Integrasi sambil mempertahankan budaya sendiri tidak mungkin bisa, kata Frits Bolkestein tepat dua puluh tahun lalu. Hampir semua orang Belanda merasa resah atas perkataan tokoh liberal ini. Dia adalah pelopor Geert Wilders, yang kini mewarnai perdebatan dengan pandangan anti-Islam. Tapi eminensi liberal ini tidak ingin berhubungan dengan mantan rekan partai dan 'pengganti'-nya.
Mantan mentri dan komisaris Uni Eropa berusia 78 tahun ini terlihat agak rapuh, tapi masih bekerja untuk melontarkan ide-ide yang menarik perhatian. Dari kantornya yang menghadap Amstel, dia melihat kembali kehebohan yang dia timbulkan pada awal tahun sembilan puluhan.
Bolkestein berkata: "Saya sangat keberatan dengan slogan pemerintah Belanda 'integrasi sambil mempertahankan identitasnya sendiri'. Saya pikir itu hanya omong kosong: siapa yang berintegrasi, akan kehilangan sebagian identitasnya. Saat itu saya mengatakan bahwa imigran menyesuaikan dengan nilai-nilai penting budaya Belanda."
Heboh
Bagi Bolkestein nilai tersebut yaitu: kebebasan beragama, pemisahan gereja dan negara, kebebasan berekspresi dan kesetaraan antara pria dan wanita. Jika kembali melihat ke belakang, pernyataannya sebenarnya tidak begitu mengejutkan, kata mantan pemimpin VVD. "Tapi saya menimbulkan kehebohan besar, tapi mungkin ini diperlukan" katanya.
Sekarang mantan rekan separtainya Wilders Geert, dengan pandangan ekstrim terhadap imigrasi dan Islam, mendirikan partai PVV pada tahun 2006. Kadang Bolkestein disebut sebagai guru Wilders, tapi dia sendiri tidak merasa ada kesamaan. "Wilders mengatakan hal-hal yang tidak benar dan menurut saya dia berlebihan" tandas Bolkestein.
Maroko
Dalam percakapan pribadi yang bocor, Bolkestein pernah menyarankan agar orang Yahudi di Belanda harus mempertimbangkan untuk emigrasi ke Israel atau Amerika, karena anti semitisme di kalangan Marokko. Sedangkan ini bertentangan dengan pendapat Wilders yang menegaskan bahwa orang Marokko seharusnya meninggalkan Belanda.
Bolkestein berpendapat: "Anda bisa saja berkata begitu, tapi itu tidak beralasan. Karena kita tidak bisa berkata pada 400.000 orang Maroko di Belanda: pulang sana ke Maroko. Ini tidak masuk akal. Jadi saya berkata: pandangan politik Wilders benar-benar omong kosong."
Ide berbahaya
Bolkestein baru-baru ini menulis sebuah buku tentang "ide-ide berbahaya dalam politik". Dia menunjukkan ide yang sembrono dan tidak dites dalam praktek bisa menimbulkan kekacauan dan bahkan situasi yang lebih buruk. Namun Bolkestein menganggap ringan bahaya yang ditimbulkan oleh ide-ide Wilders. Dia tidak bisa membayangkan kalau ide Wilders akan mempengaruhi orang diluar pendukung Wilders. Wilders mendukung pemerintah sekarang, tetapi dia tidak memiliki kekuasaan sendiri. Deportasi massal bagi orang Marokko tidak mungkin terjadi, tegas Bolkestein.
Wilders berulang kali berkata bahwa Belanda terancam dilanda 'tsunami Muslim'. Namun ini kelihatannya tidak akan terjadi, tulis Bolkestein. Angka kelahiran di kalangan imigran menurun tajam, misalnya, banyak perempuan Turki yang memiliki lebih sedikit anak dari perempuan Belanda. Bolkestein juga menekankan bahwa perempuan muslim berprestasi sangat baik di universitas, jadi tidak lagi tertinggal.
Meskipun masih ada masalah besar tentang integrasi, termasuk tingkat pengangguran tinggi di kalangan pemuda imigran, kriminalitas, anti semitisme dan kebencian terhadap kaum gay.
Pelarangan burka
Bolkestein mengecam seruan Wilders mengenai pelarangan burka yang akan segera diterapkan. Setelah Prancis dan Belgia, Belanda akan menjadi negara Eropa ketiga yang memberlakukan UU itu. "Dengan melarang beberapa pemakaian burka di Belanda maka mereka malah akan menjadi martir. Dan ini harus dihindari" kata Bolkestein. Dia tahu betul bahwa partainya sendiri yang mengusulkan UU pelarangan burka ini.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.