Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 24 Mei  
Avatar Bari Muchtar
Map
Hiversum, Belanda
Hiversum, Belanda

Politisi Indonesia Konservatif Soal Kewarganegaraan Ganda

Diterbitkan : 29 Februari 2012 - 3:10pm | Oleh Bari Muchtar (Foto: a_rabin)
Diarsip dalam:

"Mari kita dukung gagasan dwikewarganegaraan." Demikian tulis Jennie S. Bev, seorang penulis asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat di The Jakarta Post.

Dalam tulisan tersebut ia memaparkan manfaat berwarganegara ganda. Antara lain membuat warga lebih bebas untuk berbisnis di luar Indonesia. Informasi ekonomi dan alih teknologi bisa terjadi tanpa kendala atau batas.

PPKG
Di Facebook ada upaya pendataan warga Indonesia terutama yang tinggal di luar negeri yang mendukung agar UU Kewarganegaraan RI direvisi lagi, sehingga Indonesia memperbolehkan kewarganegaraan ganda. Misalnya orang Indonesia yang berwarganegara Belanda bisa juga tetap memegang kewarganegaraan Indonesianya.

Terkait:

Sebenarnya Undang-Undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia, sudah membolehkan dua kewarnegaraan, tapi hanya berlaku bagi anak sampai usia 18 tahun. Gerakan PPKG (Pendataan Petisi Kewarganegaraan Ganda) tersebut menginginkan agar kewarganegaraan ganda itu berlaku untuk semua umur.

Eva Sundari, anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menilai mayoritas politisi Indonesia masih menentang kewarganegaraan ganda. Berdasarkan pengalamannya sebagai anggota Panja UU Imigrasi, yang diperbolehkan doubble passport (paspor ganda) hanya anak-anak.

Maksudnya anak-anak yang orang tuanya terdiri dari orang asing dan warga negara Indonesia.

"Begitu mereka dewasa harus milih," katanya. Jadi anak-anak ini setelah umur 18 harus memilih apakah mau menjadi WNI atau warga negara asing, yakni kewarganegaraan salah satu orang tuanya.

Masih konservatif
Eva Sundari menambahkan, dalam waktu dekat Indonesia belum akan setuju dengan dwi warganegara. "Jadi kita masih konservatif dalam urusan ini," katanya kepada Radio Nederland. Pendapat anggota DPR ini berdasarkan pengalamannya ngetes-ngetes pendapat para politisi lain.

"Responnya tetap resisten terhadap ide dual citizenship (kewarganegaraan ganda, Red.) itu," ujarnya.

Ditanya apa pendapatnya pribadi tentang hasrat warga Indonesia terutama ibu-ibu yang bersuami orang asing dan tinggal di luar negeri untuk menggolkan dwikewarganegaraan, Eva Sundari mengatakan ia menerima rasionalitasnya.

"Tapi karena kenyataan politik belum ke sana mending bagi saya untuk kampanye penghapusan hukuman mati," katanya kepada Radio Nederland.

Ratna Batara Munti dari YLBH APIK, lembaga bantuan hukum untuk perempuan, mengatakan, tujuan UU no.12 tahun 2006 adalah untuk melindungi warga Indonesia, misalnya anak-anak dari orang tua pernikahan campur, supaya jangan sampai tanpa kewarganegaraan.

Tidak mungkin
Namun mengenai kewargaan ganda buat semua umur ia melihat, masih banyak pihak yang tidak setuju. "Tampaknya tidak mungkin kita mengakomodir dwi kewarganegaraan," jelasnya.

Ratna menambahkan, banyak pihak di Indonesia, juga perempuan, yang mengkhawatirkan intervensi asing, kalau dibolehkan dwikewarganegaraan. Selain itu ada dampak sosialnya, tambahnya. "Misalnya keberadaan WNA yang dalam negeri kita, dikhawatirkan mengakibatkan kecemburuan sosial," katanya.

Meski ada catatan-catatan di atas, Ratna tidak menutup kemungkinan hasrat para pendukung kewarnegaraan ganda itu lambat laun bisa terwujud. Yang penting jangan sampai ada pihak yang dirugikan, tambahnya.

"Ada peluang untuk dwikewarganegaraan apabila dia memang akan kehilangan kewarganegaraannya, karena perkawinan misalnya." Demikian tegas Ratna Batara Munti dari YLBH APIK kepada Radio Nederland.

Diskusi

Mr.Nunusaku 16 Maret 2012 - 2:49am

Selama Indonesia dipimpin oleh wong Jowo keturunan Maling, dan melahirkan generasi penerus bangsa maling, akhirnya negara RI tetap miskin dan berada dalam kebodohan tidak pernah akan maju, karena dasarnya keturunan maling ya tetap maling teriak maling

Anonymous 13 Maret 2012 - 12:57pm / Indonesia

Kalau dilihat dari segi positif dan negatif itu pasti ada dari dua sisi sekarang yang harus dilihat adalah dari segi positiif yan bisa membantu perokonomian di negara kita sendiri. Banyk orangg kita yang berdiam di Luar negeri baik yanng bersuami atau beristrikan orang dinegara tersebut yang ingin pulang dengan membawa modal dari luar negeri untuk ikut serta membantu negara untuk mengurangi pengangguran di Indonesia terpaksa mendapat halangan dari sistim yang tercamtum di atas. Saya sangat sesalkan peraturan seperti ini, mereka (Pemerintah) lebih memilih lebih baik WNI kehilangan kewarganegaraan Indonesia dari pada memberi double nationality.

Sekarang saya ambil satu contoh saja dari bidang pariwisata, di sektor ini banyak membutuhkan tenaga kerja, seandainga WNI kita boleh mendapat seperti yang kami bicaratan di atas, maka pemerintah tidak perlu ambil pusing untuk mengirim WNI untuk bekerja di LN, yang bahkan sering mereka mendapat perlakuan diluar peri kemanusiaan, yang sering kita lihat di TV, tetapi kenapa pemerintah itu masih menutup mata????, kami seharusnya berbuat sesuatu untuk sampai bisa WNI yang berada di LN, untuk mendapat double nationality.

Trepleblite 6 Maret 2012 - 1:12pm / Ukraine

Het wereldwijd systeem van seksuele veiligheid. [url=http://x-registar.ru]мужчина и женщина знакомства[/url]

Bung Leo 1 Maret 2012 - 12:33pm

Lepaskanlah Indonesia dari keterpurukan TNI dan POLRI. Persekongkolan ABRI dengan EPI Persekongkolan ABRI dengan DPR. Persekongkolan ABRI dengan MPR. Persekongkolan ABRI dengan Parlement. Persekongkolan ABRI dengan KBINET Pemerintahan. Persekongkolan ABRI dengan segala element dan membaur ditengah masyarakat sebagai langkah pelicin kejahatan, haruslah dilepaskan. jauhkanlah ABRI dari arena perpolitik negara, jauhkan ABRI dari berkuasa mengatasi hukum dan peraturan. jauhkan ABRI dari mencalon diri menjadi President dan wakil atau salah satu anggota kabinet. TNI dan POLRI bukanlah badan perumus politik dan pengatur negara. jauhkan ABRI dari segala kegiatan politik negara. Dan mungkin ada kemajuan bagi pertarungan dan pesaing ilmu merumuskan masa depan bangsa ini.

Analogi dan Psycologi 3 Maret 2012 - 11:07am / INDONESIA itu VOC JILID II

Indonesia bukanlah negara atau bangsa. Indonesia adalah semacam rekayasa berjazah yang tidak ada perbedaannya atau seidentik dengan VOC diabad ke 17. Hanya dipoles dengan tambahan negara dan bangsa, tapi kenyataannya, adalah semacam perusahan yang berkelanjutan dari yang macet dihidupkan kembali. Indonesia itu semacam VOS jilid 2. Apa bedanya antara Jan Peter Soon Coen dengan Suharto? Coba bayangkan. Ini benar benar VOC jilid II. Maukah anda berwarga negara Indonesia lagi, termasuk dalam VOC jili2.

Anonymous 1 Maret 2012 - 5:53am / usa

tidak mungkin bisa terlaksana, masih butuh ratusan tahun lagi, sabar aja.

Mr.Nunusaku 29 Februari 2012 - 10:02pm

Indonesia bisa maju kalau islam terhapus...karena selama ini islam membawa kemiskinan di Indonesia....lihat penjabat muslim darin tingkat atas dan terindah semuanya MALING TERIAK MALAING....JALURNYA SAMA SEPERTI JAMAN NABI MUHAMMAD...ingin kaya harus melalui jalur merampok di Medina dan Khaybar.

Karena pemimpin muslim di Indonesia mereka mengikuti sunnah nabi Muhammad kualiatas Kropsi suap merampok harta rakyat.

Anonymous 13 Maret 2012 - 12:59pm

kalau ini sudah dari dalam perut sebelum mereka lahir sudah di suapi hasil korupsi, alias mendarah daging.

Anonymus 1 Maret 2012 - 11:37am

Indonesia (NKRI) adalah wujud dari Revolusi Kriminal Jakarta 17 Agustus 1950. Untuk itu, negara itu tidak ada mempunyai pengakuan International tentang kedaulatan negaranya. jadi dengan kata lain, Indonesia adalah negara palsu dan ilegal. sekalipun mereka mencoba meniru semua sistem pemerintahan International, tapi itu hanya semacam kedok penutup malu. Apa lagi kalau melihat SBY menggunakan pakaian kebesarannya dari Jenderal TNI amat menggiurkan, tapi ternyata, itu semua adalh kedok perpalsuan dan penipuan ilegal. Semua Jenderal diindonesia itu, adalah kedok penutup malu. Tapi kenyataannya ialah NKRI itu adalah wujud dari Revolusi Kriminal Jakarta yang harus diperbaiki atau kembali kepada aslinya, RIS.

lattu tiputipu 1 Maret 2012 - 12:13am

indonesia bisa maju kalau tidak ada profokator seperti mu yang tiap hari memberikan komentar kontra produktif, mencampur adukan konflik politik dan sekarang agama coba kau sudutkan orang pintar tau dan dan dapat membaca maksud anda, RMS itu nothing setiap tulisan dan komentar2 mu sangat mudah dan gampang dikenali.

Anonymus 1 Maret 2012 - 11:43am

Latu tipu ntipu, jangan dulu anda menjadi marah, itu tetap saja salah. kalau memangnya anda seorang terpelajar yang berbudi, sebaiknya anda menyurati President SBY di Jakarta dan tanyakan kepada beliau bahwa, apakah benar, NKRI negara berdaulat mutlak ataukah tidak? pasti beliau akan katakan kepada anda dengan terus terang bahwa, NKRI bukanlah negara berdaulat mutlak karena tidak diakui oleh International sebagaimana RIS ditaun 1949. Kalau beliau katakan kepada anda bahwa, NKRI adalah negara merdeka dan berdaulat, maka beliau adalah orang yang paling berbohong dan berdusta international dan harus diturunkan dari presidentnya karena berbohong. Tapi kalau beliau benar, mengakuinya, maka ada kesempatan buat beliau sampai hari masa kekuasaannya.

Bung Leo 29 Februari 2012 - 7:04pm

Indonesia bisa maju, hanya dengan kesadaran rakyatnya diluar negeri. sebaliknya, Indonesia bisa hancur, kalau merusak citra rakyatnya diluar negeri. Potensi luar negeri yang jauh lebih kedepan, mempunyai pisiun berdemensi. Apakah dengan adanya kuda kuda TNI dan POLRi pada jajaran pemerintah itu, bisa menjamin ketentraman bagi masa depan negara ini? Lihat situasi di Timur Tengah. Persatuan rakyat didalam dan diluar negeri, mengkandaskan serta melululantakan semua kekuatan bersenjata atau apapun yang dijadikan sebagai mitra pemerintah. SBY dengan segala kode etiknya dari Orde Baru serta Golkar dan Partei Demokrasinya, haruslah dilengserkan dan memunculkan orang yang tak ada memiliki citra keangkuhan dan membutuhkan bantuan sesama anak negeri. Selain itu, medok lagi. Turunkan SBY dengan segala ketipuannya selama ini, dan konsisten mempertanggungjawabkan kestabilan.

anniiinoo 29 Februari 2012 - 6:15pm / traveller

Uang yang berlebih di anggaran negara indonesia jika diperuntukkan kepada kecepatan berinternet alangkah baiknya. Otak orang indonesia yang masih mempunyai ide biarkan dia bodoh dan kita selalu diatasnya sudah seharian, hampir 95%. Sedangkan untuk membangun sebuah negara kuat mereka harus pandai semuanya. Hidup disekitar orang pandai malah lebih menguntungkan kerana mereka menciptakan pekerjaan baru. Itu makanya di Swedia pendidikkan mendapatkan support tinggi 50%. Kemudian mereka menjual anak didik ini keluar negeri dan menghasilkan devisa untuk negaranya. Pola modern berfikir memang berbeda dengan peminpin tua-tua yang masih punya power pada saat ini di indonesia. Mereka akan tetap berdiri dengan prinsip minta dihargai/diundang/disambut/duduk didepan/dll. Itulah kelicikan situa-tua yang dipimpin oleh SBY sekarang yang bekerja mengadu domba rakyat dengan peraturan yang tidak ingin diperjelasnya. Jika dilihat si SBY itu menjalankan program pembusukkan kedalam rumah tangga sendiri. Dan itu dapat kita lihat dengan terjadi didalam seluruh rumah tangga indonesia istilah " Untuk mempercayai anak sendiri mata harus dipicingkan karena anak sudah tidak ada rasa kasih sayang lagi ". Dan sianak bisa melihat kelakuan orang tua mereka juga tidak baik karena mencuri/korupsi barang orang lain. Dan kita harus langsung mempertanyakan pada si SBY itu mengapa program pembodohan ini yang dilaksanakannya.???

Anonymous 1 Maret 2012 - 1:07am / leste

pemerintah pusing kl banyak yg pintar, korupsinya ketahuan, mending rakyat dibodohin saja spy bisa dikontrol. Bilang saja banyak teroris kita mesti mengamankan negara.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...