Puasa di musim panas lebih mudah dijalankan di Belanda daripada di Maroko yang sangat panas. Demikian pendapat mayoritas keturunan Maroko di Belanda.
Puasa tahun ini memang lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari jam 04.00 dini hari dan baru boleh berbuka sekitar pukul 10 malam. Atau berpuasa 18 jam lamanya.
Menunda liburan
Karena itu banyak keturunan Maroko di Belanda yang tahun ini menunda berliburan di tanah leluhurnya. Terutama untuk anak-anak, sangatlah berat bila harus berpuasa di panas terik. Karena dalam lima tahun mendatang Ramadhan jatuh di musim panas, kebanyakan orang Maroko pulang kampung saat liburan sekolah musim semi.
Minum obat
Yang menarik, karena waktu puasa yang panjang, banyak apotik Belanda menasihati para pasiennya yang muslim dan harus minum obat, bagaimana meminum obat selama bulan puasa ini. Itu karena waktu berbuka dan sahur yang pendek. Terutama untuk para pasien yang harus minum obat tiga kali sehari, sangatlah sulit mengatur waktu. Karena itu persatuan apoteker Belanda meminta para imam untuk membahas masalah ini sewaktu khotbah di mesjid.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.