Perselisihan antara Belanda dan Rumania kini disebut Perang Tulip. Pengemudi truk yang mengangkut bunga, umbi dan benih dilarang melintasi perbatasan Rumania. Otoritas Rumania mengatakan prihatin bunga-bunga itu mengandung 'bakteri berbahaya'.
Koran Algemeen Dagblad (AD) memberitakan bahwa otoritas Rumania juga memeriksa jam istirahat dan jam kerja sopir, serta kerusakan-kerusakan teknis kendaraan. Tindakan itu tidak lazim dilakukan.
AD selanjutnya memberitakan bahwa pemeriksaan ketat itu berlangsung sehari setelah pemerintah Belanda memblokir masuknya Rumania dan Bulgaria di zona Schengen.
Schengen
Partai Kristen Demokrat Eropa dan Partai Kebebasan, PVV, mengimbau Brussel agar menindak pemerintah di Sofia. Menurut Menteri Belanda urusan Imigrasi, Gerd Leers, blokade itu menambah alasan untuk menolak Bulgaria masuk zona Schengen.
Sementara ini kedutaan Bulgaria menolak mengeluarkan komentar. Tapi di Sofia, Menteri luar negeri Teodor Baconschi, berang terhadap posisi Belanda ihwal masuknya Bulgaria di zona Schengen.
Layu
"Belanda membiarkan dirinya disandera agenda partai kalangan ekstremis yang anti Eropa dan anti imigrasi," kata menlu Bulgaria menunjuk Partai Kebebasan PVV.
Menurut AD belum jelas apakah ada keterkaitan antara kedua isu. Sementara perselisihan berlangsung terus, selama tiga hari bunga-bunga menjadi layu dan blokade Rumania itu merugikan sektor perkebunan sebanyak 100.000 euro.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.