Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 22 Mei  
Avatar Frank Renout
Map
Paris, Prancis
Paris, Prancis

Pemilu Perancis Kambing Hitamkan Luar Negri

Diterbitkan : 20 April 2012 - 3:44pm | Oleh Frank Renout (Foto: Scalino / On The Road Again)
Diarsip dalam:

Di hari terakhir kampanye pemilihan presiden Perancis, para capres habis-habisan mengeluarkan semua jurus mereka untuk menarik hati para pemilih. Radio, televisi, surat kabar dan majalah dipenuhi dengan iming-iming politik: rencana kandidat, visi masa depan serta pendapat para pemilih. Tapi kampanye kali ini tidak seperti sebelumnya. Isu luar negeri tampak menghilang.

Benua Afrika yang memiliki hubungan sejarah erat dengan Perancis hampir-hampir tidak dibahas selama kampanye. Dunia Arab? Kekerasan di Suriah? Tak kedengaran tuh! Kampanye pemilu sekarang ini hanya membahas masalah-masalah dalam negeri, kata peneliti politik Perancis terkemuka, Dominique Reynie.

Isu-isu internasional penting sekalipun tidak disebut-sebut, kata Reynie. Isu seperti permudahan proses pengambilan SIM adalah salah satu contoh tema kampanye seminggu kemarin. Peran dan pengaruh Perancis di kancah internasional untuk pertama kalinya tidak disinggung.

Kepompong
Ini terjadi karena orang Perancis makin menyadari adanya globalisasi, tutur Reynie. Perancis bukan negara adidaya lagi. Negara lain seperti Cina, India, Brasil adalah negara-negara ekonomi besar yang baru. Sentimen yang berlaku saat ini adalah: gara-gara liberalisasi perdagangan, banyak lowongan pekerjaan lenyap dari Perancis.

Di bidang politik, Paris telah membagi sebagian besar kekuatannya ke Brussel, ke Uni Eropa. UE-lah yang sekarang menentukan, kata banyak orang Prancis. Singkatnya, pengaruh internasional para politisi Prancis, termasuk kepala negaranya, menciut. Perancis menyusup kembali ke dalam kepompong.

Sebagai ilustrasi: harian bergengsi Perancis, Le Monde, minggu ini menurunkan edisi komplit seputar pemilihan. Semua isu penting dibahas: 15 dari isu-isu tersebut merupakan perihal dalam negeri dan cuma empat yang merupakan tema asing.

Penanganan krisis Eropa jelas-jelas memainkan peran dalam kampanye, karena krisis mempengaruhi rakyat Perancis langsung, misalnya dengan meningkatnya angka pengangguran. Semua salah Eropa, kata banyak rakyat dan para calon presiden Perancis.

Ekstrim kanan panen
Namun imigrasi - sebagai salah satu isu internasional – tetap penting dalam kampanye. Tapi tetap saja karena isu ini berefek terhadap isu domestik. Presiden Sarkozy, misalnya, mengatakan akan mengurangi arus imigrasi sampai setengahnya.

Dia juga menentang daging halal di kantin-kantin sekolah dan mengusulkan tidak perlu memisahkan pria dan wanita di kolam renang. Semua kalimat yang bertujuan menarik simpati para pemilih ekstrim kanan untuknya.

Daerah-daerah kumuh di sekitar kota-kota besar, pinggiran kota yang disesaki para imigran, hampir-hampir tidak disebut dalam kampanye. Tahun 2005 pernah terjadi kerusuhan serius di sana dan situasi sejak itu tidak pernah membaik lagi.

Kandidat presiden dari partai sosialis, François Hollande, membuat rekaman dari beberapa daerah kumuh terkenal dari atas kereta api ekspres yang sedang berjalan. Rekaman film lalu diunduh ke YouTube dengan iringan musik rap

Tapi sudah, itu saja. Hollande tidak membuat janji apa-apa atau mengucapkan pesan-pesan penyejuk hati. Sebuah penelitian terbaru di lingkungan imigran menunjukkan bahwa 42 persen warganya berpendapat bahwa demokrasi tidak bekerja dengan baik.

Identitas terancam
Pendeknya, isu luar negeri hanya dianggap sebagai momok bagi Perancis: karena ekonomi dunia tidak berpihak lagi pada Perancis, karena Eropa memberlakukan aturan-aturan yang tidak berkenan dan karena imigrasi (baca: daging halal) merupakan ancaman bagi identitas Perancis.

Itulah yang dirasakan para pemilih, dan dimanfaatkan oleh banyak politisi.

Ahad mendatang (22/04), sepuluh kandidat presiden akan berpartisipasi dalam pemilihan presiden Perancis. Dari penampilan mereka dalam beberapa bulan terakhir bisa kelihatan Perancis pada 2012 adalah Perancis yang defensif. Bukan sebuah negara adidaya lagi. Ekonomi menurun.

Salah siapa? Semua yang berbau luar negeri. Makanya, kampanye pemilihan berkisar seputar daging halal dan permudahan SIM serta luar negeri adalah momok.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...