Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 22 Mei  
Surat dari Kamp Konsentrasi Buchenwald
Avatar Joss Wibisono
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Proklamasi Kemerdekaan: Kejutan Selepas Kamp Konsentrasi

Diterbitkan : 11 Mei 2012 - 11:02am | Oleh Joss Wibisono (Foto: Herman Keppy)
Diarsip dalam:

Karena berani melancarkan perlawanan, tidak sedikit orang Indonesia dijebloskan dalam kamp konsentrasi Nazi. Bebas dari kamp dan mencoba pulih dari kekejiannya, mereka menghadapi kejutan besar. Perjuangan terdahulu, yang ditunda ketika Belanda diduduki Nazi sehingga perlawanan terhadap fasisme lebih mendesak, ternyata menjadi kenyataan.

26 Juni 1941 adalah hari yang tak terlupakan sepanjang hidupnya. Seperti kata pepatah - untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak - pada hari naas itu kehidupan Parlindoengan Loebis berubah sepenuhnya.

Terkait:

Mengubah haluan
Sebagai dokter muda lulusan Universitas Leiden yang baru buka praktek di Amsterdam, selain mengunjungi, Loebis juga banyak didatangi pasien. Pada hari di musim panas itu, ketika makan siang bersama istrinya Jo Soumokil, pintu rumahnya diketuk.

Semula dikiranya ada pasien yang tidak kenal jam praktek. Tapi ternyata dua orang tamu itu anggota Gestapo, dinas rahasia pendudukan Nazi Jerman yang memintanya ikut ke Euterpestraat, markas besar mereka. Sebentar saja, sebelum jam praktek sore ia sudah bisa pulang.

Sebentar itu ternyata berlangsung selama empat tahun. Parlindoengan Loebis dipindah-pindah dari Kamp Schoorl dan Kamp Amersfoort di Belanda ke kamp-kamp Buchenwald dan Sachsenhausen di Jerman. Dia alami sendiri kehidupan mengerikan dalam kamp.

Untung pada sebagian besar kamp itu Loebis bertugas sebagai dokter. Itulah yang menyelamatkannya. Parlindoengan Lubis menuliskan semua kekejian yang dialaminya dalam otobiografinya yang berjudul "Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi".

Pada buku itu antara lain bisa dibaca bahwa di Kamp Schoorl, Loebis bertemu Sidartawan, sekretaris Perhimpoenan Indonesia, PI. Sebelum perang, Loebis pernah menjabat ketua organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda ini.

Rupanya Nazi menganggap PI dekat dengan Partai Komunis Belanda CPH, sehingga seperti kalangan komunis, pengurus PI-pun ditangkapi. Kedekatan ini bukan kebetulan, maklum kalangan komunis adalah partai pertama yang menghendaki “Indonesië los van Holland”, Indonesia lepas dari Belanda. Demikian semboyan mereka pada pemilu 1918 di Belanda.

Yang tampaknya tidak diketahui Nazi adalah, ketika masih menjabat ketua, Parlindoengan Loebis justru membuka PI dari ketertutupan ketika masih dekat dengan pihak komunis Belanda. Sejarawan Belanda Harry Poeze dari KITLV di Leiden menunjuk bahwa Loebis mengubah haluan, mendekatkan PI dengan SDAP, partai sosial demokrat Belanda.

Anne Frank
Lulus sebagai dokter, tentu saja Parlindoengan Loebis juga melepas kedudukannya dalam Perhimpoenan Indonesia. Tetapi mengapa ia tetap diburu Nazi? Loebis tak bisa memastikannya. Alasan penangkapannya juga baru diketahuinya bulan Maret 1945, menjelang pembebasan dari Kamp Buchenwald.

Yang jelas, di Kamp Schoorl dia bertemu Sidartawan, Sekretaris Perhimpoenan Indonesia. Di situ dia juga mendengar: Nazi sebenarnya hanya berniat menangkap ketua PI. Tetapi Setiadjit, sang ketua, menghilang. Sidartawanlah yang tertimpa sial, ia harus “menggantikan” Setiadjit.

Ketua PI ini bersembunyi di bilangan De Jordaan, Amsterdam pusat, pasti tidak jauh dari rumah gadis Yahudi Anne Frank yang juga bersembunyi di rumahnya sendiri, menghindari Nazi.

Putra Maluku
Parlindoengan dan Sidartawan bersama-sama dipindah ke Kamp Amersfoort. Tapi di sini mereka berpisah. Dalam otobiografinya, Parlindoengan Loebis mencatat Maret 1942 Sidartawan dipindah ke Kamp Hamburg, dia ke Kamp Buchenwald. Dua kamp konsentrasi itu berada di Jerman.

Dari Kamp Hamburg, Sekretaris Perhimpoenan Indonesia Sidartawan masih dipindah ke Kamp-Kamp Neuengamme dan Dachau. Tapi penderitaan di dalam kamp konsentrasi ini melemahkannya. Kurang gizi, penyiksaan dan higiene yang tak bermartabat menyebabkan Sidartawan terserang tuberculosis.

Pada awal November 1942 ia tutup usia di Dachau.

Menurut catatan sejarawan Harry Poeze sampai delapan orang Indonesia tewas karena ditembak, disiksa atau sakit dalam kamp konsentrasi Nazi. Selain Sidartawan, misalnya ada nama-nama seperti Moen Soendaroe, Irawan Soejono, Victor Makatita dan Eddy Latuperisa. Dua nama terakhir adalah kadet akademi militer KMA di Breda, Belanda selatan.

Makatita ingin kembali ke Indonesia untuk ikut melawan Jepang, sedangkan Latuperisa aktif dalam gerakan bawah tanah. Tapi Nazi Jerman menangkap dan menghukum mati dua putra Maluku ini.

Penasihat komunis
Putra Maluku lain, Donald Poetiray, selamat dari kekejaman kamp konsentrasi, begitu pula adiknya Henk, walau keduanya masuk kamp yang berbeda. Demikian Herman Keppy yang meneliti dua bersaudara ini.

Menyimpan surat yang dikirim Donald dari Kamp Buchenwald kepada orang tuanya di Den Haag, Herman menekankan bahwa sebagai kelahiran Hindia Belanda, Nazi Jerman tidak menganggap Donald musuh. Karena itu dia diizinkan menulis surat kepada orang tuanya di Den Haag, termasuk menerima paket dari mereka.

Herman Keppy menunjukkan surat yang ditulis oleh Donald Poetiray. “Dia bukan orang bodoh, perhatikan bahasa surat ini.” Supaya lolos sensor, surat itu ditulis dalam bahasa Jerman dan tidak berisi kekejian di kamp. “Isinya lebih menarik lagi,” tutur Herman Keppy penuh semangat.

Dalam surat itu Donald Poetiray meminta ibunya supaya berkunjung ke rumah Tante Hendrien dan alamat itu ditulisnya. Sebenarnya keluarga Poetiray tidak kenal Tante Hendrien, tapi inilah pesan tersamar Donald bahwa di dalam kamp dia bertemu anak si Tante. Dengan begitu mereka tahu bahwa si anak berada di kamp, demikian Herman Keppy.

Donald ditangkap karena melarikan diri. Tidak jelas apakah Nazi memberitahu alasan itu, ketidakjelasan juga dialami oleh Parlindoengan Loebis. Baru pada tahun 1945, ketika sudah berada di Kamp Konsentrasi Buchenwald, Loebis tahu kenapa dia masuk kamp.

Ketika ditanyai nama dan asalnya, tanpa sengaja Parlindoengan melirik catatan penjaga Kamp Sachsenhausen, tempat interogasi berlangsung. Di situ tertera dirinya sebagai “penasihat pimpinan Partai Komunis Holland yang ilegal”.

Tuduhan ini menggelikannya. Dengan berolok-olok, kepada temannya ia sering menyombongkan diri sebagai “penasihat komunis”.

Buatan Jepang
Tak lama setelah itu Nazi bertekuk lutut, Parlindoengan Loebis bebas dari Kamp Buchenwald, walaupun dia harus ikut apa yang disebut mars kematian yang membawanya ke front sekutu. Donald Poetiray dibebaskan oleh Pasukan Sekutu pimpinan Jenderal Patton.

Orang-orang yang selamat itu kembali ke Belanda. Di Belanda, menyusul pembebasan pasukan sekutu, mereka yang bersembunyi juga keluar menghirup udara bebas, termasuk banyak orang Indonesia.

Pada saat inilah orang-orang Indonesia ini dikejut oleh perkembangan di tanah air. “Sebuah perkembangan yang tak terduga-duga,” demikian Harry Poeze. Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Di Belanda mereka sempat menunda perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan tanpa mereka sadari Indonesia menyatakan diri merdeka. Dengan hati-hati mereka dukung kemerdekaan Indonesia, maklum mereka harus memastikan dulu republik baru itu bukan buatan Jepang.

  • otobiografi Loebis<br>&copy; Foto: RNW - www.ranesi.nl

Diskusi

Senapati 16 Oktober 2012 - 7:44am / Indonesia

Waahh Waah Waah.. Dek.. Agustadi anda kan seorang Inlander Holland, coba belajar dulu yang benar yah...
Kakek & Nenek saya ikut perang jadi jangan bicara bohong tipu-tipu kayak gitu yah.. saya baca celoteh anda dan... waduh malu maluin aja.. he he he he... anda keliatan o'on nya
Hua..ha..ha..ha..ha...

Soumokille 7 Oktober 2012 - 5:06am / hollander

@agustadi,, anda hanya benalu yang sedang belajar sejarah suatu bangsa yang besar,,, luas wilayah belanda berapa sq km?? bandingkan dengan luas wilayah indonesia saat ini!!

agustadi ingin membodohi publik,, RIS itu dibentuk oleh BELANDA dengan dasar taktik DEVIDE ET EMPERA yaitu memecah bansa indonesia menjadi bagian bagian kecil dengan harapan bangsa indonesia akan silang pendapat dan berpeluang di adu-domba lalu perang saudara,, taktik BELANDA tersebut sangat mudah dibaca oleh pejuang-pendiri NKRI saat itu..

bangsa belanda terus merasa paling pintar, padahal justeru dari setiap statement mereka ditertawakan oleh seluruh bangsa Indonesia.. salam

Soumokille 7 Oktober 2012 - 4:51am / canadian

@agustadi,, saya tertarik dengan penyataan RAMPOK yang anda tuliskan,, mohon dijelaskan dengan terang , siapa yang merampok siapa dana apa yang dirampok,,

hingga hari ini bangsa netherland masih berhutang 150ribu ton emas kepada bangsa Indonesia dan sampai kapanpun bangsa Indonesia ankan tetap menagih hal itu kepada anak cucu generasi bangsa netherland kecuali mereka ( bangsa netherland ) hilang dari muka bumi ini..

salam MERDEKA

Hayasaki 16 Agustus 2012 - 9:01am / Indonesia

Bung Agustadi, catatan dan penfasiran sejarah tidak melulu dipandang dari sesuatu yang tertulis dan otentik tapi juga lebih dari suasana yang kuat bahwa kita harus merdeka dari penindasan, kesewenang-wenangan, pembunuhan, hukum yang memihak penguasa dan penguasaan ekonomi yang tidak adil, untuk itulah perasaan ke-Indonesia-an dan nasionalisme muncul, - satu indonesia - satu bangsa indonesia -.

perasaan takut atas kesewenang-wenangan bukan hanya datang dari orang Belanda atau Jepang yang menjajah indonesia, tapi juga dari penguasa-penguasa lokal (kerajaan) yang jauh dari rasa asasi manusia, karena itu indonesia muncul tanpa embel-embel "Republik" atau bentuk-bentuk negara lainnya. "Indonesia" tidak pernah merasa mengalihkan kekuasaan dalam bentuk apapun ke Belanda atau Jepang (yang mengalihkan adalah mereka para tuan tanah/ sultan/ raja/ dsbnya). Indonesia adalah pemuda-pemuda di era tersebut yang menuntut kemerdekaan dari sistem penjajahan termasuk feodalisme dalam bentuk apapun (baik lokal maupun impor).

Bangsa Indonesia, hanya ingin merdeka, seperti perjuangan nenek moyang terdahulu. terlepas dari sistem-sistem kenegaraan yang berkembang kemudian, apakah salah tidak menyebutkan bentuk negaranya? karena Indonesia adalah rakyat, Indonesia adalah bangsa yang terus tertindas sebelum merdeka dan menginginkan kemerdekaannya. karena itulah Soekarno selalu menyebut dirinya penyambung lidah rakyat. karena itu lah Soekarno (yang merupakan anggota BPUPKI dan PPKI tunjukan Belanda pada akhirnya berani mempertaruhkan nyawanya untuk) menyetujui kemerdekaan yang dipercepat pada tanggal 17 Agustus 1945 (yang diminta oleh pemuda-pemuda pejuang Indonesia), karena Indonesia menuntut kemurnian perjuangan untuk kemerdekaan. Indonesia tidak ingin menerima negara yang dibentuk oleh PPKI ataupun BPUPKI (bentukan Jepang yang diperintah menjaga Kopkamtib oleh Sekutu setelah kalah perang) atau pun RIS karena itu "Kemerdekaan ini untuk Indonesia", bukan untuk gerakan "Republik" bukan untuk gerakan "Komunis" bukan untuk gerakan "Perjuangan Ulama", bukan untuk gerakan-gerakan lainnya yang secara sporadis ada di Indonesia kala itu. Soekarno sebagai penyambung lidah Rakyat, menyatakan kemerdekaan itu untuk Indonesia dari Bangsa Indonesia.

cukup bermain kata-kata dan kepinteran yang sempit, rasakan sejarah itu. Kemerdekaan ini untuk Bangsa Indonesia, permasalahan Bangsa Indonesia kemudian memilih Republik, memilih lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Garuda Pancasila sebagai lambang negara maka itu dilakukan setelah Bangsa Indonesia mengumumkan/ memproklamasikan kemerdekaannya.

RIS adalah konsep negara yang sudah direncanakan oleh Belanda dan sekutunya sesuai mandat yang dipegang Belanda selama mereka menjajah Indonesia dari raja/sultan/uleebalang/penguasa lokal di Indonesia. RIS sudah mempunyai sistemnya sendiri dan mempersiapkan pemimpinnya sendiri. dan sejarah membuktikan Bangsa ini menolak RIS.

de jure dan de facto Indonesia dengan bentuk NKRI telah diakui oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia ini dan PBB, kalau cuma Belanda saja yang belum mengakui NKRI yah sudah lah, Belanda dari dulu kan terlalu "letterlijk", kepala batu dan tidak bisa menerima pendapat orang lain apalagi kalau itu bekas yang dijajahnya.

Kemenlu Jepang pada tahun 1944 pernah membuat pernyataan sebagai berikut atas perintah untuk menyerahkan kedaulutan Indonesia kepada Sekutu (dalam hal ini Belanda), dimana Jepang yang kalah perang diminta untuk tidak memberikan celah kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia:

"Kalaupun kemerdekaan Indonesia akhirnya gagal ditegakkan dalam perundingan-perundingan diplomasi setelah selesainya perang...bahkan para musuh tidak mampu mengingkari suatu kebenaran mutlak bahwa kemerdekaan pasti menyusul setiap perkembangan suatu bangsa".

Bangsa Indonesia bukan bangsa pengemis kemerdekaan dan itu sudah dibuktikan bahwa Indonesia merdeka dengan usaha (darah dan perjuangan)nya sendiri bukan dibantu Jepang ataupun Sekutu ataupun RIS/ buatan Belanda.

Merdeka!

Andi 7 Juni 2012 - 6:49am / Indonesia

Dear Pak Agustadi, sering2 main ya ke Indonesia, biar saya gantung hidup2.. Kakek saya seorang pejuang kemerdekaan, dan darahnya hanya dibasahi ke negeri yang dia cintai ini. Silahkan anda berceloteh, atau mampir ke negeri saya ini, saya jamin anda tidak akan bisa berceloteh disini

ibing 24 Mei 2012 - 12:27pm

Mas Agustadi sudahkan anda menlakukan saran saya, yaitu memeriksakan diri ke dokter ahli jiwa atau terapi jiwalah sebentar saja, saya khawatir semakin lama gangguan jiwa anda semakin parah, melihat NKRI semakin besar, semakin jaya dan semakin memiliki posisi penting di dunia. He...he... he...
Ada yg lupa nich, tolong jelaskan penipuan dan kebohongan apa yg dilakukan NKRI thd anda, karena NKRI sama sekali tdk mengenal anda. Atau kalau ingin dikenal di Indonesia, anda pasang iklan saja, spt orang yg mau kampanye begitu. Dijamin anda akan dikenal. tapi jangan pake bahasa Belanda kampanyenya, masyarakat Indonesia hampir tdk mengenal lagi bahasa Belanda.

ibing 16 Mei 2012 - 10:23am

Untuk sdr.yg anonymus (lupa nama atau tdk punya nama)
Sedikit saja saran atau nasihat dari saya, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter ahli jiwa. kelihatannya anda penuh marah, emosi, negative thinking dsbnya. Coba pikirkan dgn seksama dan dgn kepala dingin. NKRI itu negara besar yg tdk perlu diuji lagi kedaulatannya. Anda mau berceloteh apa saja, tdk ada pengaruhnya thdp kami bangsa Indonesia. he..he...he... selamat menikmati sakit jiwa anda. Saya tunggu marah-marahnya lagi asyik, kalau menurut teman saya emosinya anda itu asyik-asyik geli. Nah pasti sekarang ubun-ubun anda lagi ngebul, hati-hati jangan mukulin anak-istri anda.. itu melanggar HAM.

Agustadi 19 Mei 2012 - 7:13am

Memang dasar kalian yang tidak tau belajar yang hanya membeo seperti kerbau, dimanakah NKRI itu merdeka dan berdaulat kerbau? Itukan tipu. Jadi anda ini berkeras tapi pada jalan jalan tipu dan bohong 100%. Masakan kalian yang katanya sudah SARJANA masih belum juga mengerti status kedaulatan satu negara, itukan konyol. Bantah dong pemerintahmu. Bilang bahwa, NKRI itu negara palsu dan ilegal. Jangan diam saja, kalian kira satu hari nanti tidak diminta pertanggung jawabnya? NKRI besar tapi bukan miliknya mas. Itu namanya RAMPOK MILIK ORANG. Ngerti ngga?

tatung 21 Mei 2012 - 9:02pm

Engga, engga ngerti mas. dan saya bangga dengan NKRI

ibing 15 Mei 2012 - 11:39am / indonesia

Mas agus, apapun pekerjaan anda tidak penting, yang penting anda memahmi sejarah perjuangan bangsa indonesia. Tgl 17 januari 1948 yg and maksudkan disitu adalah pengakuan thdp Republik Indonesia yg berdaulat. Sedangkan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tgl 17 Agustus 1945. Ini dua hal yg berbeda. Saya yakin anda cukup bependidikan, jadi cerna sesuatu dgn akal yg sehat, jangan emosional dan tendensius. Kalau memang anda bukan warga negara Indonesia dan tdk suka dgn NKRI, yg jangan utak-atik NKRI. Cukup anda jadi warga negara Belanda yg baik saja. Demikian. salam hormat.

Anonymus 15 Mei 2012 - 5:42pm

Nah ini dia ni, sipenipu dan pemutar balik fakta dan sejarah muncul lagi dengan ceritranya yang serba lulu lantak. Ini anda mau tipu siapa dengan konsep penipuan yang tiada punya kemaluan itu? Saudara Agus telah memberikan keterangan yang pasti dan jelas, sekarang anda datang dengan akal bodohmu mengkaburkannya, sadar dong. Apa yang terkandung didalam otakmu aku juga mengetahuinya, tapi apa yang saudara Agus jelaskan itu hal tertutup dari ajaran sejarah di Indonesia. Sejarah Indonesia yang diajarkan selama ini, benar itu sejarah tipu dan palsu. Aku malu kalau mengakui diriku warga Indonesia, tau ngga, karena sekarang baru aku mengerti bahwa, pemerintah kita di Jakarta memanipulasi fakta sejarah dengan jalan mengintimidasi siapa saja. akhirnya semua sejarah Indonesia itu adalah sejarah pincang dan penipuan dan juga sejarah palsu dan omongkosong. Mana yang benar dari semua itu? RI, NKRI mana yang benar? Itu tipu atau palsu? Anda tidak bisa bilang kepadaku bahwa Republik Indonesia yang berdaulat, kapankah Republik Indonesia itu berdaulat? jawabanmu itu namanya penipu dan pendusta sejarah. RI yang mana yang berdaulat? Buanglah sarjanamu itu ditong sampah dan kalau anda seorang dosen di UI misalnya, sebaiknya kembali kekampung saja lalu piara kambing dari mengajar mahasiswa dengan ajaran sejarah palsu dan tipu. Ibing, engkau terlalu pekah menjadi pahlawan yang melawan.

Agustadi 15 Mei 2012 - 3:11am / Malaysia

Halo, nama saya agus, saya penjual lontong dan ketoprak itu lho teman temaan

Agustadi 11 Mei 2012 - 3:01pm

Tex Proklamasi Sukarno - Hatta. "Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal hal yang mengenai pemeindahan kekuasaan dan lain lain, akan diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat singkatnya. Jakarta 17 - 8 - 1945. Atas nama bangsa Indonesia, Sukarno - Hatta". Ini tex proklamasi atau Reklame jual lontong dan ketoprak?
*
Kenapa kalian tidak membicarakan persetujuan Renville 17 Januari 1948 yang memberikan Indonesia mendapatkan REPUBLIKNYA dan beribu kota JOGJAKARTA, malah tex proklamasinya yang tidak berintikan negara dan republik? Kenapa kalian tidak membicarakan RIS dengan KEDAULATANNYA pada tanggal 27 December 1949 tapi tex proklamasi yang intinya tidak bermakna apapun?
*
Lalu dimanakah Kedaulatan Republik Indonesia Serikat itu? Kalau Kedaulatan RIS dihancurkan, maka Indonesiapun ikut terhancur pula. Itukan logikanya.
*
Kalau tex proklamasi 17 agustus dibicarakan, lalu bagaimana dengan Kedaulatan RIS 27 Decmeber 1949 tidak dibicarakan, ini namanya penipu atau pemalsu sejarah dan ketentuan hukum INternasional. Pemerintah NKRI benar benar adalah pemerintah penipu dan pemalsu semua dokument PBB dan negaranya sendiri. Inikan bukti nyata yang tidak boleh kita sembunyikan. Agus.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...