Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
rumah jompo
Avatar Heleen Sittig
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Perawatan Lansia di Belanda Buruk

Diterbitkan : 8 Februari 2012 - 12:19pm | Oleh Heleen Sittig (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Generasi Babyboomer Belanda dalam waktu dekat masuk usia pensiun. Persentase orang lansia semakin bertambah. Sektor perawatan lansia merasakan dampaknya.

Banyak orang takut jika suatu hari nanti harus masuk panti penampungan lansia. Walaupun termasuk negara kaya, ternyata lansia belanda tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan di rumah-rumah jompo Belanda.

"Saya tidak akan kirim ayah saya ke rumah jompo", tulis Job van Amerongen - seorang perawat – pekan ini dalam harian pagi Belanda de Volkskrant. Ayah Job yang sudah pikun itu, untuk sementara masih bisa dirawat isterinya.

Perawatan buruk
Dalam de Volkskrant, Van Amerongen menulis soal berbagai masalah di sektor perawatan lansia. “Saya belajar bahwa seorang perawat harus memberi perawatan yang sama seperti yang juga dia ingin berikan kepada orang yang tercinta,” kata Van Amerongen.

“Tapi itu sekarang sulit sekali dilaksanakan.” Lansia di rumah jompo, menurut Van Amerongen, diberikan makan dan minum, dan kadangkala dibantu mandi. Itu saja.

Banyak orang yang bekerja di rumah jompo tidak dididik untuk menjadi perawat. Itu faktor pertama yang menjelaskan situasi buruk di sektor perawatan lansia, kata kata Job van Amerongen - yang selain perawat juga politikolog.

Orang-orang ini - hampir semuanya perempuan - melakukan pekerjaan yang secara fisik dan mental sangat berat. Upah mereka kecil. Mereka tidak bisa mengikuti pendidikan atau pelatihan tambahan dan jarang sekali dihargai atas kinerja mereka.

Pada waktu yang sama, rumah jompo dipimpin manajer berpenghasilan tinggi yang tidak merasa adanya ikatan dengan pekerjaan sehari-hari.

Van Amerongen menuntut kenaikan gaji bagi perawat. Manajer-manajer rumah jompo, yang jumlahnya memang sudah terlalu banyak, harus disingkirkan. Para perawat harus lebih dihargai atas pekerjaan mereka. Harus dilakukan investasi dalam pendidikan sehingga orang tertarik melakukan pekerjaan ini.

Birokrasi
Anneke Francke, pakar perawatan lansia pada Vrije Universiteit Amsterdam, mengerti kritik yang dilontarkan Van Amerongen. Namun ia juga menambahkan bahwa tidak di semua rumah jompo situasinya buruk. Terutama di rumah jompo yang lebih kecil. Di sini lansia diberikan perawatan yang baik. Apalagi jika lembaga itu punya banyak personil dan tidak mengenal birokrasi.

Menurutnya Francke, kualitas manajemen berperan penting dalam hal ini. Pemimpin tim yang semangat menjadi teladan di rumah jompo tersebut. Mereka misalnya bisa mendorong stafnya untuk berpikir kritis dan memberi perawatan yang dibutuhkan para lansia.

Perawat misalnya bisa memutuskan untuk mengajak pasien tertentu jalan-jalan di luar daripada membantunya untuk mandi. Sementara untuk seorang pasien lainnya lebih penting untuk mandi.

Negara kaya
Mengapa di sebuah negara kaya seperti Belanda, perawatan bagi lansia begitu buruk? “Mungkin karena kami tidak lagi merasa penting hal itu. Bahwa pemerintah semakin lepas tangan dari masalah ini tahun-tahun belakangan, bukan perkembangan bagus. Lembaga-lembaga lebih bebas mengatur sendiri keuangannya.”

Juga usulan untuk menyatukan sejumlah lembaga perawatan, bisa berdampak negatif.

Jika suatu saat nanti, ibu Van Amerongen tidak lagi mampu merawat suaminya, maka Van Amerongen yunior akan mengambil alih tugas itu. Meskipun ia tahu betapa beratnya pekerjaan tersebut. Namun satu hal sudah pasti: Ia tidak akan mengirim ayahnya ke rumah jompo.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET