Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
FrittaFMRamadhan di Merauke Dingin Tapi Rukun
Avatar tanjung
Map
Merauke, Indonesia
Merauke, Indonesia

Ramadhan di Merauke Dingin Tapi Rukun

Diterbitkan : 10 September 2009 - 1:29pm | Oleh Eka Tanjung
Diarsip dalam:

Ramadan di Merauke diwarnai dengan suhu yang kotras antara siang dan malam. Bulan puasa ditandai dengan sikap toleran terhadap kaum muslim pendatang.

Australia
Sulistyo dari radio Fritta FM Merauke ketika dihubungi telepon menyebutkan perbedaan suhu antara siang dan malam yang cukup besar. Malam lebih dingin dan siang terasa panas. Menurut Station Manager di Fritta FM itu perubahan suhu ini dipengaruhi iklim di Australia. "Karena di benua Australia sedang musim maka terasa di Merauke juga. Sore menjelang malam sangat dingin dan siangnya panas sekali."

Toleransi
Perubahan suhu tidak mempengaruhi kerukunan beragama di sana. "Toleransi beragama di kota paling timur Indonesia itu sangat baik," kata Sulistyo dari radio Fritta FM Merauke. Kota ini memiliki keragaman budaya dan agama itu. Perbandingan penduduk pendatang mayoritas muslim dan penduduk asli menganut kristiani diperkirakan imbang.

Penghormatan tampak di tempat-tempat umum. "Warung-warung makan yang tutup di siang hari. Dan minimnya orang yang makan dan minum di jalan-jalan, selama Ramadhan ini," tutur Sulistyo.


Dangdut

Sehubungan dengan bulan Ramadhan ini Radio Fritta yang mengudara pada 103,5 FM juga membuat program khusus ceramah Ramadhan dan musik dangdut. Ditanya alasannya, Sulistyo mengatakan "itu sudah tradisi kami di setiap bulan ramadhan, memutar dangdut yang pas untuk anak muda, biar semarak," katanya semangat.

Terkait:

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET