Tekanan terhadap Belanda untuk terus aktif di Afghanistan semakin meningkat. Menurut menteri luar negeri Belanda Maxime Verhagen, NATO telah mengajukan permohonan penempatan misi sementara dengan jumlah yang lebih kecil.
Tugas utama misi baru, adalah melatih angkatan bersenjata Afghanistan. Belanda memang punya banyak pengalaman sehubungan pelatihan polisi dan tentara Afghanistan. Karena itu pemerintah Belanda harus memutuskan dalam waktu dekat mengenai permintaan ini. Diskusi terbaru berkisar pelatihan militer Afghan.
Melatih tentara dan polisi Afghanistan menjadi bahan diskusi yang semakin populer belakangan. Ini tampaknya menjadi pilihan menarik bagi partai politik yang menghendaki misi Uruzgan diakhiri tapi tetap mau menyumbang 'sesuatu' pada Afganistan. NATO kabarnya meminta Belanda untuk melatih 'dokter tentara, insinyur, pakar logistik serta karyawan dinas intelijen', demikian tulis koran De Volkskrant baru-baru ini.
Pilihan
Pada saat Belanda benar-benar menarik diri dari Uruzgan, maka kegiatan pelatihan yang saat ini berlangsung di propinsi itu, juga akan dihentikan. Pada saat ini terdapat sekitar seratus pelatih Belanda yang aktif.
Sekitar lima puluh militer aktif dalam Tim Penghubung dan Mentor Operasional. Dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, mereka ditempelkan pada satuan-satuan tentara Afghan sehingga mereka bisa belajar ketrampilan ini dalam praktek sehari-hari. Para pelatih Belanda mengajari militer Afghan mengenai cara berpatroli, serta bagaimana merencanakan strategi terlebih dahulu. Tentu saja juga ketrampilan untuk menghindari terjadinya saling tembak antara mereka sendiri secara tidak sengaja ketika melakukan serangan terhadap musuh.
Tim Mentor Polisi juga melakukan tugas serupa; sebanyak lima puluh pelatih dari polisi militer dan sejumlah polisi melatih petugas polisi Afghan. Pekerjaan penting karena polisi merupakan pekerjaan yang paling berbahaya di Afghanistan. Dalam praktek, mereka dilatih bagaimana polisi harus menjagi pos-pos pemeriksan, serta bagaimana menghadang seorang tersangka atau memborgolnya.
Ruang kelas
Selasa kemarin menlu Belanda Maxime Verhagen menguatkan berita, bahwa NATO telah resmi mengajukan permintaan agar Belanda meneruskan pelatihan militer ini di masa mendatang, baik di Uruzgan maupun tempat lain. Apakah itu akan berlangsung seperti sekarang, di lapangan dengan segala resikonya atau di ruang-ruang kelas yang aman di Kabul dan kota lainnya.





















