Pemerintah Indonesia memperbolehkan investor asing berinvestasi dalam proyek jalur kereta api swasta untuk tambang batu bara di Propinsi Kalimantan Timur.
Proyek prasarana ini bernilai lima triliun dolar Amerika. Perusahaan berbasis di Dubai, yakni Trimes Group's MEC Holdings dan The Gulf Emirate of Ras al-Khaimah bekerja sama membangun jalur kereta api sepanjang 130 kilometer, berbiaya satu triliun dolar Amerika.
Jalur kereta api yang terbentang dari tambang batu bara Muara Wahau sampai ke Bengalon di pesisir timur Kalimantan ini adalah inti dari rencana pembangunan berintegrasi senilai lima triliun dolar Amerika. Rencananya juga akan dibangun pelabuhan baru, pusat tenaga listrik dan pabrik pencairan aluminium.

Flickr, slint4587.jpg)
















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.