Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 22 Mei  
Avatar Dina Wiyasti
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Pasangan Belanda Bercerai di Televisi

Diterbitkan : 13 April 2012 - 2:01pm | Oleh Dina Wiyasti (Foto: OrlandoLawyer )
Diarsip dalam:

Stasiun TV Belanda, RTL 4, meluncurkan program tayangan baru menayangkan pasangan suami istri bisa menyampaikan rencana perceraian kepada anak-anak mereka. Acara itu menuai badai protes dari publik internet dan anggota parlemen.

Partai Kristen Demokrat (CDA) menyebut acara Echt Scheiden (Perceraian) sebagai program hiburan aneh soal penderitaan anak-anak. Partai Kristen Sosial Konservatif (ChristenUnie) juga bereaksi keras. Demikian tulis harian Belanda Algemeen Dagblad, Jumat (13/04)

Satu juta pengunjung
Dalam adegan yang ditayangkan hari Rabu (11/04) dan disaksikan oleh sekitar satu juta pengunjung, dapat disaksikan sepasang orang tua mengatakan kepada kedua anaknya bahwa "papa sudah membereskan barang-barang papa" dan "mulai sekarang papa akan tinggal di rumah mama Astrid."

Kamera menyorot raut muka ayah-anak dari dekat.

Situs mikroblog Twitter dipenuhi oleh berbagai reaksi selama dan sesudah tontonan ditayangkan. "Terus saja taruh semua masalah hidupmu di TV, pasti menyenangkan buat anak-anak kita," tulis seseorang.

Anggota parlemen dari CDA, Hanke Bruins Slot, tercengang sekali melihat acara yang dipandu oleh artis Belanda, Natasja Froger. Katanya, "Kita tidak bisa memperlakukan anak-anak kita seperti ini. Ini acara aneh yang mengekspos penderitaan anak-anak. Apakah para orang tua itu sempat memikirkan nasib anak-anak mereka? Dampak sosial yang mungkin terjadi besar sekali."

Rekannya dari ChristenUnie, Esmé Wiegman-van Meppelen Scheppink, sangat setuju jika masyarakat harus ikut bertanggung jawab terhadap isu perceraian. "Anak-anaklah yang menanggung derita terbesar. Kalau saya tidak akan sampai hati melakukan hal ini terhadap mereka.

Informasi berharga

Stasiun televisi RTL mengatakan program mereka dapat membawa informasi berharga bagi pemirsanya yang berada dalam situasi serupa.

"Tentu saja peristiwa perceraian dipenuhi dengan emosi dan kesedihan, itu tidak bisa dihindari. Namun semua langkah-langkah yang diambil di dalam acara, diputuskan bersama tim ahli. Kami juga menerima rekasi-rekasi positif dari sekelompok orang."

Lembaga penyiaran Evangelis Belanda, EO (Evangelische Omroep), setengah tahun lalu juga menyiarkan program serupa; Uit elkaar. Program mengikuti perjalanan pasangan yang berniat bercerai, termasuk anak-anak mereka. Demikian, Algemeen Dagblad.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...