HILVERSUM (RNW) – Redaksi Radio Nederland merilis "Kompas Pemilu" (Kieskompas) online menghadapi pemilihan parlemen di Mesir. Situs yang dikembangkan bersama dengan Vrije Universiteit (VU) Amsterdam bertujuan membantu untuk mengetahui kandidat mana yang harus mereka pilih.
Setelah pergolakan politik di Mesir dan lengsernya presiden Hosni Mubarak, maka Mesir akan menggelar pemilu bertahap 28 November. Kompas Pemilu ditujukan untuk menggalakkan keterlibatan para pemilih Mesir dan membantu mereka dalam memutuskan pilihan-pilihan politik.
Universitas Lokal
Berbagai pertanyaan dan gagasan disusun bersama-sama dengan ilmuwan politik Mesir. Selain itu pertanyaan-pertanyaan Kompas Pemilu juga diambil dari dokumen resmi, program partai politik atau pernyataan para pemimpin partai. Radio Nederland dan VU mengerjakan Kompas Pemilu Mesir bekerja sama dengan beberapa mitra media lokal dan universitas, seperti Al Jazeera, Al Hayat TV, Cairo University dan American University Cairo.
Kompas Pemilu bersifat independen dan tidak memiliki hubungan apapun dengan kandidat, partai atau pemerintah. Panduan Pemilu yang diadaptasi dari Kompas Pemilu Belanda sudah digunakan di 34 negara, termasuk Turki, Kanada dan baru-baru ini di Tunisia dan Maroko.
Kompas Pemilu mulai hari ini dapat diakses melalui www.bosala.org






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.