Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Pasukan KNIL
Avatar Yunita Rovroy
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Rawagede dan Supa, Dua Peristiwa Berbeda

Diterbitkan : 21 Desember 2011 - 3:48pm | Oleh yunita rovroy (Foto: Tropenmuseum/H.M. van Dorp & Co.)
Diarsip dalam:

Pengacara Belanda, Liesbeth Zegveld, akan mendalami perkara sembilan janda desa Supa, Sulawesi Selatan. Suami mereka termasuk 200 laki-laki yang dibunuh pasukan Hindia Belanda pimpinan Kapten Raymond Westerling, 28 Januari 1947.

Dalam kunjungan ke desa Supa, pengacara terkenal Belanda sempat berbicara dengan sembilan janda. Namun, untuk menyelidiki kasus Supa, kesaksian para janda saja, tidak cukup.

Terkait:

Sebagai sumber informasi lain, Zegveld akan memakai Excessennota atau nota ekses (penelitian Belanda seputar kekerasan tentara Belanda 1945-1950 di Indonesia, Red.), serta hasil penelitian Institut Dokumentasi Perang Belanda (NIOD).

Perjuangan kemerdekaan
Pengacara HAM Internasional ini belum bisa memastikan apakah upaya menggugat pemerintah Belanda dalam kasus Westerling akan sukses. Peristiwa Supa terjadi semasa perjuangan kemerdekaan. Pada saat itu, bukan hanya tentara Belanda saja yang berperan, orang Indonesia juga mengangkat senjata untuk melawan.

“Kami akan melihat siapa saja yang akan melaporkan diri pada kami. Apa kejadian konkritnya. Apakah yang ditembaki adalah orang bersenjata, atau tahanan, atau warga yang kebetulan berada di desa itu. Informasi ini sangat relevan sebelum kami bisa melangkah lebih jauh,” ungkap Zegveld kepada Lembaga Penyiaran Publik Belanda (NOS).

Dua bulan
Zegveld berharap bisa cepat merampungkan penelitian karena para penggugat umurnya sudah sangat tua. “Saya membutuhkan sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyelidiki kasus ini, sebelum bisa mengambil langkah berikut.”

Ketika ditanya apakah kasus Supa bisa dibandingkan dengan Rawagede, Zegveld menjawab: “Kita harus berhati-hati membandingkan dua kasus ini karena pada umumnya sangat berbeda. Lagipula Kapten Westerling dan komandan yang bertanggungjawab atas kejadian Rawagede, dua tokoh berbeda.”

Rawagede lebih sederhana
Kepada Radio Nederland, sejarawan Roeshdy Hoessein mengatakan masalah Rawagede lebih sederhana, karena laporan militernya ada. Tim pelakunya sudah diperiksa dengan detil.

Lain halnya dengan kasus Sulawesi Selatan. Banyak hal belum jelas dan perlu diselidiki lebih jauh, di antaranya ketidakjelasan soal jumlah korban tewas. Versi militer Belanda mencapai 4000 orang, sedangkan pihak Indonesia menyebut angka 40.000 jiwa.

Tembak tengkuk
Berapa pun angkanya, yang jelas Kapten Raymond Westerling telah memporakporandakan Sulawesi Selatan, kata Liesbeth Zegveld. “Banyak sekali kuburan dan monumen di sana.”

Westerling antara lain dikenal karena kampanye kontra-teror berdarah di Sulawesi Selatan 1946-1947. Di kawasan ini ia menjalankan aksi yang, menurut sejarawan Roeshdy Hoessein, cukup ekstrim.

“Ia mengadakan pemeriksaan, tuduhan dan eksekusi di tempat.” Eksekusi dilakukan melalui cara tembak tengkuk. “Itu proses eksekusi kilat. Orang disuruh berbalik menghadap ke belakang. Dia kemudian ditembak di tengkuk dari jarak dekat, sekitar 10-20 sentimeter. Mati dia.”

Permintaan maaf
Menurut Roeshdy Hoessein Belanda memang selayaknya meminta maaf atas kejadian ini. Namun, tambahnya, tindakan-tindakan yang dilakukan pihak Indonesia pun bisa dimintakan maaf.

“Pihak Indonesia juga bisa melakukan permintaan maaf. Ini adalah suatu proses penilaian ulang daripada hubungan kedua negara yang historinya sangat panjang itu,” tutur sejarawan Indonesia ini kepada Radio Nederland.

Jeffry Pondaag, Ketua Komisi Utang Kehormatan Belanda (K.U.K.B) berpendapat Belanda harus minta maaf atas kejadian di Sulawesi Selatan. Dalam acara televisi Belanda “Altijd Wat” ia berkata “sudah jelas apa yang terjadi di sana”.

Selain permintaan maaf, Pondaag juga mengharapkan ganti rugi untuk para sanak saudara korban.

Pada tanggal 9 Desember lalu, negara Belanda meminta maaf secara resmi kepada keluarga korban pembantaian Rawagede, Jawa Barat. Tujuh janda mendapatkan ganti rugi masing-masing 20.000 euro.

Diskusi

Anonymous 23 Desember 2011 - 12:49pm

Bukan Belanda saja yang menggunakan kekerasan tapi Republik Indonesia sendiri adalah biangkerok kekerasan lihat aja pembunuhan/pembantaian jutaan orang pada tahun 1965-1966 dengan tuduhan komunis. Karena menurut cerita yang menjadi saksi mata kekejaman tsb. sampai-sampai sungai tak lagi berisi air, tapi penuh dengan bongkahan kepala manusia. Dan sebagian dari kepala-kepala itu ada yang ditanam di dalam kolong jembatan sebagai tumbal. Anak-anak kecil pun tidak luput dari pembantaian. Para warga Jawa Timur yang dituduh PKI. Lihat http://dannyreviews.com/h/The_Indonesian_Killings.html

UDIN 21 Desember 2011 - 6:14pm

Sebenarnya, kata maaf, itu tidak mungkin karena apapun bila menyangkut Indonesia saja, maka itu suatu perbuatan kejahatan International. Indonesia yang memulai melakukan berbagai terror dan penyerangan diberbagai kediaman dan kekuatan militer Belanda. Tindakan Indonesia ini, dapat disebut sebagai tindakan gerombolan pengacau, karena tidak ada Indonesia. Dan kalau yang dimaksudkan itu, Indonesia Jawa, maka itu agaknya lain. Jepang masuk dunia ketimuran, bukan di Indonesia, karena pada waktu itu, Bali itu sendiri, NTT itu sendiri, Maluku itu sendiri, Papua itu sendiri, Sulawesi itu sendiri, Borneo itu sendiri, Jawa itu sendiri. baca ulang tex proklamasinya. Yang dimaksudkan dengan Indonesia itu, yang mana? "Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia" Indonesia yang bagaimana itu? Pendek kata, Indonesia itu negara palsu dan liar. Abis perkara.

Sapalaki 22 Desember 2011 - 6:27pm

Kan Indonesia itu harus terus dibilang agar tiada seorangpun yang lupa bahwa, Indonesia itu negara yang dibentuk dalam negara tindis negara dan hancurkan negara lalu minta diakui oleh Belanda. Ini namanya membangun rumah dalam rumah tindis rumah dan hancurkan rumah. jadi Indonesia itu negara yang hancur karuang adat saja. Indonesia itu apa sesungguhnya? Negara, bangsa atau bangsat? Indonesia sesungguhnya sudah lenyap dan tiada. Indonesia sekarang ini, adalah Indonesia kepalsuan dan ilegal. Itu fakta hukum, apakah mau ditinjau dengan model hukum yang bagaimana sekalipun, tetapi apabila dibilang hukum, maka Indonesia benar benar adalah negara kepalsuan dan ilegal, itu fakta hukum. Tidak ada satu hukum diatas muka bumi ini, yang bisa membenarkan INDONESIA sebagai negara berdaulat. Tidak ada bahkan tiada. hukum tetap hukum. Karena hukum adalah landasan kebenaran dan bukan kepalsuan. lihat model hukum TNI yang kini mulai digarapkan kedalam peran hukum Indonesia. Ini baru bilang bahwa, hukum kepalsuan dari satu negara palsu dan ilagal. Kalau pemerintah dari satu negara palsu dan ilegal membuat hukum, maka semua bentuk hukumnyapun palsu dan ilegal.

formz 23 Desember 2011 - 12:58pm

Indonesia berdiri melalui asas hukum internasional yang disebut "Uti possidetis juris". Sebaiknya anda baca dan mengerti dulu asas ini baru berkomentar.

Manieken 24 Desember 2011 - 9:39am

Hukum yang anda maksudkan itu, namanya hukum tipu daya. Karena tidak ada satu negara bahkan PBBpun tidak turut terlibat dengan kedaulatan NKRI dengan menggunakan methode hukum kepalsuan yang anda maksudkan. Aku bisa taruan dengan anda menyangkut Indonesia dengan penentuan hukum yang bagiamanpun. sekalipun anda menyiapkan sejuta ahli hukum sekalipun, aku takan undur menghadapi mereka. dengan penggunaan hukum yang anda maksudkan. Kapankah hukum yang anda maksudkan itu mulai berlaku? Mungkin hanya Indonesia saja yang berlaku pada hukum yang anda maksudkan, selain itu tidak.

Camat Tangkuban Prahu 21 Desember 2011 - 10:01pm / Tangkuban Prahu

Teringat saya, pada waktu invasi Jepang di Hindia Belanda itu, tidak ada Indonesia. Jadi pemerintah Indonesia yang dimulai dari Sukarno membual Indonesia, membuat semua orang tertaraik dan menyebutnya negara dan bangsa. sebenarnya kalau mau tau Indonesia dengan sesungguhnya, musti teliti betul PROKLAMASI 17 agustus 1945. pada saat itulah, nama Indonesia disebut. Dan tidak tau Indonesia itu berbentuk republik atau kerajaan atau kesultanan. Mana yang benar, Indonesia 17 agustus 1945, Indonesia 17 agustus 1950 atau NKRI 17 agustus 1945? Dan kalau begitu, maka Indonesia ini, benar benar berstatus negara kepalsuan dan ilegal. Dan pemerintahnya harus segara keluar dari Bumi Papua Barat dab Territorial integritas Negara Republik Maluku Selatan. terimakasih.

Lurah 22 Desember 2011 - 5:55pm / Indonesia

Pak Camaat pak Camaat..Anda itu lulusan mana to?

Kruts 22 Desember 2011 - 5:11pm

apakah anda pernah dengar tentang tentang asas hukum internasional "UTI POSSIDETIS JURIS" ? baca dulu baru nanti anda bisa paham dan berkomentar. Biar komentarmu tidak seperti orang mabuk

rolnad 22 Desember 2011 - 7:10am / belanda

Kalau di dengar cerita orang-orang dari maluku/ambon, kelihatan mereka itu orang bayaran yang tinggal kebanyakan di daerah lainnya. Dan jika dilihat pula poto-poto lama, mereka ini memanggul senjata dan berdiri di depan pula. Jadi mereka ini adalah keturunan pembunuh bangsa indonesia dan dilarikan dari tempat-tempat mereka tinggal diluar daerah karena takut di bunuh orang lokal indonesia di waktu itu. !!!!

demos 22 Desember 2011 - 6:58am

Kalau menurut kalian Indonesia tidak ada, yah jangan disebut-sebut terus dong, kok nyebut-nyebut yang tidak ada,
kalau tidak ada yah sudah tidak ada, beres. Kalau kalian menyebut nama Indonesia lagi, berarti Indonesia ada, ngerti gak sih???

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET