Di Eropa belakangan ini, perempuan yang mengenakan burka banyak disoroti. Apalagi karena beberapa negara sudah memberlakukan larangan mengenakan pakaian yang menutup seluruh wajah ini.
Burka yang dipermasalahkan di Eropa itu adalah burka perempuan muslim atau muslimah.
Yahudi
Tapi tahukah Anda bahwa ada juga perempuan Yahudi yang suka mengenakan pakaian serba menutup jasad ini? Di Israel yang dikenal negara moderen sama seperti Eropa dan Amerika itu makin banyak perempuan ultra ortodoks Yahudi yang mengenakan burka.
Mengenakan burka atau nikab adalah trend baru di negara Yahudi itu. Perempuan pengikut Haredi, aliran yang paling konservatif dalam Yudaisme. Di Mea Shearim, sebuah kawasan penduduk penganut Yahudi ortodoks di Yeruzalem, perempuan pemakai nikab itu dijuluki "ibu-ibu Talilban."
Ratusan
Gerakan mengenakan burka ini berawal enam tahun lalu, ketika ada imbauan dari perempuan ultra ortodoks Yahudi untuk memerangi kebejatan moral di Israel. Serta merta makin banyak perempuan Yahudi memenuhi imbauan itu.
Sekarang jumlah perempuan yang mengenakan burka sudah ratusan.
Gagasan ini semula memang didorong oleh para rabi yang sangat ortodoks dan malah oleh pengadilan ultra ortodoks. Tapi sekarang para rabi dan pengadilan ini justru menarik dukungan mereka, melalu sebuah petisi, karena mereka kaget melihat eksesnya. Demikian koran De Pers.






















coba google
http://en.wikipedia.org/wiki/Tzniut
hasidic jews women tidak pake nikab, tapi pake baju sopan. Beda dgn nikab =burqa arab, sama aja pake sprei
itu artinya bahwa burka tidak bisa di claim sebagai pakaian muslim. Kita orang Indonesia marilah berpakaian sesuai budaya kita, jangan ikut2an orang Arab dan Yahudi.
Bah, sama aja, kita berpakaian juga bukan budaya Indo, tapi budaya barat, jeans, t-shirt, yang disebut pakaian budaya kita itu kebaya,batik dll... jadi kalo pake jeans dkk, sama aja dengan pake jilbab yang niru budaya luar...
Yahudi pakai burka di Israel adalah hal yang wajar, karena memang mereka sudah terbiasa sejak melewati padang pasir yang perlu ditutupi pakaian seperti itu untuk menghindari debu masuk ke dalam tubuh atau mata, apalagi susah dapatnya air di daerah gurun pasir, sebagaimana di daerah Timur Tengah yang lain. Jadi kalau di Eropa dengan sejara dan kultur/budaya yang berlainan adalah sah-sah saja mereka mengatur interen mereka. Kita semua manusia masih tetap bersaudara dalam Tuhan. Gak usah saling menuduh atau menjelekkan..
Ribet amat, simple aja terapkan hukum, dilarang ada orang Muslim di Eropa, soalnya kalau setengah2, dilarang pake jilbab, toh biarawati juga pake jilbab !
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.