Kalau turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa dilarang, jalan keluarnya gampang. Pasang saja boneka di elatase toko, lengkap dengan pamplet dan spanduk untuk mengkritik Vladimir Putin. Orang yang lalu lalang di depan toko bisa melihat boneka demo itu.
Tapi, apakah aksi semacam itu effektif? tanya koran sore NRC Handelsblad.
Di Barnaul - Siberia Barat semakin banyak boneka berukuran 5 cm dipajang sebagai pendemo lengkap dengan poster berbagai tuntutan. Mulai dari pemilu presiden yang jurdil, kebebasaan bersuara, kenaikan upah sampai berantas korupsi. "Oposisi mencari dan menggunakan semua alternatif untuk tetap bisa menyampaikan kritik mereka, karena setiap bentuk unjuk rasa berulangkali ditindak tegas," tambahnya.
"Reaksi polisi cukup menarik," kata Andrej Teslenko (30 tahun) salah eorang pemrakarsa. Polisi 'hanya' mencacat semua slogan dan tuntutan. Tetapi menurut pihak polisi sendiri, aksi seperti itu tetap tidak bisa ditolerir dan oleh karena itu harus ditindak.
Undang banyak reaksi
Seperti di seluruh Rusia, di Siberia Barat pun kritik terhadap situasi politik-ekonomi serta pemilu parlemen Rusia 4 Desember lalu, terus merebak. Tindakan polisi menindas demonstrasi dengan kekerasan di daerah lebih parah dibanding di kota-kota besar. Aksi memasang boneka untuk menyampaikan kritik mengundang banyak reaksi.
"Boneka kelihatannya lebih dihargai ketimbang HAM, karena polisi tidak menyita boneka yang berdemo tetapi sangat kejam menindak demonstran," keluh Andrej Teslenko.
Yang menjadi tanda tanya demikian koran Trouw, apakah rencana demo akbar hari Sabtu besok akan terus berjalan sehubungan dengan suhu udara ekstrim sampai lebih dari minus 30 derajat Celius ?






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.