Perdana menteri Irak Nuri al-Maliki ingin agar hasil pemilu dihitung kembali. Menurut partai Syi'ah Iraqiya pimpinan mantan perdana menteri Iyad Alawi, al-Maliki bersalah dengan ancaman komisi pemilu.
Minggu lalu al-Maliki masih mengatakan bahwa keluhan atas penghitungan suara, tidak beralasan dan tidak akan mencampuri hasil pemilu. Tapi kini al-Maliki menegaskan bahwa penghitungan kembali diperlukan untuk menjaga kestabilan politik.
Mantan perdana menteri Alawi mencurigai sikap Mailiki yang menuduh dan mengancam komisi pemilu, justru disaat partai Iraqiya nampaknya akan memenangkan pemilu. Dua minggu setelah pemilu parlemen, 92% suara sudah dihitung. Partai Iraqi unggul tipis, setelah koalisi perdana menteri al-Mailiki selama ini mengumpulkan suara terbanyak.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.