WASHINGTON (ANP) - Berkat Musim Semi Arab, para wartawan di wilayah itu bisa bekerja lebih bebas daripada dulu. Kemajuan terbesar tercatat di Mesir, Libia dan Tunisia. Para demonstran berhasil menggulingkan rejim-rejim diktator. Hal ini tercantum dalam laporan tahunan organisasi Freedom House, yang dipublikasikan Selasa (01/05). Freedom House memperjuangkan kebebasan pers.
Freedom House mengakui tidak semuanya beres di Afrika Selatan dan Timur Tengah, tapi bagaimana pun juga "keberhasilan jauh lebih besar daripada kemunduran." Perhimpunan Wartawan Belanda, NVJ, sangat positif terhadap kemajuan yang terjadi di negara-negara Arab. "Kemajuan luar biasa, itu sangat positif," ujar Thomas Bruning, sekretaris NVJ.
Freedom House melihat 66 negara di seluruh dunia yang memiliki kebebasan pers penuh. Finlandia, Norwegia dan Swedia di jajaran atas daftar ini. Belanda berbagi posisi di nomor lima. "Tahun terakhir perkembangan di Belanda cukup baik. Kami tidak mengalami insiden-insiden besar yang membendung kebebasan pers," kata Bruning.
Posisi terakhir dipegang Korea-Utara yang komunis, tapi di Mexico kondisi kebebasan pers juga buruk. Di samping itu NVJ juga prihatin akan keadaan di Turki, calon negara anggota Uni Eropa, karena di sana masih banyak wartawan meringkuk di penjara. Pada Hari Kebebasan Pers, Kamis 3 Mei, Perhimpunan Wartawan Belanda, NVJ akan mencurahkan perhatian lebih banyak terhadap keadaan di Turki dan di Mexico.














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.