Menteri Keuangan Belanda Jan Kees de Jager berperanan sebagai polisi jahat saat perundingan di Brussel mengenai bail out, paket penyelamatan Uni Eropa bagi Yunani.
Senin lalu semua mengambil sikap terhadap Menteri Keuangan Belanda Jan Kees de Jager. Saat itu para menteri keuangan Uni Eropa membicarakan bail out atau paket penyelamatan Uni Eropa bagi Yunani. Sorenya suasana yang positif berubah tatkala Menteri De Jager berbicara di depan pers.
"Semua pihak harus menilai apakah Yunani sudah cukup berusaha. Minggu lalu tidak demikian. Dan minggu sebelumnya juga tidak."
Tiba-tiba kesepakatan yang sudah mulai dilaksanakan sejak musim panas lalu, tampak terancam. Namun setelah berunding 14 jam, dalam waktu dua jam Selasa pagi kemarin, para menteri Uni Eropa, bersama Dana Moneter Internasional IMF dan Bank Sentral Eropa, berhasil mencapai kesepakatan dengan pemerintah Yunani.
Kesepakatan
Keprihatinan Jan Kees de Jager pun dimaklumi. Yunani menyetujui supervisi yang disebut troika (Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF) mengenai anggaran belanja pemerintah Yunani. Yunani harus mengajukan paket reformasi baru dalam waktu dua minggu, supaya memenuhi syarat bail out terakhir.
Dan 130 miliar euro akan didepositokan di sebuah rekening tabungan, bukan ditransfer langsung kepada pemerintah Yunani. Dunia usaha akan dibujuk untuk "secara sukarela" rugi lebih banyak ketimbang diduga sebelumnya.
Troika
Walhasil minggu ini de Jager berperanan sebagai polisi jahat, malah lebih parah dibandingpan pada perundingan-perundingan bail out Yunani sebelumnya. Belanda sendiri tidak bisa berperan sebagai polisi jahat. Dan Yunani juga tidak begitu peduli terhadap pendirian Belanda.
De Jager bertindak sebagai troika secara pribadi, bersama Finlandia dan Jerman.
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäuble otak di balik pihak yang bersikap sangat keras terhadap Yunani. Di media Yunani ia dijuluki Mr No, dan malah ditayangkan dengan mengenakan pakaian seragam Nazi.
Presiden Yunani Karolos Papoulias minggu lalu sempat menuding tiga pihak yang bersikap keras terhadap Yunani. “Siapa sih Schäuble kok beraninya menghina Yunani? Siapa sih orang Belanda itu? Siapa sih orang Finlandia itu?"
De Jager pun mengeluarkan tanggapan. "Bukan Belanda atau Jerman yang membuat Yunani terpuruk seperti sekarang. Yunani sendiri! Maka solusinya harus datang dari sana."
Tetap keras
Meski kesapakatan telah tercapai, de Jager tetap keras. Ia masih menyangsikan keampuhan paket yang ia sendiri ikut setujui. Jangankan mensosialisasikan paket itu ke publik Belanda, ia malah memperingatkan itu solusi sementara, untuk mengatasi krisis ekonomi Yunani sampai 2014.
Ini juga masih tergantung pada kecepatan pemerintah Yunani melancarkan reformasi dan pada parlemen tiga negara yang bersikap keras terhadap Yunani.
Parlemen Belanda mungkin akan menyetujui kesepatan di Brussel kemarin, berkat dukungan partai-partai oposisi pro Eropa. Namun ini akan tercapai setelah debat sengit. Soalnya sikap keras de Jager banyak pendukungnya di Belanda.
Ia tetap populer di Belanda, walaupun ia mengambil sikap yang kurang disukai dalam negeri. Bukankah ia juga yang mengusulkan pemerintah Belanda menambah dana bantuan kepada Yunani.
Tapi di Brussel de Jager membayar harga mahal. Setelah berunding sepanjang malam, ketika menteri kembali ke hotelnya untuk tidur, ia tidak bisa masuk kamar. Ternyata kunci kamarnya diblok karena ia terlalu lama keluar kamarnya.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.