Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
flickr - ©brandsouthafrica
Avatar Sandesh Bhugaloo
Map
Abuja, Nigeria
Abuja, Nigeria

Pemalsuan Usia: Perusak Sepakbola Afrika

Diterbitkan : 7 November 2009 - 12:16pm | Oleh Sandesh Bhugaloo
Diarsip dalam:

"Pemalsuan usia sudah jadi penyakit dalam sepakbola Afrika." Dugaan kuat ini dilontarkan Medhat Shalaby, media officer Persatuan Sepakbola Mesir.

"Turnamen junior terancam tidak lagi dianggap penting untuk perkembangan sepakbola Afrika. Negara-negara seperti Nigeria, Ghana dan Kamerun acap kali memalsukan usia pemain di turnamen junior internasional."

 

Pengakuan mengejutkan muncul beberapa hari lalu dari mantan pemain sayap Green Eagles, Adokiye Amiesimaka. Ia menyatakan, kapten tim Golden Eaglets Fortune Chukwudi berusia sekitar 25 tahun. Hal ini memperkuat dugaan Shalaby mengenai penyakit yang sudah diderita sepakbola Afrika selama bertahun-tahun.

 

Adokiye, pengacara dan mantan Komisi Keadilan Rivers State -- yang menduga bahwa Chukwudi setidaknya sembilan tahun lebih tua dari pengakuannya -- mengatakan Chukwudi harusnya tidak boleh bermain di Piala Dunia FIFA U-17.

 

Identitas Palsu
Shalaby mengatakan, hampir semua negara Afrika mengizinkan pemainnya menggunakan identitas palsu agar mereka diperbolehkan main di turnamen junior. "Pemalsuan usia merusak perkembangan sepakbola di Afrika. Kecurangan ini membuat turnamen tidak berguna karena sejumlah pemain sebenarnya tidak boleh ikut serta. Mereka terlalu tua untuk itu."

 

Dalam usahanya mencegah pemalsuan usia, Persatuan Sepakbola Internasional FIFA memperkenalkan mesin Magnet Resonance Image (MRI) untuk mengetes usia pemain yang akan berlagak di Piala Dunia Under-17, Nigeria 2009. Dalam tes yang diikuti tim Nigeria U-17, 15 dari 32 pemain gagal. Hal ini menimbulkan kontroversi besar.

 

Menurut Arnold Pannenborg, jurnalis Belanda dan komentator sepakbola Afrika, hampir semua negara Afrika bersalah atas pemalsuan usia. Pannenborg setuju dengan kebijakan FIFA.

 

"Banyak sekali – kalau tidak bisa dibilang semua – negara Afrika yang “mencurangi” usia pemain muda mereka. Kita tidak perlu berpura-pura bahwa hal ini tidak terjadi. Karena nyatanya, hal ini benar-benar terjadi. Banyak pula. Sejumlah pejabat tinggi dari berbagai asosiasi dan kementrian telah mengakui, mereka memang menciptakan “usia bola” agar pemain yang lebih tua masih bisa berlagak untuk tim U-20 dan U-17," kata Pannenborg

 

Alat Yang Bisa Diandalkan
"Tes MRI adalah satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk menentukan usia pemain. Usul yang diajukan baru-baru ini oleh Sani Lulu – Kepala Federasi Sepakbola Nigeria – untuk bertanya pada orangtua pemain mengenai usia anak-anak mereka, sangat konyol. Tidak seorang pun akan mempercayainya. Kita hidup di era teknologi dan harus memanfaatkan hal itu. Di sisi lain, apa gunanya mengadakan turnamen junior jika pemain yang lebih tua bisa ikut serta?" komentar Pannenborg.

 

Toh, pertanyaan belum terjawab: Bagaimana mungkin Chukwudi bisa lolos tes MRI?

 

Adokiye melanjutkan: "Saya benar-benar ragu, apakah tes MRI dilakukan terhadap semua dan setiap pemain. Jika pemeriksaan menyeluruh benar-benar telah dilakukan, maka FIFA harus kembali memeriksa prosedurnya."

 

Administrator sepakbola yakin, pemalsuan usia muncul karena komersialisasi sepakbola di Afrika. Berbagai klub dan agen pesepakbola dituduh sebagai pihak yang mendukung pemain memalsukan usia mereka. Tujuannya, agar mereka makin mudah memperoleh kontrak dengan klub-klub Eropa yang mencari bibit muda.

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET