Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 19 Juni  
Map
Dili, Timor Leste
Dili, Timor Leste

Ramos-Horta: Taur Matan Ruak Harus Segera Rekonsiliasi

Diterbitkan : 17 April 2012 - 11:09am | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: Aboeprijadi Santoso)
Diarsip dalam:

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dalam wawancara khusus dengan Radio Nederland sehari setelah pemilu presiden, mendesak agar pemenang Pilpres, Mayor Jenderal Taur Matan Ruak, segera melakukan rekonsiliasi dengan Ketua Fretilin, Francisco Lu Olo Guteres.

Kemenangan Jendral Taur dianggap sebagai kejutan, juga bagi Ramos-Horta, salah satu capres yang kalah. Mengapa Taur yang didukung PM Xanana Gusmao menang, dan apa implikasinya?

Meski hasil final belum ditetapkan, namun jelas José Maria Vasconcelos, alias Taur Matan Ruak (Dua Mata Tajam) akan menjadi Presiden Timor Leste ketiga untuk masa bakti 2012-2017. Hasil dengan selisih suara yang cukup berarti ini mengagetkan kebanyakan pengamat, termasuk Presiden Ramos Horta.

Dari 670an ribu elektorat, hasil pilpres di tiga distrik terpenting misalnya Ermera dan Dili menunjukkan Taur mendapat sedikitnya 65% suara. Sementara Fretilin, bahkan di daerah basis tradisionalnya yaitu Baucau, hanya meraih kemenangan tipis yaitu 55% banding 45%.

Dengan kata lain, Taur menang cukup telak.

Fretilin kalah telak
Fretilin ibarat ibu kandung Timor Leste. Almarhum Presiden pertama, juga salah satu pendiri Fretilin, Francisco Xavier do Amaral, pernah mengatakan “Fretilin itu seperti tidur di atas sejarah”. Kalimat kriptis ini bermakna: Fretilin berjalan ke depan seolah dimanjakan oleh sejarah. Yang terakhir ini merupakan sebuah kritik.

Gerakan revolusioner Timor Leste tahun 1975 yang terilhami gerakan kiri di Mozambik itu, memang mengalami banyak perubahan. Semasa perjuangan di pertengahan tahun 1980an, peranannya digeser oleh Front Nasional CNRM pimpinan Xanana Gusmao.

Sejak Timor Leste merdeka tahun 2002, Fretilin berubah menjadi partai politik dan menuntut restorasi legitimasi peranannya selaku gerakan nasional yang melahirkan kemerdekaan.

Namun sejak itu setiap kekalahan Fretilin menjadi kemenangan Xanana Gusmao. Pada saat yang sama, Xanana boleh saja memenangi Pilpres pertama 2001, tapi ketika Xanana memerintah sebagai Perdana Menteri dengan Kabinet Fretilinnya Mari Alkatiri, pecahlah krisis 2006.

Alkatiri jatuh karena terlambat memanfaatkan bonansa minyak untuk memenuhi kebutuhan peluang kerja generasi baru.

Bonansa minyak
Betapa pun, bagi rakyat awam, Fretilin dan Xanana tersimpan di hati sebagai simbolisme pengorbanan besar dan perjuangan berat melawan pendudukan tentara Indonesia yang brutal. Empat tahun terakhir, Fretilin menunjukkan dirinya selaku oposisi yang sehat, meski pemerintahan PM Xanana tidak selalu efektif dalam menjaga koalisinya.

Ketika bonansa minyak menghasilkan pertumbuhan cepat di negeri termiskin di dunia ini, kemakmuran yang meningkat itu hanya dinikmati oleh sebagian pihak yang berkuasa. Infrastruktur dan jaringan listrik terbengkalai, sementara kelas menengah baru, mirip di Indonesia, mulai menikmati mall dan juga hasil korupsi.

Independen
Rakyat sebagian cenderung putus asa, atau memilih pragmatis. Yang pertama menjadi tak peduli, membuat Pilpres babak kedua ini sepi, atau memilih calon yang didukung oleh pemerintah yang mulai menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekali pun timpang.

Kedua hal itu amat menguntungkan Taur Matan Ruak, calon yang resminya calon independen namun didukung oleh PM Xanana Gusmao.

Namun ada juga indikasi bermainnya mesin politik CNRT ala Xanana. Mesin tak resmi yang disebut "struktur klandestin" turun ke rumah-rumah, juga mesin mantan kelompok pembangkang Railos (Vicente de Conceicao), keduanya bekerja menggalang atau 'mengintimidasi' di akar rumput disamping struktur resmi CNRT.

Sementara Fretilin hanya bekerja dengan mekanisme resmi saja.

Agaknya dan trend latar itulah yang membuat Fretilin kalah, meski pun partai ini tetap dihormati, terorganisasi rapi, dan dipimpin oleh Lu Olo, seorang mantan gerilyawan yang mampu beradaptasi dan mulai matang berpolitik.

Kebalikannya, Taur meski pun sama- sama berjuang dengan Lu Olo selama hampir dua setengah dawasarsa, adalah seorang militer yang baru kemarin menginjak panggung politik.

Ini tampak dari nafsu dan intensitas kampanye Taur yang sudah turun ke 100an desa sebelum kampanye resmi, sementara Lu Olo lebih tenang, matang, dengan - percaya diri- yang barangkali berlebihan.

Taur - Xanana
Apakah tampilnya seorang jendral lewat pemilu ke pucuk negara akan membawa politik kemiliteran? Mayjen Taur Matan Ruak ingin membuat kepresidenan Timor Leste bukan sekedar seremonial, melainkan berbobot sistim semi-presidensial.

Mirip Soeharto, Taur menghabiskan seluruh karirnya sebagai tentara dan baru menjabat sipil saat menjadi presiden.

Kepada Radio Nederland, Taur menegaskan akan melanjutkan upayanya menjalin persahabatan dengan Indonesia dan kerjasama dengan TNI. Siapa pun presiden baru Timor Leste, dia tak akan membawa perubahan dalam hubungannya dengan Indonesia.

Walhasil, Pilpres ini hanya berbobot dalam negeri, khususnya penyelenggaraannya dan implikasinya bagi pemilu parlemen. Meski kampanye dan penghitungan tertib tanpa kerusuhan yang berarti, tapi ada pembakaran dan intimidasi.

Pilpres ini telah membawa Timor Leste ke tahap demokrasi yang lebih matang. Ujian berikut adalah pemilu parlemen 7 Juli mendatang. Taur, mitranya Xanana, telah menang. Kini giliran Xanana harus memenangkan partainya, CNRT, dalam parlemen jika ingin menyusun koalisi yang kuat daripada yang sekarang.

Maka kembali Xanana akan berhadapan dengan Fretilin. Kalau CNRT menang besar, tak ada masalah. Tapi kalau harus berkoalisi, Xanana pasti tak akan pilih Fretilin, melainkan partai terbesar ketiga sebagai mitra, yaitu Partai Demokrat (PD) yang isinya adalah generasi muda jebolan sekolah-sekolah Indonesia.

Dengan menggandeng PD, Xanana akan mengantar generasi baru ke kekuasaan negara di Timor Leste, dan dengan begitu, barangkali akan berakhir pula persaingan Xanana dan Fretilin yang mewarnai perjalanan panjang Timor Leste.

Diskusi

Anggota MPR 20 April 2012 - 5:46pm / Indonesia

Apapun juga, Timur Leste sudah merdeka dan berdaulat dan tak dapat diganggu gugat. Sedangkan NKRI bukanlah negara merdeka dan berdaulat mutlak. Inilah yang menjadi permasalahan besar dikalangan MPR sekarang ini. Hal mana disebabkan karena begitu banyaknya informatie menyangkut NKRI tidaklah sah dan palsu. Untuk itu, pada tanggal 16 April 2012 MPR menggelar seminar menyangkut keutuhan NKRI dengan berpedoman pada 4 pilar negara, namun terdapat kendala pada fakta bahwa, NKRI bukanlah negara merdeka dan berdaulat. Jadi bangsa Timur Leste selamat beruntung, karena kalu bersatu dengan NKRI, nasibmu malang bahkan air mata setiap hari. Selamatlah bagimu Timur Leste. Jangan meniru ceritra orang Indonesia, karena semuanya rusak dan palsu.

sebastiao Massa 20 April 2012 - 9:48am / Timor-Letse

Dalam pemilihan presiden parlamen mendatang bagi siapapun menang dalam pemilihan tersebut yang pertama:
-memenangkan hati masyarakat dan hidup sejahterah.
-menjadi negara yang hidup aman dan sejahterah
-dan yang terakhir pesan, saya dukung semua partai marilah bergandeng tangan bersama-sama membangun negara kita hidup bahagia dan sejahterah bagi masyarakat dan aman dalam negara..
Obrigado boas susesu...

Mouzinho T. Correia 18 April 2012 - 2:24pm / Timor-Leste

Meskipun banyak kalangan memberi jempul adanya kematangan politik di Timor-Leste namun kalau sistem struktur klandentin masih merupakan salah satu sara dalam menggalng masa, hal ini sama sekali bertentangan dengan nuansa demokrasi. Karena metode tersebut cenderung menggunakan intimidasi dan money politk. Fenomena ini tidak mencerminkan demokrasi yang diharapkan oleh rakyat Timor-Leste.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...