Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Johan Huizinga
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Polisi Belanda Tidak Tangkap Pemakai Burka

Diterbitkan : 5 Januari 2011 - 4:41pm | Oleh Johan Huizinga (Foto©Flickr, alphadesigner)
Diarsip dalam:

Kepala kepolisian Amsterdam Bernard Welten berpendapat, agen polisi tidak akan sampai melakukan penangkapan jika ada undang-undang melarang pemakaian burka. Dalam acara televisi "Vijf jaar later" Welten menegaskan tanggung jawab yang harus selalu dipikul polisi itu sendiri sehubungan larangan burka.

"Saya pikir kami akan berbicara dengan wanita pemakai burka. Tapi kami harus selalu berpikir sebagai polisi." Welten memperkirakan bahwa secara politik dia tidak akan dipaksa untuk melakukan penangkapan terhadap wanita pemakai burka.

"Saya pikir tidak akan sampai sejauh itu." Kepala kepolisian memperkirakan bahwa parlemen masih akan mendiskusikan penerapan hukum yang selaras dengan kesepakatan memerintah.

Ruang bermain
Anggota parlemen dari partai kanan-populis PVV, Hero Brinkman menganggap pendapat Welten sebagai contoh klasik 'politik kuno.' Brinkman memberikan reaksinya dalam program radio 'Nog Steeds Wakker Nederland.'

Menurutnya, kepala kepolisian sudah bertahun-tahun menyalahgunakan ruang kekuasaan mereka menurut pertimbangan mereka sendiri. Begitu pula dalam penerapannya. Tapi hal ini tidak mungkin terjadi dalam kabinet baru ini, antara lain karena pengaruh partai kanan pimpinan Geert Wilders tersebut.

Terganggu
Partai pemerintah VVD juga merasa terganggu dengan pernyataan kepala polisi Amsterdam dan menuntut agar pernyataan itu ditarik kembali. Anggota parlemen dari VVD, Jeanine Hennis-Plasschaert menganggap pemimpin kepolisian tidak bisa memilih sendiri undang undang mana yang akan diterapkan.

Brinkman berpendapat, menteri Keamanan dan Kehakiman Belanda, Opstelten, bisa bertindak terhadap pernyataan Welten. Namun, lanjutnya, hal itu tidak dianggapnya sangat penting. Welten sudah berada di akhir masa jabatannya, tutur anggota parlemen ini.

Setelah reorganisasi, kepolisian Belanda hanya akan dipimpin satu kepala kepolisian. Dialah yang harus menerapkan hukum seperti yang ditetapkan parlemen.

Polisi bagi hewan
Sehari sebelumnya kepala polisi itu juga telah mengkritik usulan lain yang diajukan partai PVV. Sewaktu formasi kabinet, Perdana Menteri Mark Rutte harus mengabulkan beberapa tuntutan PVV. Sebagai gantinya ia mendapatkan dukungan partai Geert Wilders untuk kabinet.

Di samping larangan pemakaian burka, PVV juga menuntut pembentukan satuan polisi pelindung hewan yang dilatih khusus.

Polisi ini harus menangani kasus-kasus perlakuan buruk serta penelantaran binatang. Tapi kabinet menolak memberikan dana ekstra bagi 500 agen polisi yang harus dilatih. 'Polisi cavia', demikian julukan yang diberikan Welten.

"Orang-orang ini harus diambil dari kekuatan polisi yang ada sekarang, dan mereka berada di bawah tekanan" kata kepala polisi itu dalam pidato tahun baru.

Kasus pelecehan
"Jika toh mau menyekolahkan lima ratus agen polisi, saya tahu untuk apa saya ingin menyekolahkan mereka" tegas Welten, menunjuk pada kasus pelecehan seksual di Amsterdam. Dalam menyelidiki dan pelacakan kasus porno anak-anak, ibukota jelas kekurangan tenaga.

Welten mendapat dukungan antara lain dari walikota Amsterdam dan Venlo. Mereka tidak memprioritaskan masalah penderitaan binatang. Mereka lebih mengutamakan urusan lain misalnya porno anak-anak, coffeeshops, perampokan dan penanganan perusuh.

Anggota parlemen Dion Graus, yang mengusulkan ide mendirikan 'polisi cavia' menganggap kritikan itu sebagai sesuatu yang sangat memalukan. Dia bahkan menyebut kepala polisi Amsterdam itu sebagai "pejabat kampungan".

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET