Generasi baru penggila sepak bola tidak keberatan jika seorang bintang sepak bola ternyata homoseksual. Demikian hasil penelitian terbaru Universitas Staffordshire, Britania Raya. Menurut 93 persen responden homofobia tidak pantas di dunia sepak bola. Kendati demikian pemain itu sendiri tidak cepat mengakui dirinya gay.
Menurut ahli komunikasi Huub ter Haar, sudah tiba masanya orang tidak takut lagi pada pesebakbola homoseksual. Ia berjuang untuk meningkatkan penerimaan homoseksualitas di dunia sepakbola.
Ia berpendapat bukan tidak mungkin pemain bola gay bisa diterima, sama seperti dunia sepak bola bisa menerima orang kulit hitam. Belum berapa lama ini pemain berkulit hitam sering dilempari kulit pisang.
Bedanya, warna kulit kelihatan, tidak bisa disembunyikan. Tapi, orientasi seksual tidak bisa dilihat.
Pengucilan
Olah raga menyatukan orang, baik pemain maupun fans. Jadi, pengucilan kelompok tertentu tidaklah pada tempatnya, demikian menurut Ter Haar. Semuanya berawal dengan toleransi. Para fans sudah bisa menerima, ini terbukti dari penelitian di Inggris. Sekarang tinggal para pemainnya.
"Sebagian besar fans tidak mempermasalahkan itu. Pemainnya yang justru takut. Bagi mereka, menerima diri sendiri merupakan masalah besar," kata Ter Haar.
Coming out
Menurut Ter Haar, terutama di cabang olah raga tim seperti sepakbola, hockey dan bola voli, pemain yang terbuka tentang orientasi seksual mereka tidak gampang diterima. Ini membuat coming out (terang-terangan menyatakan diri sebagai gay) pemain rugby Gareth Thomas dari Wales akhir tahun lalu menarik banyak perhatian.
Thomas dianggap pahlawan. Aktor Hollywood Mickey Rourke ingin memfilmkan kisah hidup pemain rugby tersebut. Banyak yang berharap langkah Thomas ini akan diikuti pemain rugby lainnya. Tapi sampai sekarang situasi masih sepi saja, apalagi di dunia sepakbola.
Karir
Seluruh dunia bermain sepakbola, juga di negara-negara di mana homoseksualitas masih menjadi masalah. Ter Haar sadar akan hal tersebut.
Setiap pemain pasti mendambakan karir yang bagus. Di Eropa hampir semua pemain ingin bermain di klub-klub top di Spanyol atau Italia. Di sana homoseksualitas tidak diterima. Oleh karena itu para pemain bola gay menutupi jati diri mereka agar transfer mereka tidak gagal.
Para pemain harus bisa menerima jati diri mereka. Berbagai persatuan sepakbola, pelatih dan para pemain lain juga harus terlibat.
Impian
Ter Haar sadar bahwa homoseksualitas di dunia olahraga, terutama di sepakbola, masih tabu. Namun demikian akan sangat indah apabila publik, klub dan para pemain akhirnya bisa menikmati indahnya permainan bola seorang pemain tanpa mempermasalahkan fakta bahwa pemain itu gay.
Ter Haar berharap persatuan sepakbola Belanda KNVB, setelah meraih sukses di Afrika Selatan, akan semakin serius memperjuangkan penerimaan homoseksualitas di dunia sepakbola. Hanya dengan membuka diri penerimaan terhadap pesepakbola gay akan bisa diwujudkan.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.