Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Kamis 20 Juni  
Perang Opini Soal Pembatalan SBY
Avatar tanjung
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Perang Opini Soal Pembatalan SBY

Diterbitkan : 6 Oktober 2010 - 2:20pm | Oleh Eka Tanjung (Google)
Diarsip dalam:

Pembatalan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda menyulut reaksi seru. Tajuk ruang tanggapan pembaca di media internet muncul debat menarik.

AT5 melaporkan pembatalan kunjungan SBY berarti pula pembatalan upacara peletakan karangan bunga di Monumen de Dam di jantung kota Amsterdam yang direncanakan 7 Oktober. Dua tanggapan menarik  di media Amsterdam itu.

Tangan Berlumur Darah
Pengomentar berinisial 'Warga R.M.S. di pengasingan' mengatakan SBY tidak semustinya meletakkan karangan bunga di Monumen Dam. "Orang yang (SBY red.) bertanggungjawab atas penganiayaan para aktivis R.M.S. dan orang yang melakukan pelanggaran kasar hak-hak asasi manusia, tidak seharusnya meletakkan karangan bunga di Dam. Tangannya berlumuran darah. Pemerintah Belanda pura-pura buta, dengan terus melanjutkan kerjasama dagang selama bertahun-tahun dengan negara teror ini, sementara para tahanan politik dianiaya dan bahkan sampai dibunuh. Sangat memalukan, pemerintah Belanda dan para anggota dewan melindungi penguasa di Jakarta."

Seorang warga Amsterdam pembaca setia AT5 berakun 'rudipensionado' merasa senang kunjungan SBY ke ibukota batal. "Asik juga nih, para aparat polisi bisa pulang tepat waktu seperti biasa. Dan tram bisa jalan normal dan jalan tidak harus ditutup."


Pamflet Ditarik

Situs pemkot Amsterdam mengumumkan pencabutan selebaran dan pamflet untuk warga sekitar dalam kota. Penduduk diberitahu penutupan jalan di sekitar Dam.
"Dengan demikian informasi yang disebar 28 September untuk warga sekitar Dam, Rokin, Damrak dan Nieuwezijds Voorburgwal batal. Surat yang berisikan pengumuman penutupan jalan untuk Kamis 7 Oktober itu batal."

Wattilete dan Wilders
Koran bergengsi de Pers biasa memberi ulasan panjang lebar. Soal pembatalan kunjungn SBY, koran ini menyorot berbagai pendapat. Dubes RI di Belanda Habibie, Wattilete dari RMS dan dunia politik. Mencolok dalam tulisan ini adalah kesimpulan bahwa sebenarnya kunjungan SBY ke Belanda itu selain mengenai kerjasama ekonomi, politik dan budaya juga akan menyinggung masalah HAM.

Tulisan ini memancing perang opini termasuk orang Belanda yang domisili di Surabaya. Opini vraagstaart sangat menarik. Ia menyayangkan hubungan baik Indonesia Belanda yang terganggu gara-gara kasus ini.
".. dari Surabaya saya menyaksikan TV Apa Kabar Indonesia yang terus-menerus menyorot soal ini: pembatalan kunjungan SBY, proses pengadilan terhadap Wilders dan gugatan pra peradilan yang diajukan Wattilete. "

Ia menulis dalam bahasa Belanda bahwa media di Indonesia melihat kaitan pembatalan dengan: 'Geert Wilders (pembuat film Fitna) yang anti muslim, Wattilete yang anti Indonesia. SBY tidak jadi ke sebuah negara yang tidak suka dengan muslim dan orang Indonesia.'

Belanda Sahabat
Sebaliknya dia mengingatkan bahwa Presiden Indonesia ini sangat bersahabat terhadap Belanda. ".. menjelang partai final Piala Dunia 2010,  SBY pada pidatonya mengimbau rakyatnya agar mendukung Belanda."  Ia mengutip pidato SBY:  "dahulu ada masalah antara kita, tapi itu masa lalu. Sekarang Belanda adalah sahabat kita."  


Janji Belanda
Pemberi lain opini Ironhead menyinggung janji pemerintah Belanda terhadap RMS.
"Ach, pemerintah Belanda dulu kan terang-terang menjajikan kepada masyarakat Maluku bahwa Ambon akan diberi kedaulatan..."

RMS Didenda
Sementara koran gratis dan laris Spits! menurunkan berita keputusan pengadilan Den Haag menolak permohon Presiden RMS, John Wattilete. Judul koran itu langsung jelas 'Presiden Indonesia Tidak Akan Ditangkap' Selain itu RMS harus menanggung beaya proses pra-peradilan itu. Pro kontra langsung ramai di tajuk opini.

"Bagus lah, RMS suruh bayar sendiri ongkos pengadilan!" kata Badderbeest!

Sementara SpvvD menimpali ketus: "Kalau demi mendapatkan untung, maka kita membiarkan saja penyiksaan dan penjara puluhan tahun hanya karena mengemukakan pendapat... huh."

Diskusi

sudirman 20 Oktober 2010 - 4:48am

Saudara ku yang disana...pulanglah, datanglah ke Indonesia, datanglah ke Maluku & Papua lihatlah sendiri situasi dan kondisi disana, bagaimana bisa anda berkomentar dan berbicara tentang Maluku kalau anda sendiri belum datang dan melihat situasi yang ada di sana...??
Sekarang kondisi dan situasi di maluku sedang kondusif dan baik , ekonomi tumbuh dengan baik,sektor perdagangan dan pariwisata meningkat, masyarakat nya pun hidup rukun dan damai.
Toleransi rasa saling menghormati pun telah terjalin dengan baik tanpa memandang perbedaan, baik umat Kristiani, Muslim, Katolik, Hindu, Budha,dan umat Kongfuchu.
Kota-kota di propinsi Maluku telah tumbuh dan menjadi ramai , banyak pendatang berdatangan dari Jawa,Sulawesi,Cina keturunan,Kalimantan,Bali,Sumatra,Papua,dan lainnya mereka tercampur dan terintegrasi dengan baik mereka membangun tanah Maluku bersama sama demi masa depan mereka, dan melupakan masa lalu yang kelam.

Memang Indonesia pernah mengalami masa-masa yang kelam dimana demokrasi di bungkam, rakyat tidak dapat berbicara bebas, tentara militer berkuasa di mana-mana pemimpin pemerintah yang otoriter, media masa di jaga ketat, banyak orang yang hilang di culik, banyak tokoh-tokoh di penjara, pembantaian di mana-mana tanpa mempedulikan human right, dan tidak ada ampun bagi para penentang pemerintah, akan tetapi sejak terjadinya peristiwa revolusi reformasi si tahun 1997-1998 di mana rakyat turun ke jalan bersama-sama menguasai Jakarta sehingga membuat ibu kota lumpuh dan pemerintah berhasil di jatuhkan, Indonesia sekarang telah merubah dimana militer tidak boleh lagi ikut dalam berpolitik kecuali mereka yang telah habis masa tugas nya atau pensiun/berhenti/Retired.

Indonesia sekarang telah berubah menjadi angota tetap G-20, dan merupakan negara demokrasi terbesar ke 3 di dunia, dimana pers media bebas berbicara, rakyat bebas berdemonstrasi meng kritik pemerintah, setiap masyarakat memiliki Hak Asasi Manusia/human right yang dilindungi hukum dan undang-undang, sehingga kalau ada terjadi pelanggaran oleh aparat/tentara/polisi dapat di kenai hukuman berat penjara, kekuasaan pemerintah baik presiden,gubenur,walikota,parlement,dan bupati di pilih langsung oleh rakyat melalui general election, dan kekuasaan di berikan penuh untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat, baik pengelola daerah atau pusat, pengelola kekayaan negara di serahkan langsung kepada masing-masing daerah seluruh Indonesia melalui otonomi daerah, sehingga masalah seperti GAM di Aceh baru dapat diselesaikan di era demokrasi ini, dimana GAM membentuk sebuah partai politik dan memenangkan election di wilayah Aceh, sekarang ini daerah Aceh telah berhasil dengan baik mengelola dan menbangun secara mandiri, walaupun demikian masih amatlah banyak masalah-masalah yang belum terselesaikan di republik ini, terutama seperti penganguran dan korupsi.

Kami warga negara Indonesia akan tetap menjaga komitmen persahabatan dengan warga Nederland/Belanda, bagi kami belanda merupakan sahabat akrab dan erat Indonesia, kami akan menyambut gembira kedatangan saudara sekalian, dan salam hangat untuk saudara kami di pengasingan kami mengundang saudara sekalian untuk datang dan melihat tanah Maluku,republic of Indonesia.

tigor 10 Oktober 2010 - 3:36pm / Indonesia

Udalah gak ada tuh RMS.tenang aja.cuman yang kita butuhkan pemimpin yang tegasa iki dan berani.mana RMS nih aku Indonesia udah kenyang di jajah.tidak gentar.iki dadaku endi dadamu.Merdeka

nandyto 8 Oktober 2010 - 11:42am / Indo

Tidak seharusnya SBY membatalkan kedatangannya ke negri Belanda, justru hal terebut yang akan membuat malu diri sendiri.

Anonymous 8 Oktober 2010 - 4:42am / Indonesia

Eropa termasuk belanda, jangan sok bicara HAM deh, berapa banyak org indonesia yg mati karena kerakusan pemerintah kolonial belanda di indonesia, mulai dari kerja rodi, tanam paksa, Westerling saja telah membunuh 40 ribu rakyat indonesia,belum gubernur jendral india belanda beserta tentaranya, banyak saksi bisu yang menceritakan kekejaman belanda di indonesia, salah satunya penjara bawah tanah musium fatahillah. Jadi jangan sok bicara HAM, bagi bangsa eropa (belanda salah satunya), mereka lah yg telah menyebarkan peperangan dan pertumpahan darah didunia karena kerakusannya, seluruh wilayah asia dan amerika mereka kuasai dengan peperangan yg keji, berapa banyak penduduk setempat yg mereka bunuh, cth di india, di china, di amerika (byk org indian yg dibunuh), di australia, timur tengah, dg dalih gold & glory. Sekarang pura-pura lupa, memang mana ada maling teriak maling, belaga suci, mau menegakkan hak asasi manusia, padahal ingin menguasai secara halus. Inti dari semua inikan karena ketidakadilan, rakyat indonesia lah yg harusnya marah,dan menuntut ganti rugi atas penjajahan selama 350 tahun, secara moril dan material, bangsa2 di asia lah yang harus menyeret penjajah eropa ke pengadilan HAM atas kerusakan moril maupun fisik yang mereka tinggalkan di negara2 terjajah.

Mas Mulah 8 Oktober 2010 - 7:37am / Negeri Belanda

Tidak ada salahnya kita bicara HAM. Supaya kita tidak semena-mena, ngeprukin kepala orang lain. Setiap bangsa punya sejarah hitamnya. Belanda punya, Indonesia juga ada. Ingat Aceh, Jakarta, Maluku, Papua dan Timor Leste? Bahkan Indonesia masih rajin nyiksa rakyat sendiri, sampai sekarang.

Memang barat, termasuk Belanda memakai standar ganda. Bicara HAM oke, tapi semustinya adil. Kalau ada Gereja atau Kuil di bakar, barat ngamuk-ngamuk. Tapi kalau Densus 88 ngebom rumah beserta isinya di Jawa, lalu kapal kemanusiaan untuk Gaza diserang, eh barat pura-pura tidak lihat dan tuli.
Sial amat mereka yang dilahirkan sebagai muslim tapi ingin damai, barat membeci dan sodara mereka yang kaya di Timur Tengah sibuk foya-foya n ngitung dolar warisan.

Bicara HAM tetap harus, karena kita hanya sekali dilahirkan. Minta ijin ibunya sebelum engkau menyiksa anaknya wahai Densus 88!!

aluh 8 Oktober 2010 - 1:33am / Indonesia

Pak Be Ye seharusnya bermental baja...kayak suharto

tigor 10 Oktober 2010 - 3:39pm / Indonesia

Betul harusnya pak be ye,bilang iki dadaku endi dadamu Rms.tegas dan berani

aluh 8 Oktober 2010 - 1:32am / Indonesia

RMS= KETURUNAN BEKAS ANGGOTA KNIL

Dayak 7 Oktober 2010 - 6:27pm / Indonesia

RMS=REPUBLIK MIMPI SUNGGUHAN. John wattilete tau memanfaatkan situasi hingga cita2nya mjd terkenal terkabulkan. Hanya dgn modal 10 dolar? brp kantor berita yg meliput,radio,tv.dll. So yg untung ciapa?

nonanoni 7 Oktober 2010 - 3:39pm / belanda

Jika orang yang nganggur pulang ke maluku untuk apa pulak. Generasi Rms itu disana bukan mempunyai ilmu tinggi malah masih suka menjadi tukang penjaga pintu Cafe-cafe dan Bar orang lokal sana dan juga tukang pungut uang wc umum. Menolong orang belanda jika diganggu oleh orang asing jika berantam. dasar mental budak tetap tidak berubah. Mereka inilah yang menginginkan kekuasaan di maluku sana !!!.
Generasi ke 3 juga tetap sama !! Jadi jangan diagung-agunglah orang yang berkelas begini. Satu orang bukan masutnya semuanya, sedangkan maluku itu besar. Pimpinan kita sih begitu pula, tidak seperti presiden iran yang menyelesaikan masalah langsung ke sumbernya. Malu aku....dengan orang indonesia yang pergedenya nyalinya kecil. sepertinya mereka ini mempunyai metal baru yaitu mental film sinetron dan menjadi tukang ember-ember pembuat kasus baru.

Kumbokarno 7 Oktober 2010 - 10:05am / Indonesia

Sebagai orang Indonesia, ane malu juga Presiden SBY membatalkan kunjungan hanya karena diancam ditangkap saja. Sebagai orang nomor Wahid di Indonesia, SBY seharusnya menunjukkan keberanian dan memberi contoh pada rakyat. "Lanjutkan!!!" sudah di pesawat "Lanjutkan!! jangankan dipenjara, dihukum mati saja aku siap!!" Ini menlunya yang Ayam Sayur!!


Ane lebih kagum sama HM Soeharto yang datang ke Belanda padahal didemo sama banyak orang, tetap jalan. Padahal dosanya lebih besar. SBY mentalnya Ayam Sayur, baru digertak dah takut. Ane tekankan disini, ini kali secara moril you menang Wattilete, tapi ane orang Indonesia yang mirip HM Soeharto daripada SBY.

cewek nyah-nyoh 7 Oktober 2010 - 2:17pm

Bocah edan...Presidennya mau ditangkap kok senang...apa sampeyan saja yang jadi presiden republik ayam sayur yaaa....wkwkwkwkkkkkk

Kumbokarno 10 Oktober 2010 - 11:08pm / Indonesia

Yang edan itu sampeyan sendiri. Mana saya ada rasa senang? Anda rupanya harus sekolah lagi dan belajar membaca. Presidennya Ayam Sayur dan Menlunya Sayur Ayam, saya merasa MALU bukan senang. Sapeyan ini nanti saya potong kepalanya dan dibikin sayur sekalian, mau?

mbahpur 7 Oktober 2010 - 8:31am / indonesia

Yang menarik, selama ini fihak Istana Belanda Ratu Beatrix tidak mengeluarkan statement apa2 sehubungan dengan batalnya kunjungan SBY.
Juga misalnya fihak pemerintahan demisioner Balkenende, diem2 aja.
Paling baik kunjungan SBY menunggu kalau sudah ada kabinet BARU yang BUKAN demisioner. Berbicara dengan Balkenende tak ada guna. Toch dia segera ENDE juga.

Anonyme 7 Oktober 2010 - 5:59am / Indonesia

Aaaaahhhh .. kalo emang begitu ceritanya .. sepertinya Indonesia itu perlu yang keji2 untuk mempertahankan persatuan .... masalahnya, kalo dibaikin dan di kasih hati .. tuch RMS dan separatis lainnya malah injek2 kepala ... enak aja !!!! udah .... habisi aja semua RMS .... kalo bisa jg sama belanda2nya .. dasar RMS .. masih gak sadar atau memang tolol sih ? di tipu belanda koq gak sadar2 ... dasar tolol !!!! kayak gak tau aja gw gimana orang2 maluku di belanda itu .. kalo kata orang jakarta, mereka itu lagunya bener2 kayak taiiiiiiii !!!!

Anonymous 7 Oktober 2010 - 5:37am / Indonesia

Kemerdekaan RMS adalah janji dari Penjajah (Belanda) di Indonesia sebagai balas jasa atas bantuan mereka (RMS) dalam mempertahankan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Sejarah menunjukan Mereka ini bertindak jauh sekali dari HAM dalam menekan Penduduk Indonesia (Bahkan lebih kejam dari tentara Belanda). Jadi lucu kalau sekarang mereka berkoar soal HAM.

Liekouw 7 Oktober 2010 - 3:34am / Belanda

Well... menurut saya..RMS hanya alat Belanda untuk bisa dapat bagian kekuasaan di tanah yang dulu pernah dijajahnya...seperti kepentingan Amerika di Papua ataupun keberhasilan Ameriak, Australia dans ekutunya di Timor dulu... conflict manajemen lah... 350 tahun menjajah dengan politik devide et impera nya dan parahnya sampai sekarang masih terasa akibatnya.. harunya Pemerintah Belanda minta maaf untuk hal ini kepada Indonesia dan membantu memberikan solusi keluar dari masalah ini.. juga peng'kastaan' yang dulu mereka buat, impactnya masih ada, pemerintahan yang korup adalah imbas dari didikan hukum Belanda.. yah sudah cukup Indonesia dikacaukan Belanda, mari kita bekerja sama untuk mebangun negeri Indonesia jangan terbuai oleh keinginan sekelompok orang yang ingin berkuasa...basmi RMS..

anti kumpeni 7 Oktober 2010 - 2:43am / Indonesia

rms = terrorist....jadi kalau belanda ataupun warganya mendukung n mendanai rms, apa bedanya dgn al -qaida

Mas Mulah 6 Oktober 2010 - 2:52pm / Negeri Belanda

Sebenarnya kalau jujur, Densus 88 itu memang keji banget. Etah dikasih doping apa mereka itu, senang sekali menyiksa orang. RMS tidak berhak hidup di Indonesia, tapi tawanan politik tetap harus dihormati hak asasinya. Densus 88 dikirim ke Bali saja supaya makanin anjing massal yang berrabies itu.

Asep Galing 6 Oktober 2010 - 2:47pm / Indonesia

Kok beraninya mengatakan tangan SBY berlumuran darah. Lha RMS KNIL dulu kan juga disuruh-suruh Belanda mbunuhi orang-orang di Aceh. Justru RMS yang tangannya penuh dengan darah dan dosa.

Danny Liem 6 Oktober 2010 - 6:57pm

Anda rupanya tidak belajar sejarah. RMS dan KNIL tidak sama, walaupun KNIL juga terdiri dari orang Maluku. RMS adalah hasil hutang politik. Sedang KNIL tentara ratu Belanda yang direkrut dari Jawa, Sulawesi, Maluku dan Sumatra. Tentara KNIL terbanyak justru dari Jawa. Dan bukan KNIL Maluku yang membunuh warga ACeh. Justru KNIL Jawa.

Lie Tjeng Swie 10 Oktober 2010 - 11:14pm / Taipeh

Pak Danny ini selalu menyalahkan orang lain, jawa lagi-jawa lagi. Dan nuansa tulisannya dimana-mana berbau SARA. Awas lho nanti kami calonkan Anda mendapat Hadiah Nobel Perdamaian!! Menggantikan tempat saudara Anda, Liu Xiaobo dipenjara mau??

mbahpur 7 Oktober 2010 - 8:23am / Indonesia

Selama ini belum pernah saya tahu bahwa KNIL itu di bagi2. Ada KNIL Jawa, KNIL Maluku, KNIL Sumatra.
Secara jumlah, orang Jawa yang menjadi anggota KNIL lebih banyak dari orang Maluku. Sebab orang Jawa
memang jumlahnya lebih banyak. Secara prosentase (%), artinya jumlah KNIL di bagi Jumlah Penduduk, maka KNIL Maluku 2x lebih banyak. Bahwa "justru" KNIL Jawa yang membunuh orang2 ACEH, anda perlu sebutkan sumbernya. Yang jelas van Heutz dan van Dahlen adalah biangnya. Pasukan2 Westerling di Bandung kebanyakan orang Maluku. Tapi saling tuding ini tidak akan membawa hasil.
Sekarang bagaimana kita ber sama sama berusaha menyembuhkan luka luka LUAR dan luka luka DALAM akibat penjajahan Belanda. Rasa minder terhadap orang "bule" misalnya.

Naga 6 Oktober 2010 - 2:43pm / INdonesia

Ah, RMS itu cuma kutu busuk. Gatal dikit, cukup digaruk. Harusnya ga usah digubris lah. SBY berlebihan.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...