsi di departemennya. Presiden tidak berani mengganti mereka. Itu artinya, dia lebih menjaga kepentingan koalisi politik dan ketenangan berkoalisi itu ketimbang melakukan reshuffle yang memang berguna buat rakyat," kata Hendardi.
Di samping itu juga, andaikata Marie Elka Pangestu disingkirkan dan beberapa orang dari kelompok minoritas, itu melawan prinsip SBY di dalam pembentukan kabinet dulu, bahwa salah satu prinsipnya adalah Bhinneka Tunggal Ika.
Tapi kita masih menunggu apakah prinsip itu masih digunakan atau dikorbankan, juga untuk kepentingan sendiri: turun dengan baik dan memastikan dia terus bisa berpengaruh dalam suksesi dan politik yang akan datang.






















Bapak SBY musti nonton videonya sendiri tentang kenapa dia tidak berani datang ke Belanda pada tanggal 6 Oktober 2010 berlalu.
http://www.rnw.nl/bahasa indonesia/article/wattilete-rms-sah-sejak-1950
Dia harus akui bahwa, karena Pemerintah RMS diluar negeri menggugatnya sebagai president kriminal dan penjahat perang dan harus ditangkap dan dipenjarakan di penjara Belanda di Den Haag. Itu alasan yang sebenarnya tapi dalam videonya dia bilang organisasi yang menamakan dirinya RMS. Itu namanya president pengecut, tidak berani bilang Pemerintah RMS diluar negeri. kalau tidak berani membuktikan bahwa anda itu president pengecut dan penakut. Kenapa harus takut bang, abis buat salah sih jadinya gitu. Benar ngga?
Indo Cina, Indo mi, Indo Eropa, Indo Jerman, Indo Belanda, Indo Papua Barat, Indo Makasar, Indo Maluku, Indo Jawa, Indo Bali, Indo Sumatera, Indo Kalimantan, Indo Manado, Indo Belgia, Indo Bangkok, Indo Tailan, Indo Maleisya, Indo Singapore, Indo JAWA, lalu INDONESIA tanpa ada putusnya. Sekaligus langsung INDONESIA. Ini tidak tau dimana letaknya negara dan bangsa ini? Aku pasti akan berperkara dengan pemerintah Indonesia untuk menanyakan keabsahan Indonesia itu yang bagaimana? jangan main intimidasi saja lalu orang dipaksa mengaku saja. Cina saja ada Indonya, Mi juga, masakan INDONESIA itu langsung tanpa ada alasannya? Ini perbuatannya siapa? Konyol juga ni.
Segala yang terjadi di Papua barat dan Ambon hari ini, Kamis 20 Oktober 2011, adalah perbuatan BIN, TNI dan POLRI. Jam 3 dini hari yang hening, dimana semua orang dalam keadaan terlenah dan bermimpi enak, tiba tiba diserangi batu batuan yang merusak dan melukai rakyat jelata, adalah taktik BIN, TNI dan POLRI. karena jam malam seperti itulah, tugas rutin POLRI dalam menjaga keamanan kota dan Rakyat, seharusnya tetap siaga. Jadi tugas malam POLRI dan TNI dimalam itu menjadi tanggungjawab mereka. President SBY juga sebagai seorang jenderal TNI tau dengan tepat situasi keamanan negara dan rakyatnya. Jadi peristiwa Papua barat dan Ambon hari ini, benar benar adalah permainan BIN, TNI dan POLRI. Aku tidak bohong, tapi itu kebenaran.
INDONESIA adalah negara yang pernah kalah dalam berperang dengan Malisya ditahun 1963
dan ditandatangani oleh Soeharto sebagai penderita kekalahan perang. ***
*
Indonesia atau RI dan NKRI adalah nama dari negara yang pernah kalah dalam berparang dengan Malaisya dan Singapore ditahun 1963. Kehebatan Soekarno dengan menggunakan kata kata sangsekerta seperti Bineka tunggal ika dan Nasakom, Berdikari dll, dalam memikat hati rakyatnya untuk berperang dengan Malaisya dikala itu, pada akhirnya kalah dan Soehartolah yang dijadikan sebagai alat "Penandatanganan Kekalahan Perang" dengan malaisya sebagai bukti bahwa, pemerintah Indonesia mempunyai Indonesia, tetapi tidak dapat membuktikannya. Sehingga beberapa kali bersengketa dengan Malinsya, tetap saja Malisya dipihak kemenangan. Karena pemerintah Indonesia sendiri, tidak memiliki pembuktian bernegara yang asli dan benar. Semuanya Palsu dan dongengeng. Jadi Indonesia itu negara yang kalah dalam berperang dengan Malisya. Jadi jangan lagi menunjukan segala macam komentar Soekrno seakan menang, pada hal tipu. INDONesia kalah berperang dengan malisya dan itu telah ditandatangani oleh Soeharto. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless RMS amin.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) benar benar adalah seorang president kriminal international yang sekarang ini, menjadi president RI dan NKRI di Jakarta. Dia benar benar adalah seorang tokoh kriminal international, karena dalam berbagai kegiatan TNI selama ini, baik dari Timur Timur sampai dengan di Ambon dan Poso di Sulawesi, ternyata dialah biang keladinya. Dia paling pintar memuungkiri diri dari semua itu, namun fakta dilapangan membuktikan bahwa, itu semua adalah permainannya bersama beberapa jenderal dan kolonel yang semuanya terus bersembunyi dibalik semua tragedi. Indonesia benar benar adalah negara ilegal, karena tak pernah ada pembuktian bernegara secara pasti dan benar dalam sejarah dunia tentang kedaulatan negara Republik Indonesia (RI)dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang ada pada pemerintah RI dan NKRI ialah Pemalsuan semua DOKUMENT PBB dan negaranya sendiri. (1). Menguasai territorial integritas Negara Republik Maluku Selatan (RMS) adalah bukti pemalsuan DOKUMENT PBB dan negaranya sendiri. (2). Hukum dan perundang undang negara KUHPRI dan UUD 1945 adalah fakta nyata tentang pemalsuan semua DOKUMENT PBB dan negaranya sendiri. (3). Peta bernegara yang berbujur dari Sabang sampai ke Maroke, itu adalah bukti nyata tentang kepalsuan DOKUMENT PBB dan negaranya sendiri. (4). Dan ada banyak lain lagi yang nanti dibuktikan sebagai pemalsuan Dokument PBB dan negaranya sendiri. Terlebih lagi, negara Indonesia itu sendiri adalah bukti nyata tentang pemalsuan bernegara. Jadi semua yang menamakan dirinya pemerintah Indonesia itu, siapapun dia, adalah termasuk kriminal international termasuk juga semua KBRInya dimana saja. Karena semuanya terlibat secara nyata nyata dalam berkepalsuan bernegara dan berbangsa. Indonesia negara ilegal dan semua sistem pemerintahannya, adalah kriminal international termasuk SBY dan kabinetnya. Pemerintah RI dan NKRI benar benar adalah pemerintah "Penjahat Perang" Katakanlah bahwa, selama mereka masih terus bercokol dalam territorial integritas Negara Republik Maluku Selatan dan menguasainya, maka mereka disebut sebagai ilegal dan "Penjahat Perang" Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless RMS amin. Standing still and let God move, He'll make a way for you.
Bale ka Piru lewat Souhuku, minta batal jadi tentara, Cakalele Alifuru adat Maluku, Bina Graha cari perkara. 29 Juni 2007 di Ambon bersama SBY dan istrinya. _ Gali cacing masuk penjara, muka murung mata tamasu, cari hakim untuk negara, semua hukum ternyata palsu. _ Parau Makasar menuju Malaisya tada pancuran di Semarang, walau dipaksa mengaku Indonesia, ada peraturan yang melarang. _ Indonesia negara yang tidak mempunyai dasar atau landasan bernegara yang benar. Segala dan semuanya adalah propaganda kepalsuan dan intimidasi TNI dan POLRI dengan intelejennya dari BIN di Jakarta.
Bapak President yang saya hormati, bagaimana pendapat Bapak sehubungan dengan kejadian dan peristiwa kejahatan TNI dan POLRI di Jayapura hari ini sehubungan dengan KONGGERS MRP III bangsa Papua barat itu? Apakah memangnya berkenan dihati Bapak bila tindakan dan perbuatan TNI dan POLRI melakukan berbagai tindakan kejahatan terhadap rakyat bangsa Papua dengan hak miliknya sendiri? Apakah tindakan semena mena oleh TNI dan POLRI dalam wilayah Tanah Bangsa Papua Barat itu dibenarkan Bapak? Apakah cara semacam itu, benar benar adalah milik dan bahagian dari pemerintah Indonesia dan negara RI dan NKRI? Terimakasih,
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.