Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Aksi FPI di Jakarta
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Obama Jangan Bawa Pesan Neo-Liberal

Diterbitkan : 8 Februari 2010 - 4:34pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: Flickr - CC - Indonebia's)
Diarsip dalam:

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana berkunjung ke Indonesia Maret mendatang. Kelihatannya baik pemerintah dan masyarakat Indonesia menyambut positif rencana tersebut.

Indonesia seakan sudah terkena 'Obamania'. Bahkan para ulama pun menyambut positif kedatangan sang presiden yang pernah beberapa tahun tinggal di Indonesia ini. Radio Nederland menanyakan kepada Habib Muchsin Ahmad Alatas, Ketua Dewan Syuro FPI:

Tidak sambut gembira
FPI mempersilahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk datang. Tetapi, berlainan dengan yang diberitakan media Indonesia, tidak menyatakan menyambut gembira kedatangan Obama. Yang penting tidak membawa satu agenda neo-liberalisme ke Indonesia.

Yang dimaksud dengan neo-liberalisme adalah bentuk imperialisme baru di bumi. Amerika dengan keadi-dayaannya menjadikan Negara-negara Dunia Ketiga sebagai suatu objek yang dikuasai secara ekonomi, budaya, politik. Sebagai bentuk untuk melawan kekuatan lain seperti Cina.

Habib Muchsin yakin, bahwa Amerika di dalam ekpansinya dalam memberlakukan imperialisme baru, memang harus mengambil sikap ini.

Obamania
Menurutnya, tidak semua orang Indonesia 'Obamania'. Itu hanya lapisan politik dan lapisan tertentu saja, Tidak secara keseluruhan.

Menurutnya masyarakat Indonesia secara umumnya tidak faham politik. Sementara masyarakat elit, masyarakat terdidik, terbagi dua. Yang keagamaan kuat, mencari 'bargaining position' dengan Barat secara sejajar dan tidak mau direndahkan. Tapi yang 'American minded' siap melakukan apa saja, yang penting seperti Amerika.

Atau dengan kata lain siap menjadi kaki tangan Amerika di Indonesia.

Ikuti penjelasan lebih lanjut Habib Muchsin Ahmad Alatas dengan mengklik tanda panah di bawah ini:

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET