Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Pertumbuhan Pinjaman Mikro: Kaum Termiskin Terlupakan

Diterbitkan : 30 Desember 2009 - 9:52am | Oleh Laurens Nijzink
Diarsip dalam:

Lagi-lagi kaum termiskin menjadi korban. Ketika tahun 1976 Muhammad Yunus mulai menjalankan Grameen Bank untuk pinjaman mikro atau kredit mikro di Bangladesh, ia bermaksud membuka kesempatan bagi kalangan terbawah masyarakat keluar dari kemiskinan. "Banking the unbankable", (bank untuk yang ditolak bank) tanpa jaminan pun mereka bisa mendapatkan pinjaman kecil. Sekarang, 30 tahun kemudian, pinjaman mikro sukses di seluruh dunia. Tapi kaum termiskin tetap terlupakan.
 

Pinjaman mikro sudah menjadi 'big business'. Di seluruh dunia sekitar 154 juta orang punya kredit mikro. Sektor ini berhubungan dengan 10 ribu yayasan lebih dengan omset sekitar 12 miliar dolar. Dan ini baru awalnya saja: permintaan akan kredit mikro atau pinjaman mikro tak kunjung berhenti. 2,2 miliar warga dewasa Afrika, Asia dan Amerika Latin tidak menabung di atau meminjam dari bank.[i]

Tahun-tahun belakangan, pelbagai lembaga keuangan mikro MFI (Micro Finance Institutions) berubah menjadi bank-bank komersial besar. Kadangkala berdasarkan kekuatan sendiri, atau atas bantuan dana keuangan yang namanya cenderung diasosiasikan dengan Wall Street – seperti Morgan Stanley, Citibank dan JPChase. 
 

Top-down

ING, ABN AMRO dan Rabobank pun menyibukkan diri dengan pinjaman mikro. Perkembangan ini top-down: dana-dana kaya menanam modal di MFI di Selatan. MFI-MFI ini diperkirakan akan meraih keuntungan: suku bunga dinaikkan.
 
Menurut kelompok berbobot Consultative Group to Assist the Poor (CGAP), sekitar 75% dari jumlah total investasi internasional di MFI diperuntukkan bagi Amerika Latin dan Eropa Timur: wilayah yang perekonomiannya cukup maju. MFI-MFI yang bertujuan mencari keuntungan di negara-negara miskin, justru cenderung meminjamkan kredit kepada UKM ketimbang kepada kalangan termiskin: karena itu lebih menguntungkan...
 

Ylse van der Schoot, manajer di Oikocredit, perantara besar antara investor dan MFI-MFI lokal, melihat pertumbuhan eksplosif sektor pinjaman mikro, berkat aliran dana para investor Barat. Memang positif jika semakin banyak orang bisa mendapatkan kredit, tapi aliran dana dalam jumlah besar itu juga mencemaskan. Di sejumlah wilayah tawaran pinjaman meluap dan biasanya ini merusak mutu. Pemantauan dan bimbingan si peminjam berkurang: masalah hutang melirik, kata Van der Schoot memperingatkan.
 

Pemberdayaan
Peletak dasar pinjaman mikro, Muhammad Yunus, menghendaki pendekatan dari bawah: bukannya meminjam untuk meraih keuntungan, tapi memberi kesempatan kepada orang-orang untuk keluar dari kemiskinan. Grameen Bank Yunus menjadi teladan pendekatan ini dan banyak diakui serta ditiru. Tahun 2006 Yunus dan banknya dianugrahi Hadiah Nobel untuk perdamaian.
 
Manusia harus mendapat kesempatan mengembangkan kepakaran dan ketrampilan: namanya "empowerment" atau pemberdayaan. Bahwa mereka bisa mendapat pinjaman meningkatkan martabat mereka. Mereka sendiri bisa memberantas kemiskinan melalui pendidikan dan akses layanan kesehatan. 
 
Menurut Yunus itu harus tetap menjadi pendekatan terpenting. Meraih keuntungan tidak boleh menjadi alasan untuk menanam modal di pinjaman mikro. Belum lama ini ia berkata "andaikata Anda meraih keuntungan, maka Anda memiliki mentalitas orang yang mata duitan, padahal kami justru ingin bebas dari orang-orang yang mata duitan." Grameen Bank dan MFI-MFI serupa tetap berupaya mempraktekkannya.
 

Penelitian
Mengingat sektor pinjaman mikro begitu populer, maka sangatlah mengherankan dampak pinjaman mikro tidak banyak diselidiki. Tapi tahun ini hasil dua penelitian besar di India dan Filipina dipublikasikan.[iii] Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman mikro tidak membuat keluarga lebih miskin. Setahun sampai delapan bulan setelah pinjaman diberikan, tingkat konsumsi tetap sama. Penilitian itu tidak membahas dampak jangka panjang.
 
Tidak semua pinjaman menghasilkan usaha: di India hanya satu per lima pinjaman dipakai untuk mendirikan usaha sendiri. Pinjaman kerapkali digunakan sebagai tabungan. Daripada menabung dulu sebelum mengeluarkan uang banyak, mereka meminjam uang untuk membiayai pengeluaran dan mengembalikan hutang secara bertahap.
 

Obat
Hasil penelitian membenarkan bahwa pinjaman mikro bukan obat kemiskinan. Yunus dan kawan-kawan juga tidak akan menentangnya: pinjaman mikro harus tercantum dalam kebijakan perkembangan. Dan memberdayakan orang tidak bisa dalam sekejap mata, tapi butuh tahunan.
 
Dilemanya tetap ada. Pinjaman mikro untuk menolong kaum termiskin tidak sama dengan obyek investasi baru bank-bank barat. Tapi pertumbuhan justru kelihatan di sektor komersial: sekarang 47% pinjaman mikro dikaitkan dengan suku bunga komersial dan prosentase itu naik cepat. Dengan persyaratan itu, maka kalangan kaum termiskin yang merupakan bagian dari 2,2 miliar klien potensial di Afrika, Asia dan Amerika Selatan tidak dapat memanfaatkan penuh pinjaman mikro tersebut.
 

 

[i] "Half The World is Unbanked", een rapport door The Financial Access Initiative, oktober 2009
 
[ii] "Microfinance and Poverty Reduction" door Susan Johnson en Ben Rogaly, 1997
 
[iii] "The Miracle of Microfinance? Evidence from a Radomised Evaluation" door Abhijit Banjerjee, Esther Duflo, Rachel Glennerster en Cynthia Kinnan, mei 2009. "Expanding Microenterprise Credit Access: Using Randomized Supply Decisions to Estimate the Impacts in Manila" door Dean Karlan en Jonathan Zinman, july 2009.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET