Bagaimana mungkin kesalahan-kesalahan Nelson Mandela tidak menggoyahkan citranya? Mengapa buku yang terang-terangan mengungkap kehidupan pribadinya dinyatakan "kurang pribadi"?
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pakar Afrika Selatan Bart Luirink, selepas membaca buku Obrolan dengan Diri Sendiri (Conversation with Myself), sebuah biografi Mandela yang terbit pekan lalu. Lebih lanjut tulisan Bart Luirink:
Cukup banyak kekurangan dalam karier Nelson Mandela. Baru-baru ini, orang mengernyitkan alis ketika melihat foto mantan pemimpin Liberia Charles Taylor duduk satu meja dengan Mandela di rumahnya. Ia duduk di sebelah peragawati top Naomi Campbel, yang dihadiahi blood diamond sesudah makan malam oleh tersangka utama Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag saat ini.
Imbauan Mandela pada awal 90-an agar anak-anak berusia 14 tahun juga mendapatkan hak pilih, dianggap aneh. Dan lebih dari sekadar kecerobohan ketika pada awal kepresidenannya Mandela menyerahkan penanganan AIDS kepada wakilnya Mbeki yang tidak meyakini adanya HIV.
Hak pilih untuk anak-anak
Hal-hal tersebut tidak masuk dalam buku biografi ini, atau nyaris tidak dibahas. Tapi tidak berarti ditutup-tutupi. Waktu itu, usulan agar anak-anak diberi hak pilih segera ditarik kembali. Mantan presiden itu juga seyogyanya sadar ada sesuatu yang kurang beres dengan Taylor. Graca Machel, istri ketiga Mandela, masih memperingatkan Campbell pada jamuan makan malam untuk menghindari Taylor.
Mengenai kepasifannya mengenai AIDS pada awal kepemimpinannya dulu, Mandela berulangkali menyatakan penyesalannya beberapa tahun belakangan. Sedikit saja pemimpin yang berani menengok ke belakang dan mengkritik diri sendiri. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bisa belajar darinya. Lihatlah Mandela: siapa yang berani mengakui kekurangannya dengan jujur, maka akan dihormati.
Menyakitkan
Hal ini juga berlaku bagi hal-hal yang pribadi walaupun terkadang menyakitkan. Tapi ini justru menjadikan Mandela semakin tampak manusiawi. Mandela Muda, sebuah potret masa muda yang muncul musim panas lalu, menceritakan bahwa pemimpin ANC itu menghamili sesama pejuang yang melahirkan seorang putra pada tahun 50-an. Yayasan Mandela, yang memeriksa buku itu sebelum dipublikasikan serta telah bertemu dengan penulisnya, tidak mengambil tindakan apa-apa untuk menutup-nutupi ataupun menyanggah hal itu.
Buku Mandela berisi surat-surat pribadi untuk mantan istrinya Winnie, anak-anak dan sahabat-sahabatnya, yang menjadi saksi ketidakberdayaan yang dirasakan Mandela, seorang pemimpin kuat, pria yang memiliki daya juang luar biasa, semasa di penjara. Dengan terbuka dan penuh pengertian, Mandela menjawab pertanyaan dari penulis biografinya mengenai hubungan Winnie dengan pria-pria lain semasa ia dipenjara. Hasil tanya-jawab inilah yang diterbitkan sebagai buku.
Malu
Walau demikian, ada suara yang menuduh Mandela kurang menunjukkan sisi pribadinya, misalnya kegagalan pernikahannya dengan Winnie pada awal tahun 90-an. Tapi di depan hakim, Mandela justru mengungkapkan dengan sangat gamblang dan berapi-api mengenai perselingkuhan Winnie yang masih berlanjut sesudah ia dibebaskan, juga soal kegemaran Winnie berbelanja, dan terutama ketidakhadirannya. Semuanya itu menimbulkan rasa malu.
Sebenarnya sedikit saja kehidupan pribadi Mandela yang tidak diketahui umum. Dan sebenarnya akan sangat menarik seandainya perhatian lebih dicurahkan pada pemikiran Mandela, sang tahanan nomor 46664, mengenai Afrika Selatan, Afrika, dan dunia. Itulah yang terjadi dengan para ikon seperti Ghandi dan Martin Luther King. Dengan semakin mendekatnya ajal, meningkat pula keingintahuan mengenai apa yang mendorongnya serta visinya.
Pendamai
Bagi Mandela akanlah indah apabila pencariannya itu dapat melebihi citra sebagai pendamai atau penyelamat. Maka perhatian akan bisa dicurahkan pada pentingnya kebersamaan, inti dari tindakannya; bukan satu orang tapi kebersamaan yang bisa membuahkan hasil. Kerja sama kadang dibutuhkan dengan bekas musuh. Bicara, demikian ajaran Mandela, harus dilakukan terutama dengan musuh.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.