Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Angelo van Schaik
Map
Vatikan, Vatikan
Vatikan, Vatikan

Paus Kaget Dengan Pelecehan Seks

Diterbitkan : 20 Maret 2010 - 3:06pm | Oleh Angelo van Schaik (ANP)
Diarsip dalam:

Paus Benedictus XVI dalam surat pastoralnya kepada pemeluk Agama Katolik di Irlandia, Sabtu (20/3),  menyatakan kaget dengan pelecehan seksual dan cara Gereja Katolik Roma menangani berbagai skandal tersebut.

Paus menulis, “Sama seperti para korban, saya merasa dikhianati oleh para pendeta dan uskup. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka kepada Tuhan dan hakim.”

Lama dinanti

Walau surat tersebut khusus ditujukan untuk umat Katolik di Irlandia, pernyataan Paus ini adalah jawaban yang sudah lama ditunggu menyusul semakin merebaknya kasus pelecehan seksual dalam Gereja Katolik.

Hampir setiap hari di berbagai negara terkuak kasus pelecehan seksual di paroki. Di Belanda baru-baru ini Radio Nederland dan Koran NRC Handelsblad berhasil menguak kasus pelecehan seksual oleh para pendeta Katolik di Belanda.

Ditutupi
Kasus pelecehan pertama yang berhasil dikuak terjadi di Amerika Serikat pada awal abad ini. Di Irlandia ternyata banyak anak-anak yang mengalami pelecehan seksual oleh para pendeta.

Dari berbagai kasus itu ternyata Gereja Katolik tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap para pelaku. Mereka hanya dipindahkan ke paroki lain guna menghalangi rusaknya imago gereja. Para korban juga diminta untuk merahasiakan kasus yang menimpa mereka.

Kardinal Seàn Brady, uskup dari Armagh, untuk pertama kalinya di Irlandia menyatakan permintaan maaf atas caranya menangani berbagai kasus pelecehan tersebut. Ia menyatakan hal tersebut dalam Perayaan Hari St. Patrick, Rabu (17/3) lalu. Kardinal Brady menyatakan malu. Namun demikian ia tidak mundur, walau beberapa korban telah memintanya.
    
Mengelak
Sekarang di Jerman, Belanda, Belgia, Brazil dan Suriname semakin banyak kasus pelecehan terkuak yang dilakukan oleh para rohaniawan Katolik. Gereja tidak bisa lagi menutup-nutupinya. Namun, beberapa kardinal masih mencoba untuk mengelak.

Awal minggu ini Kardinal Bertone, orang kedua di Vatikan setelah Paus, berkata,”ada yang mencoba merendahkan kepercayaan para umat Katolik terhadap gereja.” Menurutnya, berbagai skandal yang terjadi merupakan komplot untuk merusak reputasi gereja.

Hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Kardinal Ratzinger. Pada 2002 ia menyatakan,”semua itu adalah informasi yang dimanipulasi untuk menghancurkan gereja.”

Gereja tetap yang utama
Dalam surat terbarunya, Paus Benedictus menyatakan kepentingan gereja tetap lebih penting daripada para korban. Ia juga menyalahkan para uskup di Irlandia yang menurutnya tidak menerapkan hukum gereja dengan semestinya.

Monseigneur Scicluna, semacam jaksa penuntut dalam pengadilan  Kursi Suci, mendukung pernyataan Paus. Dalam interview dengan Koran Konferensi Uskup Italia, Avvenire, menyatakan,  “sejak 1922 sudah ada hukum gereja yang mengutuk praktek-praktek tersebut” dan “Kardinal Ratzinger sejak 2001 sudah melakukan upaya keras untuk mengatasi masalah ini.”

Dalam wawancara yang sama Scicluna berusaha ‘mengaburkan’ kasus pelecehan dengan membaginya dalam kategori pelecehan terhadap anak di bawah 12, antara 12 dan 16 dan remaja di atas 16 tahun.

Para kritikus menilai Gereja Katolik melakukan ’clericale omertà’ yang artinya akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan reputasi gereja. Mereka melupakan satu hal: dampak pelecehan terhadap para korban yang jumlahnya tidak terhitung lagi.

Italia
Kalau menilik situasi di Italia, apa yang terjadi di sana cukup menimbulkan tanda tanya. Di negara yang punya lebih dari 50 ribu pendeta itu sampai sekarang hanya 80 kasus pelecehan seksual yang sudah dilaporkan.

Minggu ini berbagai koran Italia marak memberitakan penangkapan pemimpin sekte Roma yang bertahun-tahun melakukan pelecehan terhadap wanita pengikut sekte, baik anak-anak maupun wanita dewasa. Dengan ini berbagai cerita tentang pelecehan seksual oleh para pendeta di Regensburg. Adik Paus Benedictus XVI mengepalai gereja tersebut.
 
Paus dalam suratnya juga menekankan bahwa aturan Gereja Katolik tidak diterapkan dengan baik. Ia menyatakan merasa dikhianati oleh para pendeta dan uskup. Paus juga menambahkan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Tuhan dan gereja.

Tidak diragukan lagi, dengan surat ini, Paus berusaha menyelamatkan imago Gereja Katolik.
 
 

 

 

Sorry, you need to install flash to see this content.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET