Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Hans de Vreij
Map
Kabul, Afghanistan
Kabul, Afghanistan

Pengkhianatan Pegawai Program Bantuan Afganistan

Diterbitkan : 13 Maret 2010 - 9:55am | Oleh Hans de Vreij (Katachel)
Diarsip dalam:

Ia bekerja keras untuk program pembangunan di Afganistan, dihormati, bahkan oleh Taliban, tapi kemudian hancur karena dikhianati sahabat karibnya.

Dr Sybille Schnehage memulai proyek program bantuan di Afganistan pada 1994. Saat itu Afganistan tengah dilanda perang saudara menyusul mundurnya tentara Soviet pada 1989. Taliban kemudian menguasai Afganistan. Schnehage tetap melanjutkan proyeknya.
 

Dihormati
Schnehage sangat dihormati di Afganistan. Bahkan Taliban pun membiarkan anak perempuan belajar di sekolah yang didirikannya di Propinsi Kunduz, Afganistan utara. Ia masih punya izin pendirian sekolah yang ditandatangani oleh ketua Taliban di Kandahar City.
    
Proyek ‘Katachel Association’ yang dipimpin Schnehage semakin luas jangkauannya. Pada 2006, Schnehage mendapatkan penghargaan Malalai Award, penghargaan tertinggi untuk wanita dari pemerintah Afganistan.

Dana proyek berasal dari berbagai sumber termasuk donor dari Jerman, pemerintah Belanda dan organisasi perempuan Eropa, WECF (Women in Europe for a Common Future’.

Tertipu
Namun akhir tahun lalu proyek yang dipimpin Schnehage mendapat pukulan keras. Ternyata, manager proyek, Dadgul Delawar, warga Afganistan, bermain curang sejak awal proyek pada 1994. Ia membuat pembukuan ganda.

“Satu dokumen untuk saya, untuk asosiasi. Saya percaya saja,” kata Schnehage kepada Radio Netherlands. “Itu ternyata palsu. Dokumen asli disimpannya sendiri.” Sebagian besar properti tanah dan bangunan yang seharusnya milik Asosiasi Katachel didaftarkan atas nama Dadgul Delawar.
 
Akhirnya ia putus hubungan dengan Delawar dan mengajukan tuntutan hokum kepadanya.
 
Ditolong
Dadgul bukan sembarang pegawai Afganistan yang bekerja untuk organisasi bantuan dari Jerman. Pada 1992, Dadgul adalah pejuang Mujahidin. Separuh mukanya rusak karena ledakan granat dari tentara Soviet.

Sybille Schnehage bertemu Dadgul pertama kali di rumah sakit dan membawanya pulang ke Jerman. Di sana ia menjalani 40 kali operasi untuk memulihkan wajahnya. Saat itu, ia tinggal di rumah Schnehage dan suaminya di Bavaria. Ia sudah dianggap seperti keluarga.

Ketika itu Dadgul banyak bercerita tentang desa kelahirannya, Katachel. Inilah asal muasal berbagai proyek yang dilakukan oleh Schnehage di Afganistan.

Diancam
Sybille Schnehage sangat kecewa dan hancur karena dikhianati orang terdekatnya.
“Orang ini mengkhianati saya dari awal,” katanya. “Ini benar-benar mimpi buruk. Hati saya hancur.”

Namun, mimpi buruk Schnehage tidak berakhir disitu. Dadgul baru-baru ini mengancamnya. Pegawai baru yang bekerja untuk Schnehage luka parah karena serangan bom.
 
Dr. Schnehage saat ini berupaya keras mengambil alih properti dari tangan Dadgul.

“Saat ini prosesnya sudah di mulai di Kunduz. Pemerintah Afganistan memerintahkan pengembalian properti ke saya. Saya tidak terima dia hanya mengembalikan rumah saya. Saya ingin semua bangunan dan tanah yang berasal dari proyek dikembalikan,” kata Schnehage.
 

WECF
Radio Netherlands mengontak WECF, organisasi donor yang sudah lama mendukung Asosiasi Katachel. Organisasi ini menunda pemberian bantuan sampai proses pengadilan di Kunduz tuntas.

“Kami sulit memahami ini. Kami sudah kenal Dadgul sejak lama. Kami sama sekali tidak bisa membayangkan dia mengkhianati Sybille Schnehage, teman yang sudah menyelamatkan hidupnya,” kata Sascha Gabizon, Ketua WECF.

WECF langsung melakukan penyelidikan ketika mendengar penggelapan yang dilakukan oleh Dadgul. Menurut Gabizon, semua prosedur sudah dilakukan dengan semestinya oleh Asosiasi Katachel cabang Jerman. Mereka sama sekali tidak bersalah.
 
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa pemerintah Afganistan masih belum melakukan tindakan untuk membela organisasi yang sangat dihormati dan telah memberikan kontribusi besar untuk Afganistan?
 

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET