Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Yunita Rovroy
Map
Papua, Indonesia
Papua, Indonesia

Pekerja Freeport Diancam PHK dan Diintimidasi

Diterbitkan : 18 Oktober 2011 - 2:05pm | Oleh yunita rovroy (Foto: Lukas Wibowo/Flickr)
Diarsip dalam:

Aksi protes pekerja PT Freeport Indonesia masih terus berlangsung. Pemogok kerja memblokade jalan menuju pertambangan.

Mereka menuntut pihak pimpinan Freeport diganti dengan orang-orang yang peduli. Baik kepada pekerja maupun masyarakat di sekitar perusahaan, Timika secara khusus, Papua secara umum dan Indonesia secara keseluruhan. Demikian Virgo Solossa, ketua dewan perwakilan cabang serikat pekerja kimia, energi dan pertambangan kabupaten Mimika.

Tujuan blokade jalan adalah untuk menghentikan seluruh produksi perusahaan. "Karena kalau kita tidak menghentikan produktivitas itu, perusahaan akan terus bermanuver, melakukan ancaman-ancaman, intimidasi, bahkan sampai ke proses PHK.''

Terkait:

Para pemogok kerja juga menuntut kepada pihak pemilik modal mengambil sikap tegas, menggantikan jajaran pimpinan PT Freeport dan menjawab tuntutan kenaikan upah pekerja.

Kekurangan pangan
Sementara itu pihak perusahaan mengatakan, akibat blokade jalan, warga yang tinggal di kompleks Tembagapura, kekurangan pangan dan obat-obatan. Namun menurut Virgo Solossa, itu justru salah satu cara PT Freeport memberikan gambaran jelek tentang aksi protes para pekerja.

''Maksud daripada itu adalah bagaimana menjelaskan kepada publik bahwa aksi kami ini meresahkan sehingga bisa membuka ruang kepada pihak kepolisian untuk membongkar blokade yang kami lakukan.''

Penekanan
Virgo menambahkan, justru pihak pemogok kerja yang paling dirugikan, karena terus diteror dengan surat PHK, surat panggilan, dan upah tidak dibayar selama aksi mogok. Jadi, lanjut Virgo, blokade jalan perlu karena kalau tidak, ''perusahaan akan terus menekan kami.''

Kalau pihak PT Freeport menghentikan produksi dan punya iktikad baik membicarakan masalah yang ada, para pekerja yang bergabung dalam aksi protes akan membuka kembali jalan. Demikian Virgo Solossa kepada Radio Nederland.

Damai dan tertib
Aksi mogok sebenarnya berawal damai dan tertib. Hanya saja, ungkap Virgo, dalam berjalannya aksi ini pihak perusahaan melanggar aturan-aturan ketenagakerjaan. Itu tidak disikapi pemerintah, kabupaten maupun dinas tenaga kerja, dan pihak penegak hukum.

''Sehingga mogok yang tadi kami sudah sepakat untuk tertib dan damai itu, jadi berubah seperti yang terjadi sekarang ini."

Wawancara dengan Virgo Salossa

Diskusi

brudi 19 Oktober 2011 - 11:16am

Inilah akibat dari ekonomi yang berkiblat kapitalis barat, orde baru yang menciptakan proyek ini dan tidak disikapi dengan persiapan SDM (supaya bisa dikelola sendiri) sudah lama tambang ini dikelola tapi masih saja bermasalah, ketidak seimbangan ekonomi ahkirnya jadi masalah padahal gaji mereka yg kerja disana jauh lebih tinggi dari UMR, tetapi biaya hidup juga tinggi.. Pemerintah harus mengatasi masalah ini secepatnya..

Bram Watilele 19 Oktober 2011 - 8:35am

Keberadaan Freeport sebaiknya dikaji ulang lagi karena rakyat dan negara tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari Freeport yang ada konflik saja di Papua semenjak Freeport ada.

Edison 19 Oktober 2011 - 5:09am

Spertinya ini ada pihak ketiga yang bermain untuk memperkeruh situasi yang ada di timika dengan mengambil keuntungan atas insiden bebrepa waktu yang lalu.

Lisa Tabuni 19 Oktober 2011 - 2:23am

Tidak hanya pekerja saja yang diintimidasi, wartawan / pers juga mendapatkan intimidasi. Baca di http://goo.gl/uAYSK

Anonymous 18 Oktober 2011 - 3:12pm / Rusia

Video sesaat setelah alm. Petrus Ayamiseba tertembak dan situasi saat penembakan terjadi dapat dilihat di :

http://www.youtube.com/watch?v=5OW-i4Qmbts

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET