Selama pekan lalu, kita bisa menemui banyak penulis di seluruh Belanda. Para penulis ini sengaja menemui pembaca mereka. Dan para pembaca memburu tandatangan penulis favorit mereka.
Pekan lalu adalah Pekan Buku Belanda. Di negeri dengan banyak pembaca buku ini, selama Pekan Buku, omzet toko buku langsung melonjak tinggi.
Hadiah Buku
"Mungkin anda mau menambahkan tulisan 'untuk Els' dan 'untuk Roxanne?" Demikian suasana di sebuah toko buku. Puluhan orang ngantri untuk meminta tandatangan Joost Zwagerman. Pria kelahiran tahun 1963 ini menulis apa yang disebut Hadian Pekan Buku 2010.
Selama Pekan Buku, setiap pembeli buku berbahasa Belanda akan mendapat hadiah buku tersebut. Tahun ini dicetak 958.000 buku. Suatu jumlah luar biasa bagi negeri sekecil Belanda.
Sepanjang pekan, Joost Zwagerman berkeliling ke seluruh pelosok Belanda. Sebagaimana banyak penulis Belanda lainnya. Antara lain, ke acara penanda-tanganan di sebuah toko buku di Utrecht. Dalam waktu cepat, tanpa henti. Hingga tangan cukup pegal? "Enggak juga, saya masih bisa tahan beberapa jam lagi!"
Angka Penjualan
Pekan Buku diselenggarakan setiap tahun oleh CPNB, organisasi yang berusaha mempromosikan sastra Belanda. Angka penjualan buku selama Pekan Buku bisa disamakan dengan keramaian pada saat Sinterklaas atau Hari Natal, jelas Direktur CPNB, Henk Kraima.
Henk Kraima: "Kami menyelenggarakan hal ini untuk ke 75 kalinya. Gagasan Pekan Buku berasal dari Amerika Serikat. Namun, di Amerika sendiri, kebiasaan ini sudah tidak ada lagi. Belanda adalah satu-satunya negeri, di mana acara Pekan Buku kokoh bertahan. Banyak penulis dan penerbit di luar negeri mendambakan hal seperti ini."
Di Belanda tingkat penjualan buku dan minat baca memang tinggi. "Kami memang harus terus berusaha agar buku tetap laris, dan dengan demikian dunia penerbitan, perpustakaan dan toko buku tetap bisa bertahan hidup."
Saling Membutuhkan
Selama sisa waktu setahun lainnya, juga tersedia banyak kontak antara pembaca dan penulis. Untuk tujuan ini, didirikan organisasi khusus: Yayasan 'Penulis, Sekolah dan Masyarakat'.
Menurut taksiran Margreet Ruardi, yayasan ini setiap tahun menyelenggarakan sekitar 13.000 acara 'Jumpa Penulis'. Untuk berbagai kelompok sasaran, tua muda, di perpustakaan atau sekolah, bagi pembaca berpengalaman atau calon generasi pembaca baru.
Pembaca memang senang mendengar suara penulis. Tapi, sebaliknya juga penting.
Margreet Ruardi: "Bagi seorang penulis juga menarik untuk mengetahui bagaimana pembaca memahami bukunya, mengolahnya lebih lanjut, dan menafsirkannya. Bahkan, kadang, muncul, pandangan baru mengenai buku tersebut. Berkat pembicaraan dengan para pembaca, penulis juga bisa memahami lebih baik kandungan buku yang ia tulis. Hal ini juga membantu untuk mampu sedikit mengambil jarak dari buku tersebut, dan sekaligus menimba banyak gagasan baru untuk penulisan buku baru."
Usai acara penanda-tanganan, di toko buku yang sama, Joost Zwagerman menyempatkan diri membaca beberapa cuplikan dari bukunya. Setelah itu, ia langsung meluncur menuju Wageningen, menghadiri acara berikutnya.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.