Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 25 Mei  
Yvonne Apono
Avatar tanjung
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Ranesi Berhenti Seperti "Putus" dengan Belanda

Diterbitkan : 23 Juni 2012 - 9:00am | Oleh Eka Tanjung (Foto: Yvonne Apono)
Diarsip dalam:

Akhirnya, sesudah 65 tahun setia menemani pendengar dan pembaca, Radio Nederland Siaran Indonesia dengan berat hati mohon diri. Kali ini untuk waktu tak terbatas. Menandai berakhirnya era Ranesi, kami siapkan berbagai artikel khusus tentang Ranesi, mitra, dan tentu saja pendengar.

Yvonne Apono, menyayangkan penghentian siaran Bahasa Indonesia Radio Nederland. Sejak 33 tahun lalu pertama kali mendengar suara Sam Pasaribu, jendela telinganya tidak lepas dari Radio Nederland Wereldomroep (RNW). Tidak lama lagi itu akan putus!

Ikatannya dengan Belanda mendarah daging, bukan saja lewat RNW tetapi dari keturunan. Ayahnya berasal dari Ambon dan ibunya adalah seorang wanita keturunan Indonesia Belanda. Di rumah wanita penyuka travelling itu dididik secara Belanda sehingga dia sangat fasih berbahasa Belanda.

Bahasa Belanda
Separoh perbincangan dengan awak Ranesi pun berlangsung dalam bahasa Belanda. Dia masih sering menggunakan bahasa Belanda sampai sekarang. “Saya masih punya kontak dengan satu keponakan yang tinggal di Belanda. Kami berkomunikasi dalam bahasa Belanda.”

Wanita yang berdomisili di Jakarta itu merupakan pendengar siaran bahasa Indonesia dan bahasa Belanda di RNW. Sejarah berkenalan dengan Radio Hilversum muncul sejak mendengar Warta Berita, Gema Warta tahun 1979. “Saya senang mendengar kabar dan liputan tentang Belanda.”

Nina Nanlohy
Nama-nama penyiar yang paling terkenang adalah Paul Harmusial, Sam Pasaribu, Gijs Jochem. “Mereka mengasuh acara-acara tentang Belanda dan hubungannya dengan Indonesia.”

Sementara penyiar “baru” yang paling berkesan bagi wanita berbadan mungil itu adalah Nina Nanlohy dengan acaranya “Kotak Pos”. Ditanya soal alasannya, bu Yvonne mengatakan “Nina Nanlohy pernah menelpon dan berbincang di udara, setelah dia menerima SMS yang saya kirimkan. Hal itu sangat berkesan dan berarti banyak bagi pendengar seperti saya.”

Selain Ranesi, Yvonne Apono juga mendengarkan radio lain internasional. “Saya mendengar juga Radio Singapura, DW, BBC, Suara Amerika, Suara Malaysia.” Namun demikian ditambahkan bahwa dirinya kurang minat dengan radio FM karena kesannya tidak langsung dari luar negeri.

Mengapa oh mengapa?
Menanggapi rencana penutupan siaran Indonesia, ia sangat menyesalkan. “Sayang sekali, kenapa sih?! Kenapa tidak mengikuti radio lain yang masih mempertahankan website mereka.”

Penutupan siaran Bahasa Belanda dan Indonesia RNW merupakan pukulan berat baginya karena dia memiliki ikatan kuat dengan Belanda. “Saya sebenarnya warga Belanda dan bisa diakui sebagai orang Belanda. Tapi karena ada administrasinya tidak lengkap maka Ibu Yvonne tidak mendapat santunan dari pemerintah Belanda.”

Putus Belanda
“Pada tahun 1943 kami sebenarnya bisa pindah ke Belanda, tapi karena nenek menderita sakit astma dan ayahnya tidak tahan dingin maka diputuskan tetap tinggal di Indonesia.” Sedianya Radio Nederland merupakan penyambung hubungan Indonesia dan Belanda, tapi dengan penutupan ini jadi terputus.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...