Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Willemien Groot
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Pinjaman Mikro: Berpulang pada Kreditor Yang Bertanggung Jawab

Diterbitkan : 4 Oktober 2010 - 4:23pm | Oleh Willemien Groot (ANP)
Diarsip dalam:

Organisasi mikro kredit yang bisa memetik laba, ternyata lebih memilih nasabah yang sudah makmur. Masuk akal, karena mereka pembayar paling setia.

Jelas keterlaluan kalau sampai ada lembaga kredit mikro yang menjauhi nasabah miskin. Pakar ekonomi muda Belanda Pim Engels mendesak kembalinya penyedia kredit yang bertanggung jawab, juga untuk mereka yang miskin.

Akhir 2007, Pim Engels, lulusan Universiteit van Maastricht, bisa magang pada Grameen Bank di Bangladesh. Inilah lembaga pimpinan Muhammad Yunus yang meraih hadiah Nobel Perdamaian, ia terkenal sebagai perintis kredit mikro. Pim datang ke sana untuk mencari gagasan bagi skripsinya tentang kaitan antara laba yang diraih lembaga kredit mikro dengan jumlah nasabah miskinnya.

Tiap minggu
"Mereka yang punya uang lebih banyak, pinjam dalam jumlah besar. Mereka juga tidak butuh kontak banyak dan melunasi pinjaman itu dalam jangka panjang," demikian Pim Engels, 26 tahun. Sekarang Pim merupakan konsultan pada apa yang disebut "inclusive finance" istilah baru yang juga mencabut kredit mikro.

"Membantu pengusaha miskin relatif mahal: mereka hanya pinjam dalam jumlah kecil, ingin datang tiap minggu untuk melunasinya atau minta nasehat dan melunasi hutang dalam periode pendek. Kalau lembaga kredit menolak nasabah karena alasan ini, maka cara usaha seperti ini tidak punya kaitan lagi dengan niat awal kredit mikro."

Di seluruh dunia, sekitar 150 juta orang menggunakan kredit mikro. Jumlah itu mencapai 60 milyar dolar. Tapi, kredit mikro yang tumbuh cepat ini memang tidak selalu transparan. Misalnya bunga yang begitu tinggi. Pim Engels punya penjelasan bagi perkembangan seperti ini.

Pada tahun 1980an dan 1990an, laba itu lebih penting daripada keuntungan yang diperoleh dari pemberian kredit kecil. Gagasannya adalah sektor yang menguntungkan bisa dipakai untuk menghimpun modal, sehingga bisa menjangkau pengusaha kecil yang miskin-miskin. Cara ini berhasil, demikin Pim. Organisasi kredit mikro tidak terlalu tergantung pada donor karena investor asing tertarik padanya. Persaingan di antara para pengusaha itu sendiri juga meningkat. Dan itu bagus bagi fleksibilitas sebuah perusahaan.

Penyelewengan tujuan
Walaupun laba menurun, organisasi kredit mikro tetap saja penting. Apalagi kalau pendapatan mereka meningkat, sementara ongkos yang harus dikeluarkan turun. Dalam hal ini laba lebih penting katimbang pembangunan berlanjut, seperti disimpulkan oleh Putri Máxima dalam konperensi tentang kredit mikro yang diselenggarakan Radio Nederland.

Dalam skripsinya, Pim Engels memperingatkan bahwa tekanan untuk menghasilkan laba terhadap organisasi kredit mikro bisa menyebabkan apa yang disebut mission drift, yaitu penyelewengan dari tujuan semula. Beberapa organisasi yang berhasil di Mexiko dan India bahkan sudah masuk bursa efek. "Itu berarti mereka harus juga memperhitungkan tuntutan pemegang saham. Itu bisa makin menjauhkan mereka dari tujuan semula."

Sementara itu lembaga Social Performance Task Force yang didirikan tahun 2005 sudah meneliti awetnya pelbagai lembaga kredit mikro. Lembaga lain, Smart Campaign lebih maju lagi dengan mencoba melindungi nasabah dari kreditor yang menarik bunga tinggi. Caranya melalui penyuluhan. Tetapi upaya mengembalikan lembaga kredit mikro pada tujuan dasar mereka tidak terlalu berdampak. Tidak ada laporan mengenai hal-hal yang tidak beres, seperti juga dampaknya jika terjadi pelanggaran. Pim Engels mengakui masih banyak yang harus dikerjakan.

Walaupun begitu banyak penyelewengan, kredit mikro masih tetap hidup, demikian ditekankannya. Juga di kalangan orang miskin. Pengaruh pinjaman kecil pada perekonomian secara keseluruhan sebuah negara bisa saja kecil. Tetapi kredit mikro ini telah menyelamatkan jutaan orang.

Adalah tugas pemberi kredit untuk menemukan keseimbangan antara perilaku komersial dengan penyedia kredit yang bertanggung jawab, begitu kesimpulan Pim Engels. "Hasil pembahasan ini penting bagi masa depan kredit mikro."

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET