Perusahaan-perusahaan Eropa yang punya hubungan dagang dengan Iran jadi korban sanksi terbaru terhadap Iran.
Menurut perusahaan-perusahaan itu, posisi mereka lebih buruk ketimbang misalnya perusahaan Amerika, karena sanksi Eropa terhadap Iran lebih ketat ketimbang sanksi PBB terhadap dunia bisnis internasional.
Kerugian perusahaan Belanda yang berdagang dengan Iran akan sangat besar, demikian kata Marloes Bosboom dari Pusat Perdagangan Belanda (NCH). Sejumlah perusahaan yang pada awal bulan ini menghadiri pertemuan NCH yang membahas sanksi Iran, terdengar pesimis.
Menghancurkan
Semua perusahaan yang menjual barang atau jasa kepada Iran merasakan dampak sanksi baru, baik secara langsung atau tidak langsung. "Sanksi ini menghancurkan dunia bisnis Belanda," kata Michel Raas. Perusahaan Raas sudah bekerja sama dengan Iran selama puluhan tahun. Sebelumnya, ia juga sudah merasakan dampak sanksi terhadap Iran, namun tak seberat sanksi baru.
Raas tidak ingin memberi tahu nama perusahaannya, karena itu hal yang sensitif. Presentase omset ke Iran juga tak mau disebutnya. Toh, untuk menggambarkan peran Iran dalam perusahaannya, ia menyatakan, 30% pemasukannya berasal dari keseluruhan wilayah Timur Tengah, termasuk Iran.
Sanksi PBB
Juli lalu PBB memutuskan memberi sanksi terhadap Iran, akibat aktivitas nuklir yang dilakukan negara itu. Tak sampai sebulan kemudian, negara-negara anggota Uni Eropa memutuskan memperberat sanksi terhadap negara ini. Sanksi Eropa ini lebih berat ketimbang sanksi PBB. Lalu-lintas pembayaran dan keuangan dengan Iran juga akan terkena dampak sanksi Uni Eropa. Akibatnya, perusahaan-perusahaan Eropa akan lebih sulit berbisnis dengan Iran.
Menurut Raas, tak ada jalan lain bagi perusahaan-perusahaan Belanda kecuali meninggalkan pasar Iran atau berbisnis dalam batas-batas yang masih diperbolehkan hukum. Bagaimana pun juga, arena bermainnya jelas sangat sempit. Menurut NCH, kelancaran bisnis juga tergantung juga pada kepandaian pengusaha memenfaatkan peluang yang ada.
HAM
Para pejuang HAM menuntut sanksi yang lebih berat terhadap Iran. Saat ini kasus HAM Zahra Bahrami yang berdarah Iran-Belanda juga jadi sorotan. Akhir tahun lalu ia dijebloskan ke penjara Iran atas tuduhan melakukan aktivitas yang membahayakan negara. Mungkin saja, ia terancam hukuman mati. Kedutaan Belanda tak bisa membantu Bahrami. Sementara itu, pengacaranya di Teheran juga ditangkap pihak Iran.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.