Terbongkarnya pelecahan seksual di kalangan gereja katolik semakin marak di Belanda dan Jerman, 30 - 40 tahun kemudian. Jum'at besok Paus Benedictus XI akan menanggapi pelecehan seksual di Irlandia.
Di Indonesia, pelecehan seksual juga terjadi di kalangan gereja Katolik. Bedanya, di Indonesia tidak disorot oleh media. Demikian Pastor Thomas Suratno dari Radio Swara Wajar, mitra Ranesi di Lampung.
Gunjingan
Pastor Thomas Suratno (PTS): "Secara intern dalam gereja Katolik merebaknya pembongkaran kasus pelecehan seksual seperti di Amerika, Irlandia dan sekarang di Belanda, pasti pihak gereja Katolik Indonesia mendengar hal itu. Apakah itu kemudian menjadi pergunjingan di masyarakat, saya yang ada di Lampung sampai saat ini tidak mendengar pergunjingan itu. Tetapi apakah di masyarakat luar artinya di luar gereja Katolik juga menjadi pergunjingan, saya tidak mendengar berita semacam itu. Pasti sebagian kecil masyarakat, pasti membaca atau mendengar."
Radio Nederland (RN): Sejauh ini pihak gereja Katolik di Indonesia belum mendengar tentang pelecehan seksual di kalangan gereja seperti yang terbongkar di Amerika, Belanda dan sebagainya?
Tidak terdengar
PTS: "Kalau yang di Indonesia sendiri, pasti ada itu. Bukan sesuatu yang aneh. Hanya permasalahannya mungkin seperti di negara lain, di keuskupan lain, apalah itu diekspose atau terekspose ke luar atau tidak? Sejauh ini jarang sekali kami sendiri mendengar. Nah apalagi masyarakat, apakah juga sering mendengar atau justru mungkin tidak mendengar? Atau memang tidak diekspose entah di surat kabar atau media elektronik yang lain. Kasus-kasus semacam ini tidak terekspose."
RN: Di Belanda pun terbongkar baru 30 - 40 tahun kemudian.
Kasus lama
PTS: "Ya. Kalau kasus yang lama seperti yang saya alami sendiri ketika berada di Irlandia sama saja, dalam arti yang terbongkar itu kasus-kasus yang lama. Entah yang dilakukan oleh seorang imam, pastor atau mungkin juga seorang biarawan/biarawati. Di Irlandia itu dari tahun 1998 sampai 2000 hampir setengah bulan sekali ada semacam kasus pelecehan seksual yang dibongkar dan disidangkan ke pengadilan. Itu disiarkan oleh televisi. Di Barat, kasus lama bisa dibuka kembali. Sedangkan yang di Indonesia, saya tidak mendengar adanya kasus-kasus seperti itu yang sampai di pengadilan."
RN: Apakah mungkin karena korban belum bicara?
Cuma desas-desus
PTS: "Bisa jadi demikian. Mungkin juga secara lokal. Indonesia begitu luas dengan begitu banyak keuskupan dan kita tidak tahu apa yang terjadi di keuskupan tertentu dan apakah ditangani secara intern saja. Entah bagaimana cara penangannya atau mungkin juga seorang imam itu akhirnya keluar dan sebagainya, itu jarang sekali terdengar di Indonesia.
Kalau isyu-isyu sih ada. Di sana-sini. Tapi tidak sampai ke pengadilan atau masuk koran, saya sendiri belum pernah membaca secara detail."
RN: Apa yang menyebabkan sampai terjadinya praktek-praktek pelecehan seksual di kalangan gereja Katolik?
Klik tanda panah di bawah ini, untuk mengikuti wawancara selengkapnya:






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.