Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 26 Mei  
Avatar Jannie Schipper
Map
Cairo, Mesir
Cairo, Mesir

Pastur Anglikan: Kami Tidak Takut dengan Ikhwanul Muslimin

Diterbitkan : 21 Juni 2012 - 3:43pm | Oleh Jannie Schipper (Foto: strengholt.blogspot.nl))
Diarsip dalam:

"Ketika pekan lalu, parlemen dibubarkan, jemaat di gereja saya datang dengan bersorak-bersorak,"demikian kisah rohaniwan Belanda, Jos Strengholt di Kairo. Ketakutan akan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) sudah merasuk di kalangan kristen Mesir. Namun menurut Strengholt,  militer masih tetap memegang kendali.

Di sebuah ruangan dengan beberapa meja duduk tiga gadis berusia 14 dan 15 tahun. Mereka asyik bercengkrama. Di barisan belakang ada dua anak laki-laki. Ketika rekannya asal Mesir Emad mempersiapkan gitar dan kertas-kertas, Jos Strengholt bersiap dengan membolak balikkan halaman kitab suci. Seorang anak laki-laki ragu-ragu melihat mereka. "Ayo sini siapa yang mau berdoa."

Keterikatan kelompok
Strengholt sudah tinggal dan bekerja sebagai pastur selama 20 tahun di Mesir. Ia sebelumnya adalah seorang jurnalis sekaligus produser televisi. Di usianya yang ke-50 Strengholt mengamblil keputusan drastis, yaitu menjadi pastur gereja Anglikan. Gereja yang dipimpinnya itu berada di luar Kairo dan sejak tahun 2011 gerejanya berkembang menjadi rumah bagi para ekspat dan kelompok kristen koptik yang terancam.

"Ada banyak orang yang berasal dari gereja ortodoks, namun mereka mengincar gereja lainnya," kata Strengholt. Kadang mereka kembali karena merindukan asal mereka.  Strengholt menggelar liturgi ortodoks. Tak jarang pula ia mengkombinasikan liturgi modern yang digelar di sebuah kafetaria. 

Ia berharap kawula muda dapat mengakar di sana. Dan itu tampaknya berhasil.  "Saya tadinya anggota jemaat gereja lain, di dekat rumah," kata salah seorang gadis. Namun saya sekarang ke sini, karena di sini ada kawan-kawan dan keluarga yang lain. Ketika parlemen dengan mayoritas Islam tersebut pekan lalu, dibubarkan, anak-anak muda itu datang dengan riang masuk ke gereja. 

Siap hengkang

Strengholt memahami perasaan mereka. Ia melihat warga Kristiani Mesir tahun belakangan bertambah takut. “Parlemen baru terbentuk, Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim,red) tiba-tiba berkuasa di media, dan juga di jalanan. Jumlah pria berjengggot meningkat pesat. Di metro ada perempuan berkhotbah, semua orang harus mengenakan jilbab. Ini mengancam.”

Ia tahu, “mayoritas umat Kristiani Mesir” memilih Ahmed Shafiq pada pilpres kemarin. “Tapi karena sekarang ia tampaknya bakal kalah, suasananya sangat mencekam. Teman-teman sekelas dari teman-teman saya sudah siap hengkang. Kalau calon dari Persaudaraan Muslim memang menang, dalam waktu beberapa hari mereka sudah di Amerika.”

Tapi Strenghold malah tidak melihat adanya perubahan drastis sejak rezim lama jatuh. “Saya tidak pernah percaya bahwa tentara akan menyerahkan kekuasaan. Sejak awal tentara mempunyai pandangan sendiri.” Dan anggota parlemen ternyata bertele-tele. “Mereka hanya berbicara soal syariah dan hal-hal kecil, ketimbang berusaha membangun kembali negara yang sudah berada di atas jurang.”

Mirip Ratu Beatrix
Strengholt menilai, pemilihan presiden secara umum berlangsung jurdil. “Tapi presiden baru tidak bakal berdaya.” Tentara sudah mengeluarkan aturan untuk mengurangi wewenang presiden. “Tampaknya presiden tidak akan banyak kekuasaannya mengenai anggaran dan perundang-undangan. Peranan presiden akan seperti Ratu Beatrix (Ratu Belanda,red), yakni memotong pita saja ( melakukan presmian,red).”

Memang turut campurnya tentara banyak menyulut kritikan. Tapi sebenarnya, tambah Strengholt, pemimpin tentara sekarang melakukan hal yang sama seperti pada saat revolusi baru berkobar dulu.” Satu setengah tahun belakangan, menurut Strengholt, dengan licik tentara mempertahankan kekuasaan. Mereka sembunyikan kartu truf yang pada suatu saat akan mereka keluarkan.

Strengholt menambahkan, umat Kristiani Mesir, yang khawatir kalau Ikhwanul Muslimin berkuasa, belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi. “Kalau teman-teman saya umat Kristiani menenangkan diri dan merenungkan kondisi yang ada, maka saya kira, mereka akan menyadari, kelompok Islamis kembali terpukul oleh tentara. Tapi bagaimana selanjutnya, tidak ada yang tahu.”

Diskusi

Sack 23 Juli 2012 - 11:18am / Indonesia

hahaha, damai dan islam adalah antonim favorit saya

Nida Islam 22 Juni 2012 - 9:02am / Indonesia

Umat Kristiani tidak perlu takut kepada IM. Karena mereka memahami Islam dengan baik. Mereka tahu bahwa syariat Islam itu menyuruh umatnya berbuat baik dan adil kepada orang-orang non muslim yang mau hidup berdampingan dengan damai.
Perhatikan ayat Al-Qur'an surah Al-Mumtahanah ayat 8 - 9 ini dengan tenang:
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
9. Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

andi 21 Juni 2012 - 5:26pm / indo

ikhwanul muslimin tidak perlu ditakuti. justru kaum kristen koptik yg mendukung kemenangan IM. hati2 dengan jurnalist yg memutar balikkan fakta. IM sangat moderat dia tidak akan mengganggu kaum kristen justru akan terlindungi. ingat ketika rasul melindungi kaum kafir dzimmi.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...