Di Brussel dan Strasbourg, ribuan karyawan Uni Eropa dijadwalkan melakukan pemogokan Senin sore untuk menuntut kenaikan upah.
Walau begitu terjadi ribut-ribut soal rencana kenaikan gaji puluhan ribu karyawan Uni Eropa, pada saat terjadinya krisis ekonomi yang ditandai dengan penurunan gaji sektor publik di seantero Eropa.
Eurokrat yaitu para pegawai negeri sipil Uni Eropa akan menerima kenaikan gaji 3,7 persen. Di tengah zaman krisis, ini jelas tidak baik bagi citra Uni Eropa. Britania, Jerman dan sejumlah negara Uni Eropa lain menentangnya rencana kenaikan gaji sekitar 45 ribu PNS, karena berlawanan dengan zaman krisis ekonomi.
Potong gaji
Pekan silam, Menteri Keuangan Alistrair Darling, menyatakan sektor publik Britania akan menghadapi pembekuan gaji selama dua tahun mulai tahun 2011. Sedangkan pemerintah Irlandia melancarkan penghematan besar-besaran, bahkan Perdana Menteri Brian Cowen memotong seperlima gajinya sendiri. Langkah pengetatan ikat pinggang terberat berlangsung di negara-negara Baltik. Di sana, guru dan karyawan rumah sakit mengalami penurunan gaji sampai 20 persen.
"Kalau tingkat gaji sekarang dinaikkan maka itu akan merupakan pesan yang tidak baik. Itu akan menampilkan Brussel sebagai kereta yang mengangkut kucing gemuk, sementara setiap orang harus melakukan penghematan," kata salah satu duta besar negara-negara Skandinavia. PNS Uni Eropa digaji sekitar 4000 sampai 14 ribu euro per bulan, itu gaji bersih. Belum lagi tunjangan-tunjangan lain, termasuk tunjangan pensiun yang royal.
Ditanya mengenai hal ini dalam KTT pemimpin Eropa di Brussel pekan lalu, Perdana Menteri Britania Gordon Brown berkata, "Jelas siapa saja berpendapat, untuk sekarang, soal gaji harus pada tingkat yang bisa diterima."
Pertikaian yuridis
Walau begitu, perlawanan yang dilancarkan oleh 20 dari 27 negara anggota Uni Eropa bisa berubah menjadi pertikaian yuridis sengit, karena ini bisa melanggar sistem gaji yang sudah disepakati negara-negara Eropa sendiri. Sistem ini memperhatikan kenaikan gaji PNS pada delapan negara anggota Uni Eropa dan biaya hidup di Brussel, berdasarkan statistik tahun lalu. "Kita tidak pernah bisa mengubah acara ini di masa lampau," kata seorang diplomat Uni Eropa, menunjuk pada krisis minyak tahun 1972, ketika negara-negara anggota kalah dalam gugatannya terhadap Komisi Eropa.
Para karyawan Uni Eropa dan pihak serikat buruh membantah keras tuduhan tidak berhak memperoleh kenaikan gaji. Mereka menyatakan akan mengganggu saat-saat pemungutan suara di Parlemen Eropa di Strasbourg pekan ini, temasuk pertemuan Dewan Eropa.
Di bawa ke Mahkamah Eropa
"Kami ini sasaran tepat kalangan populis, karena kami ini dianggap anak manja. Sekarang kami akan terima kenaikan gaji, tetapi tahun depan kami akan menghadapi penghematan besar-besaran, karena gaji kami akan mencerminkan apa yang terjadi di Eropa tahun ini," demikain George Vlandas dari kalangan serikat buruh Brussel. "Kami ini punya hak, dan kalau perlu kami siap membawa masalah ini ke Mahkamah Eropa. Kami tahu kami akan menang karena peraturannya memang demikian."
Banyak kalangan percaya, Dewan Eropa akan dipaksa menerima tuntutan kenaikan gaji tahun ini, tetapi mereka khawatir pemerintah akan merundingkan kembali sistem penggajian itu awal tahun depan.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.