Gerzon Kakisina, warga Belanda berdarah Maluku, tengah berjuang menghadapi penyakit leukemia yang dideritanya. Namun ia kesulitan mendapatkan donor sel darah putih karena hanya ada sedikit pendonor berdarah non-Barat yang mendaftarkan diri di Bank donor stem cel Belanda. Berita ini diangkat dalam harian Belanda Metro, Jumat (06/05).
Ketika pergi ke dokter tujuh minggu lalu, Gerzon mengira ia hanya sakit flu biasa. Namun setelah menjalani pemeriksaan darah, ia divonis mengidap leukemia akut.
Sarah Mathijs, calon istri Gerzon saat itu, sontak terkejut mendengar berita tersebut. Beberapa bulan lalu, mereka baru saja membeli rumah di Sittard dan ketika mendengar vonis tersebut, mereka tengah sibuk mengurus rencana pernikahan 14 April 2012.
“Kami pun menikah lebih awal dari yang direncakanan, kecil-kecilan saja. Tentu saja supaya semuanya gampang diurus. Saya juga ingin menunjukkan kepada Gerzon bahwa saya selalu ada untuk dia”, tutur Sarah.
Kurang pedonor dari Timur
Saat ini Gerzon tengah menjalani kemoterapi yang kedua. Setelah kemoterapi yang ketiga, ia masih harus menjalani operasi transplantasi stem sel. Namun hingga berita ini diturunkan, ia belum mendapatkan donor yang cocok.
Di wilayah Belanda Selatan, hanya ada 4 orang donor non-Barat yang mendaftarkan diri. Sementara itu, kecocokan dengan stem sel Gerzon dengan stem sel saudara-saudara kandungnya hanya sebesar 25 %, tulis harian Metro.
“Aneh sekali. Pekan lalu didirikan sebuah Bank donor sel telur di Belanda. Tetapi kenapa tidak ada Bank donor stem sel yang mencerminkan keragaman masyarakat di Belanda?
Mencari donor
Kini Sarah tengah sibuk mencari donor yang cocok untuk suaminya. Lewat social media seperti Facebook, Twitter dan lainnya, ia berhasil mengumpulkan 600 donor. Halaman Facebook yang dibuatnya pun telah diikuti oleh 15.000 orang. Angka yang fantastis dibandingkan dengan jumlah donor yang mendaftarkan dirinya pada 2011 di wilayah Belanda Selatan: 400 orang.
Sarah menjelaskan mengenai keterlibatannya: “Delapan minggu lalu saya benar-benar buta soal transplantasi sel. Sekarang saya jadi ahli dalam bidang ini. Saya pun coba hubungi sebanyak mungkin orang Maluku. Tidak hanya itu, orang-orang Timur lainnya seperti Turki dan Maroko pun harus sadar soal hal ini. Supaya kalau ada apa-apa dengan keluarga mereka, mereka bisa bergerak cepat”.
Beberapa minggu lagi Sarah akan menyelenggarakan pertemuan (dengan para pendonor dan pendukung) di perpustakaan di Sittard. Menurut dokter, pertemuan tersebut mungkin sudah terlambat, karena Gerzon harus segera dioperasi setelah selesai kemoterapi ketiga, tulis harian Metro.
Banyak alasan
Seorang juru bicara Bank donor stem sel Nijmegen, Belanda mengatakan: “Kami mendorong semua orang untuk berdonor secara tulus. Supaya mereka juga siap dipanggil jika ada yang membutuhkan donor seperti Gerzon”. Pedonor yang memiliki kecocokan dengan pasien akan menjalani rangkaian proses pemerikasaan. Kesehatan sang pedonor juga menjadi hal yang utama.
Dalam data Bank stem sel di seluruh dunia memang jarang ditemukan pedonor non-Barat. Ketidaktahuan, ketakutan, serta alasan keagamaan kerap menjadi penyebab orang-orang berdarah Timur tidak mendaftarkan diri menjadi pendonor.
Di Belanda terdapat dua organisasi yang bekerja sama mengumpulkan donor untuk kepentingan dunia. Demikian harian Belanda Metro.














saya berkeinginan untuk mendonorkan steem cell anak saya
saya berkeinginan untuk mendonorkan steem cell anak saya
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.