Setiap tahun Belanda menghasilkan hampir seribu pilot baru. Tetapi lahan kerja makin sempit. Persaingan makin tajam. Paling tidak harus menunggu satu setengah sampai dua tahun untuk mendapat pekerjaan.
Persyaratan pun makin ketat. Minimal harus memiliki 500 jam terbang. Atau mengikuti pendidikan lanjutan, tapi biayanya sampai € 30.000,-. Demikian sorotan koran de Volkskrant.
Pilot yang baru lulus hanya memiliki 200 sampai 300 jam terbang. Pilot baru yang mencari pekerjaan, sampai melamar ke semua perusahaan penerbangan dari Siberia sampai Afrika Selatan.
Lion Air
Yang menggiurkan adalah perusahaan-perusahaan penerbangan di Asia, karena sektor penerbangan sipil di Asia terus berkembang. Sayangnya Lion Air Indonesia hanya menawarkan gaji €900,-. "Tidak cukup untuk mencicil pinjaman biaya studi," keluh seorang pilot baru, Robert Wasilewski (31) yang harus menyisihkan €800,- per bulan untuk mencicil pinjaman di bank.
Belum lagi kalau dia mengikuti pendidikan lanjutan. Ia butuh € 30.000,-
Hutang
Setelah nganggur selama dua tahun, akhir tahun 2010 rejeki datang dari perusahaan penerbangan Ryanair di London. Ia ditempatkan di Jerman.
Ketika ditanya apakah ia tidak menyesal meraih cita-cita menjadi pilot dengan begitu banyak mengorbankan upaya, studi, biaya dan waktu untuk mencari pekerjaan? Dengan senyum ia menjawab : "Saya bisa terbang, punya penghasilan cukup dan berangsur-angsur bisa mencicil hutang."






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.